Tomas Satoransky berharap NBA 2019-2020 disetop. Ia ingin pulang ke Republik Ceko. Supaya bisa dekat dengan keluarga.

Musim tunda membuatnya ruang geraknya terbatas. NBA juga belum tahu harus melakukan apa. Sementara pandemi Covid-19 tidak juga mereda. Satoransky merasa liga akan disetop, tetapi bukan ia yang menentukan.

“Rasanya tidak menyenangkan sama sekali tinggal di sini dan menonton bagaimana para pemilik klub mencoba merampungkan musim agar tidak kehilangan banyak uang,” kata Satoransky per The Daily Herald. “Rasanya tidak terlalu menyenangkan juga karena kami—saya dengan istri dan anak perempuan saya—ingin pulang ke Republik Ceko.”

NBA sebenarnya mengizinkan pemain untuk keluar kota tempat klubnya bernaung. Mereka melakukan itu karena sadar bahwa tidak semua pemain dekat dengan keluarga saat ini. Namun, itu tidak berlaku untuk semua orang. Mereka yang berasal dari luar Amerika Serikat tetap tidak bisa pulang. NBA melarang pemain berpergian ke keluar negeri.

Kebijakan itu tentu memberatkan Satoransky. Ia, istri, dan anaknya tidak bisa menemui keluarga mereka. Padahal sejauh ini pemain Chicago Bulls tidak menunjukkan gelaja Covid-19 yang disebabkan virus corona (SARS-CoV-2).

Ini merupakan musim pertama Satoransky bersama Bulls. Sebelumnya, ia sempat membela Washington Wizards selama tiga musim. Sayang, Satoransky tidak bisa merampungkan musim pertamanya bersama Bulls dengan baik. (GNP)

Foto: NBA

Populer

Kekecewaan dari Nagoya, David Singleton: Kami Harus Evaluasi Segalanya
Resmi! Kawhi Leonard Kembali ke Toronto
Amerika Serikat Juara Piala Dunia Bola Basket Wanita FIBA Lima Kali Beruntun
Alasan Durant Tidak Mau Menukar Jersei di Lapangan
Hilang Momentum Menit Akhir, Indonesia Tanpa Kemenangan di Asian Games 2026
Breanna Stewart Cetak Sejarah, Dua Kali Terpilih MVP Piala Dunia
Gagal Datangkan LeBron, Steve Kerr Ungkap Reaksi Tak Terduga Penggemar Warriors
Pensiun Sebagai Pemain, Taj Gibson Jadi Asisten Pelatih Bulls
Bukan Cuma Gelar NBA, Jaylen Brown Ingin Tinggalkan Warisan Lebih Besar
Jaksa Federal Turun Tangan, Kasus Clippers Potensi Masuk Ranah Kriminal