Keputusan LeBron James bergabung dengan Philadelphia 76ers memicu reaksi di media sosial. Saat gelombang kritik “menyerang” LeBron, Kevin Durant memberi pembelaan terhadap rival sekaligus sahabatnya tersebut.
KD menolak gagasan bahwa pemain perlu menghabiskan seluruh kariernya dengan satu tim untuk meningkatkan prestasinya. Gagasan itu yang membuat LeBron dibandingkan dengan Michael Jordan dan Kobe Bryant.
“Siapa peduli. Mereka semua bermain lebih dari 15 musim dan memberikan segalanya untuk kultur olahraga bahkan untuk dunia itu sendiri. Hal-hala lainnya hanyalah kebisingan bagi saya,” kata KD melalui laman X pribadinya.
Baca juga: New York Knicks Dikabarkan Menolak LeBron James
KD menilai banyak komentar yang menyerang LeBron sudah keterlaluan. Menurut pemain Houston Rockets itu, apapun yang dilakukan LeBron selalu menjadi sasaran kritik. Bahkan ketika keputusan itu diambil demi mengejar peluang juara terakhir dalam kariernya.
LeBron akhirnya memilih Sixers sebagai pelabuhan terakhir dalam kariernya. MVP dan juara NBA empat kali itu menekan kontrak minimum veteran berdurasi dua tahun dengan nilai 8 juta Dolar AS plus opsi pemain di tahun kedua.
A post shared by Playmaker Hoops (@playmakerhoops)
Selain topik peluang Sixers menjadi juara, media sosial juga terbelah dengan komentar negatif yang mempertanyakan keputusan LeBron pindah tim. Perpindahan tersebut menjadi yang keempat dalam kariernya.
LeBron memperkuat Cleveland Cavaliers dalam tujuh tahun pertama dalam kariernya. Merasa Cavaliers saat itu sulit meraih gelar, LeBron membuat keputusan mengejutkan dengan bergabung dengan Miami Heat pada 2020.
Baca juga: Menyusul LeBron ke Sixers, Kentavious Caldwell-Pope Incar Cincin Ketiga
Ia kemudian membentuk tim super bersama Dwyane Wade dan Chris Bosh. Heat berhasil menjadi juara NBA 2012 dan 2013 yang menjadi dua cincin pertama dalam karier LeBron. Setelah itu LeBron memenuhi janjinya kembali ke Cleveland dan juara pada 2016. Berikutnya pindah ke Lakers pada 2018 dan juara pada 2020.
KD berpendapat bahwa gagasan menghabiskan seluruh karier dengans atu tim terasa tidak relevan. Terutama karena finansial dan aturan batasan gaji yang telah banyak berubah sejak era Jordan dan Kobe.
“Saya mengerti kenapa kalian melihatnya seperti itu. Karena kalian adalah penonton. Tapi ketika kalian benar-benar menjalaninya sebagai pemain, sudut pandangnya akan sangat berbeda,” tutur MVP NBA 2014 itu.
Pembelaan KD juga menarik karena ia juga mengalami hal yang serupa. KD meninggalkan Oklahoma City Thunder untuk bergabung dengan Warriors. KD menjadi bagian dari Warriors saat juara NBA 2017 dan 2018. Saat itu KD dan Warriors menundukkan Cavaliers yang dipimpin oleh LeBron. (rag)
Foto: Kenneth Richmond/AFP