Jayson Tatum akhirnya buka suara mengenai hubungannya dengan Jaylen Brown. Setelah Boston Celtics menukar Brown ke Philadelphia 76ers, hubungan kedua pemain tersebut dikabarkan renggang. Tapi baru-baru ini Tatum menyangkal hal tersebut.
Dalam wawancara dengan Dan Patrick Show, Tatum meluruskan berbagai spekulasi tentang hubungannya dengan Brown. Ia juga menegaskan bahwa tetap memiliki rasa hormat terhadap rekan yang bersamanya selama hampir satu dekade itu.
Alih-alih memandang sebagai sesuatu yang disesali, Tatum menilai perjalanan panjang bersama Brown lebih layak dikenang. “Banyak sekali narasi yang beredar. Banyak juga opini dan spekulasi yang berbeda-beda. Bagi saya, saya menyayangi dia (Brown),” ucap Tatum.
Baca juga: Paul George Paham Ekspektasi Besar Celtics Usai Kepergian Jaylen Brown
Baik Tatum maupun Brown bergabung dengan Celtics sebagai No. 3 NBA Draft. Brown lebih dulu pada tahun 2016 dari University of California Berkeley. Sedangkan Tatum masuk tahun berikutnya dari Duke University.
Selama sembilan tahun bersama, Tatum dan Brown membawa Celtics lima kali tampil di Final Wilayah Timur dan dua kali mencapai Final NBA. Puncaknya terjadi pada 2024 ketika mereka berhasil membawa Boston meraih gelar NBA usai mengalahkan Mavericks 4-1.
“Kami pergi ke final konferensi lima kali, ke final NBA dua kali, memenangkan satu kejuaraan, dan berbagi All-Star Game. Kalian tidak bisa membicarakan dia tanpa membicarakan saya, begitu juga sebaliknya,” kata Tatum.
Baca juga: Derrick White Berpotensi Jadi Aset Pertukaran Celtics Berikutnya
Tatum juga mengakui bahwa perjalanan mereka tidak terlepas dari berbagai spekulasi. Hubungan keduanya kerap menjadi bahan pembicaraan. Terutama ketika muncul anggapan bahwa Celtics harus memilih salah satu dari dua bintang tersebut.
Menurut Tatum, banyak pihak berusaha membuat seolah-olah dirinya dan Brown berada dalam persaingan. Namun, ia melihat situasinya berbeda. “Kami hanyalah dua anak muda yang tumbuh bersama di liga ini dan benar-benar saling mendorong,” imbuhnya.
Perpisahan mereka pada akhirnya tidak terlepas dari sisi bisnis NBA. Celtics membuat keputusan sulit untuk keluar dari persoalan finansial dan salary cap. Baik Tatum dan Brown merupakan dua pemain dengan kontrak supermaksimal.
“Sayangnya, urusan bisnis dalam basket akan selalu memainkan peran. Tidak ada yang pernah bermain bersama selamanya. Tapi ini bukan sesuatu yang harus disedihkan atau disesali. Justru ini sesuatu yang harus dirayakan, melihat apa yang sudah bisa kami capai bersama,” pungkas Tatum. (rag)
Foto: NBA