Marcus Smart membuka babak baru dengan Houston Rockets pada musim 2026-2027. Namun, perpindahan Smart itu menyisakan cerita yang belum selesai dari masa singkatnya dengan Los Angeles Lakers.
Ada keputusan yang membuat Smart memilih meninggalkan Los Angeles setelah hanya semusim. Pemain berusia 32 tahun itu akhirnya mengungkap apa yang terjadi di balik keputusannya dalam wawancara yang dilansir melalui Houston Chronicle.
Smart mengaku mendapat tawaran kontrak yang sebenarnya lebih besar dari Lakers. Namun, Smart menyebut tawaran tersebut “disrespectful” alias tidak menghargai kontribusinya.
Baca juga: Luka Doncic dalam Kondisi Terbaik, Lakers Menyambut Era Baru
“Saya bermain dengan sangat baik sehingga tawaran yang akhirnya diberikan tidak sebanding dengan performa yang saya tunjukkan,” ujar Defensive Player of the Year 2022 tersebut.
Smart resmi bergabung dengan Houston Rockets pada 10 Juli lalui. Ia memilih kembali ke Texas dengan kontrak dua tahun senilai sekitar 12,4 juta dolar AS. Ada opsi pemain dalam tahun kedua kesepakatan tersebut.
Menariknya, nilai yang ditawarkan Lakers sebenarnya lebih besar. Namun, Smart merasa durasi dan keamanan kontrak yang diberikan tidak sesuai dengan performanya sepanjang musim 2025-2026.
Smart juga membandingkan tawaran tersebut dengan kontrak yang diterima sejumlah pemain lain. Menurutnya, ada pemain yang tampil lebih buruk tetapi mendapatkan kesepakatan yang lebih menguntungkan.
Baca juga: Anthony Davis Berkunjung ke Lakers, Penonton Dapat Replika Cincin Juara 2020
“Terutama ketika melihat pemain-pemain yang bermain jauh lebih buruk daripada saya, tetapi mendapatkan tawaran seperti itu. Kemudian, tidak ada keamanan (durasi kontrak) yang kami inginkan yang mereka bersedia berikan,” lanjutnya.
Smart memang menjalani musim yang cukup solid bersama Lakers. Ia tampil dalam 62 pertandingan musim reguler dengan rata-rata 9,3 poin, 2,8 rebound, 3 asis, dan 1,4 steal per gim.
Perannya bahkan semakin terlihat ketika Lakers menghadapi Rockets pada putaran pertama playoff 2026. Smart mencatat rata-rata 14,7 poin, 3,7 rebound, 5,5 asis, dan 2,7 steal dalam enam pertandingan melawan Houston. Lakers akhirnya menyingkirkan Rockets.
Namun, Lakers memilih merombak roster pada musim panas. Berdasarkan berbagai laporan, Lakers mendatangkan sejumlah pemain baru dan mengalokasikan hampir 480 juta dolar AS dalam total 26 tahun kontrak.
Rockets memberikan sesuatu yang menurut Smart ia cari yaitu kesempatan untuk mendapatkan kontrak dengan kombinasi nilai dan durasi yang sesuai dengan kebutuhannya.
“Mereka memberi saya kesempatan untuk mencoba mendapatkan apa yang sudah saya perjuangkan dan apa yang selama ini saya kerjakan keras untuk diberikan kepada keluarga saya,” ujar Smart.
Kepindahan tersebut sekaligus mempertemukan Smart kembali dengan Ime Udoka. Keduanya pernah bekerja sama di Boston Celtics ketika Smart meraih penghargaan sebagai pemain bertahan terbaik. (rag)
Foto: NBA