IBL melakukan perubahan regulasi untuk musim 2027. Salah satunya pengurangan kuota pemain asing. Kebijakan tersebut diharapkan membuka ruang bagi pemain lokal mendapatkan menit bermain dan lebih berkembang.

Dirut IBL Junas Miradiarsyah mengatakan bahwa pada musim 2027 setiap klub hanya diperbolehkan memiliki dua pemain asing. Jumlah itu lebih sedikit dari IBL 2026 saat klub bisa memiliki tiga pemain asing dengan dua pemain di lapangan.

“Di IBL 2027, klub bisa mengontrak dua pemain (asing), dua-duanya boleh bermain (bersamaan),” kata Junas dalam diskusi “Satu Ekosistem Basket Indonesia: Pembinaan, Liga, Industri dan Prestasi” yang pada Selasa (6/10) yang digelar oleh Jurnalis Suka dan Peduli Olahraga (Jusraga) di Senayan, Jakarta.

Baca juga: IBL 2027 Tetap Kandang-Tandang, Kurangi Jumlah Pemain Asing

Junas menyebutkan perubahan regulasi itu merupakan upaya IBL memberikan kesempatan yang lebih maksimal bagi pemain lokal. Kompetisi domestik diharapkan tidak hanya menjadi ajang persaingan klub. Tapi juga meningkatkan kualitas pemain lokal.

Dalam kesempatan tersebut, Junas menilai pengembangan pemain tidak bisa hanya bergantung pada kompetisi profesional. Pembinaan kelompok usia muda, khususnya pemain berusia 18 hingga 22 tahun, juga perlu diperkuat agar semakin banyak talenta yang siap masuk ke level IBL.

“Supaya bisa menyuplai lebih banyak pemain ke liga, kemudian pool pemainnya lebih banyak. Lebih banyak juga pilihan untuk kita bisa berprestasi di tingkat nasional dengan pool pemain yang lebih baik,” tutur Junas.

Baca juga: IBL All-Indonesian Digelar Akhir Bulan Oktober di Bogor

Langkah itu juga berkaitan dengan kebutuhan timnas. Semakin banyak pemain lokal memperoleh menit bermain di level klub, kualitas dan pengalaman diharapkan meningkat sehingga memberikan kontribusi lebih besar ketika memperkuat timnas.

Sekjen DPP Perbasi Nirmala Dewi menyambut positif arah regulasi tersebut. Menurutnya peningkatan jam terbang pemain lokal menjadi bagian penting dari persiapan menghadapi agenda internasional. Termasuk SEA Games 2027 di Malaysia.

“Kami bikin komposisi yang pas, yang menguntungkan juga buat pemain-pemain lokal. Supaya dapat banyak jam, dapat banyak menit untuk main di lapangan. Sehingga nanti berdampak kepada prestasi,” kata Nirmala.

Junas menegaskan IBL akan terus berjalan seiring dengan program Perbasi. Menurutnya liga memiliki tanggung jawab untuk mendukung federasi dalam membangun kekuatan basket nasional.

“Kami sebagai IBL punya satu peran untuk mendukung federasi, dan harus kita dukung untuk menciptakan prestasi nasional yang terbaik yang diinginkan,” tegas Junas. (rag)

Foto: Jusraga

Populer

Luka Doncic Senang Dengan Tim Barunya
Jaylen Brown Dominan, 76ers Kalahkan Knicks
Luka Doncic Impresif, JJ Redick Kagum
Warriors Mulai Merasakan Dampak Spekulasi Tentang Kristaps Porzingis
Nike LeBron 24, Sepatu Basket Teringan dari Lini 'Sang Raja'
Josh Hart Pilih Pertahankan Karier, Tolak Operasi Jari
Tim-tim EuroLeague Tolak Proposal NBA Eropa
Tyler Herro Butuh Waktu Untuk Beradaptasi
LeBron James Masih Dihantui Cedera
Tanpa Luka Doncic, Lakers Kocar-kacir Hadapi Warriors