IBL, pemilik klub, dan DPP Perbasi duduk bersama untuk membahas penyelenggaraan liga musim 2027. Poin penting yang dihasilkan antara lain, liga akan tetap memakai sistem kandang-tandang (home-and-away). Kemudian ada pengurangan jumlah pemain asing menjadi dua orang.
Pada pertemuan yang berlangsung di Jakarta tersebut, IBL dan para pemilik klub membahas rencana untuk memajukan ekosistem bolabasket kedepan yang selaras dengan visi federasi kedepannya, diantaranya menyepakati beberapa poin sebagai bagian dari persiapan memasuki musim IBL 2027.
Menurut informasi yang dibagikan IBL, para pemilik klub sepakat untuk melanjutkan sistem kandang-tandang. Kesepakatan tersebut menegaskan komitmen bersama untuk melanjutkan pengembangan klub berbasis kota sekaligus memperkuat hubungan klub dengan basis penggemar di daerah masing-masing.
Klub juga menyampaikan dampak positif yang mulai dirasakan melalui format yang telah berlangsung dua tahun terakhir, dan menjadi landasan semangat untuk berupaya terus mengembangkan ekosistem bolabasket di wilayah masing-masing. Serta secara kolektif membantu peningkatan popularitas bolabasket secara nasional.
"Basis penggemar di Medan sudah mulai terbentuk. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah penonton yang datang langsung ke arena pada musim 2026. Dengan berlanjutnya format ini, kami berharap hubungan antara klub dengan masyarakat dan penggemar basket di Medan semakin kuat," ujar Erwin, dari klub Rajawali Medan.
Leo Gautama dari klub Bogor Hornbills juga memandang pentingnya format ini sebagai sarana untuk mendorong perkembangan basket di daerah.
"Home-and-away merupakan suatu kemajuan yang bagus bagi semua. Sistem ini membuka kemungkinan yang lebih besar terhadap perkembangan basket di daerah. Karena itu, menurut kami sistem ini harus dipertahankan," timpal Leo.
Namun liga juga tidak menutup mata, bahwa masih ada catatan-catatan yang harus diperbaiki baik oleh penyelenggara liga, federasi, dan juga klub.
Sementara itu, poin penting kedua adalah perubahan regulasi untuk pemain asing di setiap klub pada musim 2027. Kali ini semua sepakat bahwa penggunaan pemain asing maksimal menjadi dua pemain asing.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk memberikan ruang dan kesempatan bermain yang lebih banyak kepada pemain lokal. Dengan bertambahnya menit bermain, diharapkan juga berdampak kepada kualitas pemain Indonesia. Selain itu, kesempatan bermain tersebut diharapkan dapat memperluas pilihan pemain berkualitas serta mendukung kebutuhan Tim Nasional.
Menanggapi poin kedua ini, liga akan segera membahas aturan teknis bersama klub dalam waktu dekat. Aturan tersebut mencakup mekanisme pergantian pemain asing serta berbagai ketentuan teknis lainnya yang berkaitan dengan implementasi regulasi pemain asing sepanjang musim. (tor)
Foto: IBL Indonesia