Sejarah Valkyries! Juara WNBA Hanya dalam Dua Musim

| Penulis : 

Golden State Valkyries baru seumur jagung. Tapi tim ekspansi yang menjalani musim keduanya itu langsung mencetak sejarah. Valkyries berhasil menjadi juara WNBA 2026 setelah mengalahkan Atlanta Dream.

Final WNBA 2026 berlangsung dramatis. Valkyries melawan Dream dalam seri tujuh gim. Valkyries memastikan gelar setelah mengalahkan Dream 68-63 di Gim 7 pada Sabtu (31/10) di Chase Center, San Francisco.

Gelar itu menjadi pencapaian luar biasa bagi tim yang baru debut di WNBA pada 2025. Valkyries bahkan menjadi tim ekspansi pertama dalam sejarah WNBA yang mampu merebut gelar juara hanya pada musim kedua keberadaannya.

Perjalanan mereka terbilang singkat untuk mencapai puncak kompetisi. Pada musim debut 2025, Valkyries membuat kejutan dengan menjadi tim ekspansi pertama yang lolos ke playoff pada tahun perdana. Meski langkah mereka terhenti di putaran pertama oleh Minnesota Lynx.

Perjalanan menuju gelar juara juga tidak mudah. Valkyries harus melewati Dallas Wings pada putaran pertama playoff dengan kemenangan seri 2-1. Mereka kemudian tampil mengejutkan dengan menyapu bersih juara bertahan Las Vegas Aces 3-0 di semifinal.

Atlanta Dream menjadi ujian terakhir. Dream memberikan perlawanan sengit hingga memaksa final berlangsung dalam tujuh gim. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Final WNBA, perebutan gelar harus ditentukan melalui Gim 7.

Valkyries sempat tertinggal 2-1 dalam seri tersebut. Namun, perubahan susunan pemain yang dilakukan pelatih Natalie Nakase memberikan dampak besar. Valkyries akhirnya mampu membalikkan keadaan dan mengamankan gelar di hadapan pendukung sendiri.

Gabby Williams menjadi sosok utama dalam kemenangan bersejarah itu. Williams mencetak 30 poin dalam Gim 7. Williams juga membukukan 11 poin terakhir Valkyries pada kuarter ketiga, sebelum melanjutkan penampilan gemilangnya di kuarter keempat.

Williams kemudian dinobatkan sebagai MVP Final WNBA 2026. Pemain timnas Prancis itu mencatat rata-rata 19,6 poin, 3,6 rebound, 2,7 asis, dan 2,6 steal dengan akurasi tembakan 32,6 persen dalam tujuh gim.

“Sepanjang musim lalu, kami hanya mendengar, ‘Mereka tidak punya pemain bintang, mereka tidak punya talenta.’ Kami punya pemain-pemain hebat, para pemenang dan mereka siap bertarung demi memenangkan pertandingan. Kami telah membangun budaya yang luar biasa di sini,” ujar Williams.

Kemenangan Valkyries juga menjadi bukti bahwa gelar juara tidak selalu harus dibangun melalui kumpulan pemain bintang. Valkyries bahkan menjadi tim pertama yang memenangi gelar WNBA tanpa memiliki pemain yang masuk All-WNBA pada musim tersebut. (rag)

Foto: Kelley L Cox/Imagn Images

Populer

Reaksi Lakers Setelah Kalah dari Warriors di Piala NBA
Stephen Curry Buat Luka Doncic Terjatuh, Warriors Rebut Kemenangan Lakers
LeBron James Pimpin 76ers Kalahkan Knicks Lagi
Video Crossover Viral, Stephen Curry Hanya Ingin Bersenang-senang
Mike Brown Soroti Kebiasan Buruk Knicks Setelah Kalah Lagi dari Sixers
Giannis Antetokounmpo Memantik Api Kebangkitan Miami Heat
Pelita Jaya Tersingkir, Satria Muda Selangkah Pertahankan Gelar
Terulang Lagi, Dewa United Jumpa Satria Muda di Final All Indonesian
Kabar Buruk Thunder Datang Lagi, Chet Holmgren Menepi Hingga Januari
Ja dan "Dame Time" di Los Angeles