Tony Parker masih secara luas dianggap sebagai pemain Prancis terbaik dalam sejarah San Antonio Spurs, meskipun Victor Wembanyama semakin mendekati posisinya. Selama 17 musim di San Antonio, Parker meraih gelar MVP Final, empat kali juara, dan enam kali terpilih sebagai All-Star. Menariknyam justru Parker menyatakan ketertarikannya untuk melatih Wemby, meskipun bukan di Texas.

Tony Parker berbeda dari kebanyakan legenda Spurs, dalam artian dia tidak tinggal di wilayah metropolitan yang lebih luas. Tim Duncan, David Robinson, Bruce Bowen, Sean Elliott, Manu Ginobili, dan George Gervin, di antara yang lain, menancapkan akar di San Antonio dan tidak pernah pergi. Namun, bukan berarti Parker memiliki permusuhan terhadap kota tersebut. Setelah karier bermainnya berakhir, ia terus berinvestasi di klub Prancis ASVEL dan mengambil alih sebagai kepala pelatih mereka pada tahun 2025.

Dalam sesi BasketNews Film Session, Parker mengungkapkan bahwa ia akan memilih Victor Wembanyama daripada Nikola Jokic, Luka Doncic, dan Giannis Antetokounmpo untuk membangun tim juara NBA. Legenda Prancis itu memuji kemampuan Wembanyama yang serbaguna di kedua sisi lapangan dan kecerdasan basketnya. 

"Saya akan memilih Wemby. Dia pemain yang paling komplet. Dia bermain di kedua sisi lapangan, dan dia masih muda. Dia akan terus berkembang," kata Parker.

Dengan beberapa superstar Eropa yang saat ini mendominasi NBA, termasuk Nikola Jokic, Luka Doncic, dan Giannis Antetokounmpo, Parker tidak ragu untuk memilih sesama warga Prancis.

Kekaguman Parker terhadap Wembanyama melampaui atribut fisik dan kemampuannya di lapangan. Parker juga menekankan kecerdasan basket dan pendekatan kepemimpinan Wembanyama.

"Yang saya sukai adalah dia menantang pelatih dan rekan setimnya, dan dia juga ingin memimpin dengan memberi contoh," jelas Parker. "Jadi, sebagai pelatih, itulah yang Anda inginkan. Anda menginginkan pemain yang akan menerjemahkan filosofi Anda dengan cara terbaik yang Anda bisa. Dan menurut saya dia adalah tipe pemain yang bermain menggunakan otaknya, dan ingin memahami mengapa kita melakukan hal-hal tertentu."

Pernyataan Parker yang juga mengejutkan adalah dirinya ingin melatih tim nasional Prancis. Parker mengatakan kalau itu salah satu ambisi jangka panjangnya, meskipun ia menekankan bahwa prioritasnya saat ini tetap ASVEL.

Wembanyama telah menyatakan dengan sangat jelas bahwa ia ingin memenangkan medali emas Olimpiade pertama bagi Prancis di cabang olahraga bola basket, dan timnya seharusnya menjadi salah satu favorit di Olimpiade 2028.

Frederic Fauthoux adalah pelatih kepala timnas Prancis saat ini, meskipun Parker, pada akhirnya, ingin mengambil alih posisi tersebut.

"Saya harap begitu, suatu hari nanti," kata Parker tentang melatih Tim Nasional Prancis, idealnya dengan Wemby di dalamnya. "Itu jelas salah satu impian saya."

Tentu saja, melatih tim yang dipimpin oleh Wembanyama sedikit lebih mudah daripada mengelola superstar lainnya, karena Wemby tidak memiliki ego yang besar dan dengan senang hati mendominasi di kedua sisi lapangan. Dia tidak hanya fokus pada mencetak poin, yang sangat dihargai oleh Parker.

"Dia bermain di kedua sisi lapangan, dan dia masih muda. Dia akan terus berkembang," puji Parker.

Dalam mimpinya menjadi pelatih kepala Prancis, Parker akan mengambil peran di belakang layar dan membiarkan pemain terbaiknya memimpin di dalam dan di luar lapangan.

"Yang saya sukai adalah dia menantang pelatih dan rekan setimnya, dan dia juga ingin memimpin dengan memberi contoh," tambahnya.

Wembanyama belum melobi pelatih tertentu, dan dia serta Fauthoux menghabiskan waktu bersama musim panas ini saat Prancis bermain di kualifikasi Olimpiade. Tim AS akan tetap menjadi kandidat terkuat di Los Angeles, tetapi dengan Wembanyama dan beberapa pemain NBA lainnya yang memenuhi syarat untuk bermain bagi Prancis, kejutan mungkin akan terjadi. (tor)

Foto: X@SpursReporter

Populer

Reaksi Lakers Setelah Kalah dari Warriors di Piala NBA
LeBron James Tidak Menyesal Pilih Philadelphia 76ers
Stephen Curry Buat Luka Doncic Terjatuh, Warriors Rebut Kemenangan Lakers
Video Crossover Viral, Stephen Curry Hanya Ingin Bersenang-senang
LeBron James Pimpin 76ers Kalahkan Knicks Lagi
Dominasi Wembanyama, Raup 43 Poin dan 6 Blok Lawan Timberwolves
Sejarah Valkyries! Juara WNBA Hanya dalam Dua Musim
Mike Brown Soroti Kebiasan Buruk Knicks Setelah Kalah Lagi dari Sixers
Giannis Antetokounmpo Memantik Api Kebangkitan Miami Heat
Pelita Jaya Tersingkir, Satria Muda Selangkah Pertahankan Gelar