Jika mengikuti saga free agency LeBron James, maka sudah pasti telah mendengarkan CEO Klutch Sports, Rich Paul, di "Game Over", sebuah podcast yang dipandu olehnya. Di Game Over-lah Paul pertama kali mengkonfirmasi 76ers sebagai kemungkinan tujuan bagi juara NBA empat kali tersebut. Di Game Over juga presiden Harris Blitzer Sports & Entertainment, Bob Myers, secara langsung mengajak LeBron untuk bergabung dengan Sixers. Sekarang, di saluran yang sama, Paul menjelaskan alasan LeBron menandatangani kontrak dengan Philadelphia.
Salah satu pembawa acara Game Over, Max Kellerman, bertanya kepada Paul berapa lama LeBron menimang keputusan bahwa ia akan menandatangani kontrak dengan 76ers sebelum pengumuman tersebut dipublikasikan.
"Dia baru saja memutuskan itu, 100 persen," kata Paul, yang menambahkan bahwa pertimbangannya cukup ketat di semua lini.
Paul menambahkan bahwa, "betapa sulitnya (LeBron James) meninggalkan Miami dan meninggalkan Cleveland, dan siapa yang tidak ingin bermain dengan Steph Curry dan Draymond Green?"
Pada hari Jumat (24/7), setelah ESPN pertama kali melaporkan bahwa LeBron akan bergabung dengan 76ers, legenda sepanjang masa itu menggunakan media sosial untuk merilis sebuah pernyataan. LeBron menyebutkan "kesempatan untuk merasakan kemenangan kejuaraan lagi" sebagai motivasi utamanya untuk datang ke Philadelphia.
"Saya percaya saya dapat membantu menjadikan Philadelphia 76ers tim juara dan saya sangat bersemangat untuk membangkitkan basis penggemar baru dan memulai perjalanan luar biasa ini untuk terakhir kalinya," tulisnya di X.
Pertanyaan besar seputar keputusan LeBron adalah apakah kehidupan keluarganya, yang berakar kuat di Los Angeles, akan memainkan peran dalam keputusannya untuk bergabung dengan Philadelphia. Paul juga membahas bagaimana keluarga LeBron berperan dalam keputusannya untuk bergabung dengan Philadelphia.
"Ya, jarak, itu memainkan peran besar," kata Paul. "Saya pikir dia membicarakannya, hanya karena jaraknya yang sangat jauh. Saya pikir itu adalah bukti betapa berartinya keluarganya baginya dan bagaimana mereka mendukungnya dalam memahami kecintaannya pada permainan ini."
"Tidak ada seorang pun di level ini yang begitu sukses, begitu berhasil dalam hidup, masih ingin bermain. Saya tidak tahu apa lagi yang bisa Anda katakan selain seseorang yang sangat terobsesi dengan permainan bola basket," tambah Paul.
Soal permainan, LeBron diperkirakan akan mengambil peran pelengkap di usia 41 tahun. Sebab 76ers memiliki pemain sayap Jaylen Brown dan garda utama Tyrese Maxey masing-masing berada di urutan keempat dan kelima dalam poin per gim. Dengan dua pemain yang dominan dalam penguasaan bola, dan mantan MVP Joel Embiid ketika dalam kondisi sehat.
Paul melihat LeBron sebagai "playmaker sekunder" di tim di belakang Maxey. Dia juga melihat potensi aksi pick-and-roll di masa depan untuk LeBron dan Maxey, mirip dengan bagaimana dia bermain bersama garda All-Star Kyrie Irving di Cleveland. Demikian pula, ia merasa bahwa LeBron dapat membantu meningkatkan permainan pemain sophomore VJ Edgecombe.
Seperti halnya keputusan apa pun yang melibatkan 76ers, kesehatan Embiid bisa menjadi faktor dalam pertimbangan LeBron untuk menandatangani kontrak dengan mereka. Embiid hanya bermain 96 pertandingan dalam tiga musim sejak mengangkat trofi MVP. Namun, Paul tampak optimis tentang kondisi Embiid saat ini.
"Saya tidak ingin terlalu keras pada Embiid, tetapi Anda harus memikirkan semua hal itu," kata Paul. "Dan dari pemahaman saya, Embiid melakukan pekerjaan yang luar biasa musim panas ini. Ini adalah musim panas pertama dia benar-benar sehat, tidak menjalani semacam operasi selama musim panas, yang selalu bagus. Dan, lihat, siapa pun tahu jika Embiid adalah pemain terbaik Anda di tim, Anda adalah tim yang sangat bagus. Jika dia adalah pemain terbaik kedua Anda di tim, Anda adalah tim yang luar biasa bagus. Jika dia adalah pemain terbaik ketiga Anda di tim, ini pada dasarnya adalah tim AS." (tor)
Foto: nbaanalysis.net