Status pemain bintang tidak menjamin pemain tersebut aman dari pertukaran. Jaylen Brown salah satunya. Saat bertemu dengan streamer IShowSpeed di ajang Piala Dunia 2026, Brown mengungkapkan kenyataan pahit NBA.
Dalam sebuah siaran langsung saat menyaksikan laga antara Prancis vs Maroko pada Kamis (9/7) itu, Brown memberikan nasihat kepada IShowSpeed. Nasihat Brown merupakan cerminan kekecewaan setelah pertukaran.
Kepada IShowSpeed, Brown berbicara mengenai realitas seorang atlet profesional. Menurutnya, pemain bisa memberikan segalanya untuk sebuah organisasi, tetapi keputusan akhir tetap berada di tangan bisnis.
Baca juga: Brad Stevens Ungkap Alasan Celtics Mengirim Jaylen Brown ke Sixers
Ia menggambarkan pengalaman diperdagangkan setelah bertahun-tahun membela Celtics sebagai bukti bahwa loyalitas dalam olahraga profesional memiliki batas. Brown sendiri memperkuat Celtics sejak menjadi No. 3 NBA Draft 2016.
“Ini bisnis yang gila, Bung. Jangan pernah menjadi pemain basket. Tidak ada yang namanya loyalitas dan cinta. Saya sudah disingkirkan. Mereka menyingkirkanku,” ucap MVP Final NBA 2024 tersebut.
Brown menyebut bahwa dirinya merasa seperti kehilangan sesuatu yang sudah ia bangun selama bertahun-tahun. Setelah menghabiskan seluruh awal kariernya bersama Celtics, menjadi juara, dan berbagai penghargaan, ia harus menerima kenyataan bahwa dirinya dipindahkan ke rival utama Boston.
Ironisnya, Brown kini harus membela Sixers, salah satu rival terbesar Celtics. Bahkan sebelum pindah, Celtics tersingkir dari Playoff NBA 2026 setelah kalah dalam seri tujuh gim di ronde pertama.
Baca juga: Jayson Tatum Mengakui Berat Kehilangan Jaylen Brown
Setelah menghabiskan hampir satu dekade dengan Celtics, Brown berkembang menjadi pemain elite dengan lima kali All-Star dan dua kali All-NBA. Brown juga merupakan bagian penting saat Celtics menjadi juara pada 2024.
Namun, hubungan panjang itu berakhir ketika Celtics mengambil keputusan untuk menukarnya ke Philadelphia 76ers. Dalam kesepakatan tersebut, Boston mendapatkan Paul George serta sejumlah aset draft.
Keputusan itu mengejutkan banyak pihak karena Brown dianggap sebagai salah satu fondasi utama Celtics bersama Jayson Tatum. Presiden Operasi Basket Celtics Brad Stevens menjelaskan bahwa keputusan tersebut berkaitan dengan arah masa depan tim dan fleksibilitas finansial.
Meski kecewa dengan cara perpisahan dengan Celtics, Brown tetap menyampaikan rasa terima kasih kepada komunitas Celtics dan para penggemar yang mendukungnya selama bertahun-tahun. Ia mengakui bahwa hubungan yang telah dibangun di Boston tetap memiliki arti besar baginya. (rag)
Foto: Valery Hache/AFP