Saigon Heat memiliki laju apik di awal gelaran ASEAN Basketball League 2018-2019. Dari empat laga yang sudah dilalui, Heat berhasil memenangi tiga di antaranya. Tiga kemenangan tersebut diraih secara beruntun di tiga laga awal. Sementara satu kekalahan yang mereka derita diberikan oleh tim yang belum terkalahkan, Formosa Dreamers, melewati babak tambahan waktu dan hanya dengan selisih skor satu poin, 86-85.

Dalam rangkaian bagus tersebut, satu nama muncul sebagai tokoh sentral permainan Heat. Pemain asing asal Amerika Serikat dengan nomor punggung satu berposisi garda bernama Trevon Hughes. Sebelum laga melawan Dreamers, Hughes tercatat sebagai pengumpul poin terbanyak kedua dengan 31,6 poin per gim. Selain itu, ia juga menjadi pencuri bola terbaik dengan 3,0 steal per laga.

Mainbasket mendapatkan kesempatan berbincang dengan alumnus University of Wisconsin ini seusai pertandingan melawan CLS Knights Indonesia, 28 November 2018, silam. Dengan suara yang dalam dan mimik wajah nan tenang, ia menjawab beberapa pertanyaan kami. Simak wawancara berikut.

Hei Trevon, bagaimana keadaan Anda?

Hei kawan, cukup bagus, selalu menyenangkan usai memenangkan pertandingan.

Pertanyaan pertama, bagaimana menurut Anda pertandingan tadi (melawan CLS)?

Ini penampilan tim yang luar biasa bagi tim saya. Kami bermain cukup baik di laga ini terutama dalam aspek pertahanan. Saya rasa itu adalah kunci kemenangan kami atas CLS malam ini.

Tiga kemenangan di tiga laga awal, bagaimana Anda melihat hal tersebut?

Ini hal yang cukup bagus bagi kami, hasil ini akan membangun kepercayaan diri kami. Semua orang suka menang, itu lebih baik dari kalah bukan?

Ya, saya setuju tentang hal itu. Namun, saat saya melihat statistik, tim ini benar-benar bergantung kepada Anda dan dua pemain impor lainnya, pemain lokal kalian nyaris tak terlihat, bagaimana Anda menanggapi hal itu?

Anda benar tentang hal itu, tapi tenang saja, saya yakin pemain lokal kami akan segera membaik. Saya rasa hanya tinggal menunggu waktu hingga mereka memberi kontribusi untuk tim kami terutama dalam aspek penyerangan. Kami hanya butuh waktu hingga kami benar-benar menjadi tim yang sesungguhnya kuat di starter dan cadangan. Kami hanya memainkan dua laga pramusim dan langsung bermain di musim reguler, saya yakin waktunya akan segera tiba.

Dengan permainan yang sudah Anda tunjukkan di awal musim ini dan cara Anda membawa tim ini di pundak Anda, sudah berpikir tentang kemungkinan mengejar gelar MVP?

Tidak, tidak sama sekali. Saya hanya berfokkus pada satu laga ke satu laga lainnya. Saya ingin memberikan Heat sesuatu yang spesial, saya ingin menang, saya ingin memenangkan gelar juara di sini. Ini masih awal, tapi saya ingin memberi kredit khusus bagi tim pelatih yang memberi saya peran yang sesuai dengan karakter bermain saya.

Bicara tentang gelar juara, bagaimana Anda melihat persaingan di liga?

Persaingannya benar-benar bagus. Saya sering mendengar orang bilang bahwa level liga ini jauh lebih baik sekarang dari musim-musim sebelumnya. Banyak pemain hebat kini bermain di sini dan berusaha memenangkan gelar juara. Liga sudah menuju ke arah yang tepat dengan persaingan yang ada. Saya rasa musim ini akan benar-benar menantang.

Beberapa pemain yang saya wawancara bilang penggemar CLS salah satu yang terbaik sekaligus cukup memberi tekanan kepada lawan, Anda merasakannya?

Ya, tapi saya senang berhadapan dengan penonton seperti ini. Saya sangat senang bermain tandang karena ada perasaan seolah penonton ingin menyerang pemain lawan secara mental dan itu memang yang seharusnya mereka lakukan. Bagi saya pribadi,ini adalah bagian dari olahraga ini sendiri dan saya sangat menikmatinya.

Terakhir, bagaimana Anda membangun rasa percaya diri dan ketenangan dalam tekanan seperti itu?

Sepanjang hidup saya. Saya berasal dari Queens, New York, ini cara kami bermain di sana. Saya bergabung dengan SMA militer dan ini cara kami bermain. Saya kuliah selama empat tahun dan ini cara kami dibentuk untuk bermain. Saya juga bermain di liga top di Eropa dan begitu pula cara mereka bermain. Tekanan akan selalu ada di manapun Anda bermain, jadi Anda harus merubah mental Anda supaya lawan dan penggemarnya tak mempengaruhi permainan Anda.

Foto: Alexander Anggriawan

 

Populer

Juara Bertahan Terjungkal, Pelita Jaya Enam Tahun Beruntun ke Final
Persiapan Spurs Hadapi Gim 5 yang Menentukan Nasib Mereka
Saga Ballooners Bangun Kekuatan Baru Dengan Masukkan Derrick Michael Xzavierro
11 Juni Ditetapkan Sebagai Hari Apresiasi OG Anunoby
Lapangan dan Perlawanan
NBA: Blok Anunoby Terhadap Tembakan Fox Sah
Hampir Saja Terjadi Kekacauan di San Antonio
Jadwal Final NBA 2026, Spurs vs Knicks Mengulang Sejarah
Sempat Minder Bersaing di DBL Camp, Kini Matthew Ivander Buat Keluarga Bangga
Bogor Hornbills Ukir Sejarah! Lolos ke Final IBL untuk Pertama Kali