Hanya orang-orang abai yang mengatakan bahwa bola basket adalah olahraga untuk kalangan ekonomi menengah ke atas. Saya kenal banyak pemain berhasil yang berasal dari keluarga dengan ekonomi bawah. Umumnya saya ketahui lewat kompetisi Honda DBL dan tentu saja IBL dan Piala Srikandi.

Saya tahu ada pemain nasional yang orang tuanya adalah tukang sapu di pabrik. Saya juga tahu ada pemain tim hebat yang ibunya jadi tukang cuci keliling dari rumah ke rumah. Saya tahu pemain nasional yang orang tuanya menarik becak. Saya juga tahu beberapa pemain profesional dengan latar belakang keluarga biasa saja, bahkan tergolong tak mampu. Saya ingat ada sebuah tim basket di NTT yang rela menyeberangi laut lalu menginap bersama di sebuah gedung sekolah terbengkalai, tidur beralas lantai, demi ikut kompetisi. Dan lain-lain. Saya masih ingat masih banyak lagi. Kebanyakan kalau disebutkan satu-satu.

Saya rasa, pembaca tulisan ini yang benar-benar main basket pun akan ingat teman-temannya bermain dulu atau sekarang yang memiliki latar belakang ekonomi yang beragam. Tidak semuanya kaya. Ada yang miskin juga rasanya.

Entah dari mana anggapan sesat bahwa basket adalah olahraga untuk kalangan ekonomi mapan itu. Dari orang-orang abai sepertinya.(*)

Populer

Kiprah Warriors Berakhir, Steve Kerr Beri Pesan Menyentuh Untuk Curry & Draymond
Pembuktian Luke Kennard Sebagai Pemain Dengan Tripoin Tertinggi Musim Ini
Lakers Hantam Rockets yang Tampil Tanpa KD
Kontestan Playoff NBA 2026 Lengkap Setelah Suns Singkirkan Warriors
Nuggets Atasi Timberwolves Dalam Pertarungan Fisik Yang Sengit
Jadwal 16 Tim yang Berlaga di Playoff NBA 2026
Lakers Tak Berharap Doncic dan Reaves Tampil di Ronde Pertama Playoff
Stephen Curry Ingin Warriors Fokus Membangun Tim Dari Awal
Pencetak Poin Terbanyak Sedunia Oscar Schmidt Tutup Usia
Knicks Menangi Gim 1 Lewat Permainan Solid Brunson dan Towns