Babak Baru Dimulai di Los Angeles

| Penulis : 

Babak baru bola basket Los Angeles Lakers resmi dimulai pada hari Senin (28/9) waktu setempat, di UCLA Health Training Center di El Segundo, California.

Tidak ada sosok LeBron James. Untuk pertama kalinya sejak musim 2017-2018, Lakers memasuki Media Day dan bersiap menghadapi musim NBA tanpa kehadiran salah satu pemain terhebat dalam sejarah liga yang mengenakan seragam ungu-emas tersebut. Kini, sorotan tertuju pada Luka Doncic dan Austin Reaves, yang dikelilingi oleh susunan pemain yang telah dirombak secara drastis untuk bermain lebih muda, lebih cepat, dan—yang mungkin paling penting—lebih baik dalam aspek pertahanan.

Pesan yang muncul dari El Segundo sangat jelas: ini bukan tim yang hanya ingin sekadar melewati tahun transisi.

Tujuannya tetaplah meraih gelar juara.

Dan bagi pelatih kepala JJ Redick, mencapai level tersebut adalah sebuah proses, bukan sekadar pernyataan yang dibuat pada bulan September. "Bagian dari pola pikir kami adalah terus berkembang setiap harinya dan menjadi tim yang berada di level juara."

Redick menegaskan bahwa tidak ada tim NBA yang memulai kamp pelatihan dengan langsung bermain layaknya tim juara. Tantangannya, kata dia, adalah berkembang menjadi tim seperti itu sepanjang musim berjalan.

Perjalanan itu dimulai dengan skuad Lakers yang tampak sangat berbeda dibandingkan tim yang mencatatkan rekor 53-29 musim lalu sebelum tersingkir di semifinal Wilayah Barat. Los Angeles mendatangkan Walker Kessler, Quentin Grimes, Jaden Hardy, Kevon Looney, Sandro Mamukelashvili, Collin Sexton, Matisse Thybulle, dan Ziaire Williams, di antara pemain lainnya, sembari melangkah ke era pasca-LeBron dengan Doncic dan Reaves sebagai poros utama waralaba ini.

INI ADALAH TIM MILIK LUKA DAN AUSTIN

Doncic tidak perlu lagi bertanya-tanya tim siapa ini nantinya.

Redick memperjelas arah organisasi saat sesi wawancara pramusim Lakers, dengan menyebut Doncic dan Reaves sebagai pemain yang menjadi fondasi bagi pembentukan tim baru ini. Kedua pemain ini kini memikul tanggung jawab besar, tidak hanya dalam hal penyerangan, tetapi juga kepemimpinan—peran yang menjadi semakin krusial setelah kepergian James di masa jeda musim.

Bagi Doncic, transisi ini terasa alami.

Ia telah menunjukkan kesediaannya untuk berperan lebih dari sekadar pencetak skor utama Lakers. Pemain berusia 27 tahun ini mengakui pada musim panas lalu bahwa kepemimpinan telah menjadi bagian yang jauh lebih penting dalam kariernya dibandingkan saat ia pertama kali bergabung dengan liga.

Saat acara Media Day, ia juga berbicara dengan antusias mengenai susunan pemain Lakers yang telah dirombak serta peluang untuk memimpin tim tersebut.

Doncic mengaku menyukai para pemain baru yang didatangkan Los Angeles; ia menilai beberapa pemain baru tersebut sebagai sosok yang kemampuannya kurang diapresiasi (underrated) dan menyatakan kegembiraannya untuk akhirnya bisa bermain bersama mereka.

Sementara itu, Reaves kembali setelah mendapatkan kontrak baru berdurasi empat tahun dan memasuki musim keenamnya bersama Lakers dengan status yang jauh berbeda dibandingkan saat ia tiba di Los Angeles pada tahun 2021 sebagai pemain yang tidak terpilih dalam draf (undrafted): kini, ia adalah salah satu pilar utama waralaba tersebut.

Bersama-sama, Doncic dan Reaves memberikan dua kreator permainan kelas atas bagi Redick; keduanya mampu mengendalikan tempo, menembus pertahanan lawan, dan menciptakan peluang tembakan bagi rekan-rekan setim pendukung yang kini memiliki kemampuan atletis lebih baik.

Namun, perkembangan paling penting mungkin justru terjadi ribuan mil jauhnya dari Los Angeles.

KUTIPAN PENTING DARI LUKA DONCIC

Tentang Ekspektasi Juara: 
"Secara realistis, saya akan bilang juara, karena jika itu bukan tujuan Anda, saya tidak tahu untuk apa Anda berada di sini... MVP, tentu saja saya ingin meraihnya suatu hari nanti, tapi hal itu tidak akan tercapai jika tim tidak tampil bagus."

Tentang Mengemban Peran Pemimpin Setelah Kepergian LeBron James: 
"Ini seperti tantangan baru. Saya suka tantangan. Saya tidak bisa bilang saya merasa berbeda, tapi saya merasa terhormat... Saya sudah sering berada dalam situasi seperti ini sepanjang karier saya, jadi ini bukan hal baru, tapi perasaan saya sangat baik. Saya merasa antusias dan, seperti yang saya katakan, saya siap beraksi."

Tentang Membangun Kekompakan Tim di Slovenia: 
Ia menyebutkan bahwa perjalanan tim ke Slovenia menciptakan "lingkungan yang baik bagi para pemain Lakers untuk saling mengenal di luar urusan pekerjaan."

KUTIPAN PILIHAN AUSTIN REAVES

Tentang peran dan pola pikir barunya:
"Tidak ada yang benar-benar berubah dari cara saya menyikapi pertandingan. Saya selalu masuk ke setiap pertandingan dengan tekad untuk menang. Saya tidak bilang bahwa saya harus mencetak 25 poin setiap malam. Saya di sini untuk melakukan apa pun demi kesuksesan tim kami."

Tentang mengambil peran kepemimpinan setelah kepergian LeBron James:
"Saya tidak akan memimpin dengan cara yang sama seperti Bron atau Luka.
"Tapi menurut saya, Anda harus menjadi diri sendiri dan melakukan apa yang membuat Anda merasa nyaman."

KUTIPAN TERBAIK WALKER KESSLER

Tentang Menangkap Umpan Lob dari Luka Doncic:
"itu akan menjadi bagian besar dari skema serangan. Hal itu terjadi saat kami berkunjung ke Slovenia. Saya berada di sana, menangkap umpan lob pertama—sepertinya dia bahkan tidak sedang melihat ke arah saya. Dia hanya melemparnya begitu saja dan saya sudah ada di posisi yang tepat. Saya sering mendengar orang membicarakan hal itu terkait bermain bersamanya. Saya menangkap bola itu, melakukan dunk, berlari kembali ke sisi lapangan lain, melakukan high-five, dan saya pun berpikir, 'ya, saya bisa terbiasa dengan ini!'"

Tentang Menghadapi Tekanan di Los Angeles:
"Menurut saya, ini lebih merupakan sebuah kesempatan. Bermain untuk waralaba yang bersejarah, menjadi bagian dari sejarah seperti ini—saya tidak benar-benar merasa tertekan."

DARI EL SEGUNDO KE SLOVENIA: Membangun Tim Sebelum Pemusatan Latihan

Bahkan sebelum para pemain Lakers melapor untuk pemusatan latihan, Doncic sudah mulai membangun kekompakan tim.

Selama jeda musim, dia mengundang hampir seluruh anggota tim ke kampung halamannya di Slovenia untuk perjalanan mempererat keakraban dan mini-camp informal sebelum musim dimulai. Doncic menanggung seluruh biayanya, mengumpulkan rekan-rekan setimnya untuk latihan basket, pickup games, makan malam, dan kegiatan rekreasi, sekaligus memberi mereka kesempatan untuk lebih mengenal sosok pemimpin baru tim mereka serta satu sama lain.

Perjalanan tersebut mencakup latihan basket serta kegiatan golf, boling, dayung, dan wisata keliling Ljubljana. Para pemain maupun staf pelatih turut berpartisipasi, dan pengalaman ini menjadi langkah awal yang penting bagi tim yang sedang mengintegrasikan begitu banyak wajah baru.

"Kami mengadakan dua pertandingan santai," ujar Doncic, seraya menjelaskan bahwa tujuan utamanya adalah untuk saling mengenal di luar urusan basket.

Suasana ternyata menjadi kompetitif bahkan saat tidak ada bola basket yang dimainkan.

Reaves sempat berseloroh saat Media Day tentang bagaimana kelompoknya mengalahkan Doncic dalam beberapa kegiatan di Slovenia, termasuk dayung, golf, dan boling. Doncic dengan cepat membalas dengan mengingatkan para wartawan bahwa dia baru saja mengalahkan Reaves dalam permainan golf. Aksi saling balas komentar itu memancing tawa, namun di balik humor tersebut tersimpan sesuatu yang mungkin lebih penting: bukti adanya hubungan yang tulus antara dua pemain paling penting Lakers.

Jake LaRavia memberikan komentar yang mungkin paling menarik... ...gambaran mengenai sambutan yang diterima tim di negara asal Doncic: "Kami bergerak layaknya seorang presiden di sana."

Perhatian luar biasa terhadap Lakers terus mengikuti mereka bahkan saat berada di luar negeri.

Bagi skuad yang diperkuat sembilan pemain baru, empat hari kebersamaan tersebut mungkin jauh lebih berharga dibandingkan sekadar tambahan sesi latihan di bulan Agustus.

Momen itu memberi kesempatan bagi para pemain untuk saling bertukar nomor kontak, mengenal kepribadian satu sama lain, dan membangun hubungan sebelum tekanan musim NBA dimulai.

TIM LAKERS YANG LEBIH MUDA DAN CEPAT

Perjalanan ke Slovenia juga memberikan gambaran awal mengenai betapa berbedanya wajah tim Lakers kali ini.

Los Angeles sengaja membangun tim yang lebih muda dan atletis di sekeliling Doncic dan Reaves. Tujuannya adalah membentuk skuad yang mampu bermain dengan tempo lebih tinggi, menyerang dalam situasi transisi, serta menjaga tingkat energi melalui rotasi pemain yang lebih dalam.

Sebelum kamp pelatihan dimulai, Redick menyatakan bahwa untuk pertama kalinya selama menjabat sebagai pelatih Lakers, ia merasa komposisi pemainnya sangat pas satu sama lain.

Kecocokan tersebut sangat krusial bagi aspek penyerangan.

Doncic tetap menjadi salah satu kreator serangan half-court paling mematikan di dunia basket; namun, dengan dikelilingi oleh pemain yang piawai berlari, melakukan cut, menembak, dan menjadi ancaman vertikal, tercipta peluang untuk mencetak angka lebih awal dalam durasi penguasaan bola (shot clock), alih-alih memaksakan setiap serangan menjadi pola half-court yang lambat dan terencana.

Reaves berperan sebagai kreator serangan kedua. Sexton menambah kecepatan dan kemampuan menekan pertahanan lawan dengan serangan langsung ke arah ring. Grimes mampu membuka ruang permainan (spacing) dan bertahan di area perimeter. Mamukelashvili menawarkan kemampuan menembak dan mengumpan dari posisi frontcourt. Looney menghadirkan pengalaman, kemampuan melakukan screen, serta keahlian rebounding.

Lalu, ada sosok pendatang baru yang mungkin paling penting di antara semuanya.

WALKER KESSLER MENGUBAH PERHITUNGAN

Hanya sedikit tambahan pemain di masa jeda musim yang mampu menjawab kebutuhan terbesar Lakers secara langsung seperti halnya Walker Kessler.

Pemain berposisi center dengan tinggi badan 7 kaki 2 inci (sekitar 218 cm) ini datang dari Utah dengan potensi untuk mengubah performa Los Angeles, baik dalam aspek penyerangan maupun pertahanan.

Doncic secara terbuka menunjukkan betapa besarnya dukungannya terhadap perekrutan ini. "Saya sangat menginginkan dia." Doncic mengatakan bahwa Kessler selalu menjadi lawan yang sulit dihadapi dan menilai sang pemain sangat cocok dengan tim berkat kemampuan perlindungan area dekat ring (rim protection) serta perkembangan kemampuan ofensifnya yang terus berlanjut.

Di sisi lain, Kessler memahami betul potensi dampak dari bermain bersama Doncic.

Saat membahas skema permainan lob dalam acara Media Day, Kessler berkata:

"Itu akan menjadi bagian yang sangat besar dari permainan ofensif kami."

Keduanya telah memiliki kesempatan untuk membangun chemistry tersebut selama pemusatan latihan singkat (minicamp) Slovenia.

Selama ini, Doncic tampil paling berbahaya saat diduetkan dengan pemain berposisi center yang atletis dan mampu melakukan screen, bergerak cepat menuju ring (rolling hard), serta menyelesaikan serangan dengan aksi di atas ring (finishing above the rim). Kessler menghadirkan semua kemampuan tersebut.

Namun, peran Kessler yang mungkin lebih krusial justru terletak pada aspek pertahanan.

PERTAHANAN BISA MENENTUKAN NASIB MUSIM INI

Lakers memenangkan 53 pertandingan musim lalu, namun pertahanan mereka tidak tampil di level yang biasanya dimiliki oleh tim juara.

Hal ini menjadikan peningkatan aspek pertahanan sebagai salah satu prioritas utama Redick menjelang musim 2026-2027.

Kessler menawarkan sesuatu yang secara konsisten tidak dimiliki Lakers musim lalu: pelindung area dekat ring (rim protector) yang tangguh di lini belakang pertahanan. Di sekelilingnya, Los Angeles telah mendatangkan atau mempertahankan beberapa pemain bertahan perimeter yang memiliki postur jangkung dan kemampuan serbabisa, termasuk Quentin Grimes, Matisse Thybulle, Jarred Vanderbilt, Ziaire Williams, dan Adou Thiero.

Ada potensi bagi Redick untuk menerapkan strategi pertahanan yang lebih agresif, mengingat Kessler mampu menjaga area paint (dekat keranjang) di belakang para pemain guard.

Hal ini menjadi sangat penting mengingat Doncic dan Reaves diperkirakan akan memikul beban serangan yang sangat berat.

Lakers tidak serta-merta menuntut para guard bintang mereka untuk langsung menjadi pemain bertahan individu yang elite dalam semalam. Mereka membutuhkan konektivitas, komunikasi, dan kerja keras dalam sebuah sistem yang dirancang untuk melindungi para pemain tersebut sekaligus memaksimalkan kehadiran Kessler di dekat keranjang.

Bagi tim dengan ambisi juara, perkembangan di aspek ini bisa menentukan seberapa jauh prestasi yang mampu mereka capai.

PARA PEMAIN BARU TIDAK GENTAR MENGHADAPI TEKANAN

Bermain untuk Lakers tidak pernah sekadar menjadi tugas biasa di NBA.

Sorotan yang tertuju jauh lebih besar. Ekspektasi yang muncul pun lebih lantang. Setiap rentetan kekalahan memicu perdebatan. Setiap kegagalan di babak playoff menjadi ajang penilaian publik yang keras.

Kessler, Sandro Mamukelashvili, dan Quentin Grimes menanggapi kenyataan tersebut pada hari Senin, dengan menegaskan bahwa mereka memandang tekanan di Los Angeles sebagai sesuatu untuk dihadapi dan dirangkul, bukan dihindari.

Grimes secara khusus merasa sangat optimistis dengan potensi tim ini.

Ia mengatakan bahwa para pemain Lakers telah membangun ikatan dengan sangat cepat, baik secara personal maupun di lapangan, dan memprediksi bahwa mereka bisa: "Mengejutkan banyak orang tahun ini."

Ia juga menegaskan niatnya untuk bersaing memperebutkan salah satu posisi starter yang masih tersedia dalam skema Redick, alih-alih berasumsi bahwa posisi tersebut akan diberikan begitu saja kepadanya.

Persaingan internal ini bisa menjadi salah satu cerita paling menarik selama kamp pelatihan (training camp).

Doncic, Reaves, dan Kessler tampaknya menjadi fondasi utama susunan pemain inti (starting lineup). Sementara itu, komposisi pemain lainnya masih sangat fleksibel. Bronny Juga Memulai Babak Baru yang Berbeda

Era pasca-LeBron memiliki makna yang cukup unik bagi Bronny James.

Selama dua musim pertama karier profesionalnya, pengalaman Bronny bersama Lakers tak terpisahkan dari sosok sang ayah. Mereka mencatatkan sejarah NBA sebagai pasangan ayah-anak pertama di liga yang tampil bersama dalam sebuah pertandingan.

Babak itu kini telah usai.

Kini, Bronny memasuki masa pemusatan latihan dengan peluang untuk membangun identitas yang lebih mandiri.

Saat Media Day, ia menggambarkan absennya sang ayah sebagai sesuatu yang berbeda namun juga hal yang ingin ia jalani; ia mengaku antusias menyambut perubahan tersebut maupun musim yang akan datang.

Bagi James muda, pengembangan diri kini menjadi prioritas utama.

21 PEMAIN MENJELANG PEMUSATAN LATIHAN LAKERS

Pemusatan latihan dimulai segera setelah Media Day, dengan Los Angeles membawa kelompok berisi 21 pemain yang merupakan gabungan dari pemain dengan kontrak standar, pemain two-way, dan pemain tambahan untuk pemusatan latihan.

Daftar pemain dalam kelompok tersebut adalah:

Luka Doncic
Austin Reaves
Walker Kessler
Quentin Grimes
Collin Sexton
Jaden Hardy
Bronny James
Cameron Carr
Dalton Knecht
Adou Thiero
Jake LaRavia
Jarred Vanderbilt
Matisse Thybulle
Ziaire Williams
Sandro Mamukelashvili
Kevon Looney
Arthur Kaluma — *two-way*
Chris Mañon — *two-way*
AK Okereke — *two-way*
William Kyle III — tambahan pemusatan latihan/Exhibit 10
Cole Swider — tambahan pemusatan latihan/Exhibit 10

Los Angeles merekrut Kyle dan Swider tepat sebelum Media Day sembari melepas Meechie Johnson Jr. dan Chase Ross. Daftar pemain NBA dan catatan transaksi Lakers saat ini juga mengonfirmasi keberadaan pemain seperti Thiero, Grimes, Hardy, Thybulle, Vanderbilt, serta anggota kelompok pemusatan latihan lainnya.

Tidak semua pemain di pemusatan latihan akan masuk dalam daftar pemain musim reguler, sehingga sesi latihan dan jadwal pramusim mendatang menjadi sangat penting bagi para pemain yang bersaing memperebutkan posisi terakhir dalam tim.

PERJALANAN DIMULAI DI EL SEGUNDO

Media Day dirancang untuk menumbuhkan optimisme.

Setiap tim berada dalam kondisi sehat atau berharap demikian. Setiap pemain baru dianggap cocok dengan tim. Setiap pelatih memiliki rencana. Setiap pemain yakin akan adanya peningkatan performa.

Lakers sadar bahwa jawaban yang sesungguhnya baru akan terjawab nanti.

Namun, suasana di dalam UCLA Health Training Center pada hari Senin itu terasa sangat berbeda.

Era LeBron James telah berakhir.

Era Luka Doncic telah resmi dimulai.

Doncic dan Reaves kini menjadi poros utama dalam struktur kepemimpinan tim. Kessler menghadirkan sosok jangkar pertahanan dan keunggulan postur vertikal yang selama ini didambakan Los Angeles. Sementara itu, kehadiran Grimes, Sexton, Thybulle, Mamukelashvili, Looney, dan Williams memberikan lebih banyak opsi bagi Redick. Skuad ini lebih muda, lebih atletis, dan berpotensi memainkan permainan dengan tempo lebih cepat.

Dan yang mungkin paling penting, Lakers kali ini tidak menunggu hingga kamp pelatihan dimulai untuk benar-benar menyatu sebagai sebuah tim.

Mereka memulainya di Slovenia.

Mereka berlatih bersama, saling berhadapan dalam kompetisi, serta makan bersama. Mereka juga bermain golf, mendayung, bermain boling, dan bepergian bersama. Seorang bintang besar rela membiayai perjalanan rekan-rekan setim barunya melintasi separuh dunia karena ia paham bahwa untuk meraih kemenangan di bulan Juni, mereka perlu saling mengenal sejak bulan Agustus.

Kini, suasana beralih dari Ljubljana ke El Segundo.

Canda tawa dari perjalanan di Slovenia kini berganti dengan sesi latihan, pengaturan rotasi, skema pertahanan, dan persaingan internal dalam skuad.

Tujuan utama di balik semua itu tetaplah sama, tujuan yang telah menjadi ciri khas Lakers selama beberapa generasi:

Bersaing memperebutkan gelar juara.

Bagi Doncic, Reaves, Redick, dan skuad Lakers dengan wajah baru ini, babak selanjutnya dimulai sekarang. (Thomas Kurniady)

MainBasket melaporkan langsung dari fasilitas latihan Lakers.

Foto: Los Angeles Lakers

Populer

Pengorbanan adalah Kunci Kesuksesan Philadelphia 76ers
9 Pemain Memperkenalkan Jersei Baru Mereka di NBA Media Day
Sepatu-sepatu LeBron James di Media Day
Peran Besar Menanti Damian Lillard di Portland
Jayson Tatum Ambil Peran Lebih Besar di Celtics
Jaylen Brown Masih Beradaptasi Karena Bermain di Tim Mantan Rivalnya
Stephen Curry Tak Kejar Uang, Buka Jalan Warriors Mengejar Juara
Luka Doncic Tak Terbebani Jadi Pemimpin Lakers Setelah LeBron Pergi
Kekalahan Final NBA 2026 Membekas, Wemby Jadikan Luka sebagai Motivasi
Babak Baru Dimulai di Los Angeles