Los Angeles Lakers telah mengunci Austin Reaves sebagai proyeksi masa depan tim. Lakers memberikan kontrak maksimal sekaligus mengakhiri spekulasi tentang masa depan Reaves di Los Angeles. Kini Reaves fokus membuka babak baru dengan ambisi juara bersama Luka Doncic.

Reaves menolak opsi pemain senilai 14,9 juta Dolar AS untuk musim 2026-2027. Ia menyepakati kontrak maksimal dengan durasi empat tahun senilai 185 juta Dolar AS. Kontrak tersebut membuat Reaves menjadi pemain undrafted termahal dalam sejarah NBA.

Dalam wawancara terbaru dengan The Athletic, Reaves mengaku proses negosiasi kontrak sempat membuatnya tertekan karena ketidakpastian masa depannya. Ia ingin tetap berada di Los Angeles dan mendapatkan nilai yang diharapkan.

Baca juga: Austin Reaves Dapat Kontrak Senilai 185 Juta Dolar AS

Setelah kesepakatan selesai, ia jauh merasa tenang. Pemain 28 tahun itu bisa bernafas lega usai berbulan-bulan memikirkan masa depannya di NBA. “Setiap pagi saya bangun dan berharap hari ini semua bisa selesai,” ucapnya.

Dengan kontrak barunya, Reaves menjadi salah satu pilar utama Lakers bersama Doncic. Keduanya diharapkan menjadi fondasi utama proyek jangka panjang Lakers dalam membangun tim juara.

Reaves menilai kolaborasinya dengan Doncic sebagai awal yang menjanjikan. “Ini akan menyenangkan. Tujuan utama kami adalah meraih gelar juara. Saya merasa dengan saya dan Luka, ini sudah menjadi fondasi yang bagus untuk bersaing.”

Sebelum kesepakatan dengan Lakers tercapai, ada sejumlah rumor yang menyebutkan beberapa tim NBA, termasuk Detroit Pistons, bersiap menawarkan kontrak maksimal untuk Reaves. Lakers bergerak cepat untuk mempertahankan aset pentingnya.

Baca juga: Daftar Pemain Undrafted dengan Kontrak Terbesar Dalam Sejarah

Dengan kepastian Reaves di Los Angeles, Lakers berhadap kombinasi Reaves dan Doncic bisa kembali membawa waralaba tersebut bersaing memperebutkan gelar dalam beberapa musim mendatang.

Keputusan Lakers mempertahankan Reaves tidak lepas dari performa impresifnya sepanjang musim 2025-2026. Reaves mencatat tertinggi karier melalui rata-rata 23,3 poin, 5,5 asis, dan 4,7 rebound per gim.

Meski diganggu cedera betis dan otot perut yang membuatnya hanya bermain 51 gim, Reaves tetap berkembang menjadi salah satu opsi ofensif Lakers paling konsisten. Salah satunya mencapai rekor poin 51 poin pada musim lalu.

Sementara Doncic kembali menunjukkan statusnya sebagai pemain elite NBA. Doncic mendapatkan All-NBA keenamnya. Pemain asal Slovenia itu menjadi top skor liga melalui 33,5 poin per gim. Sayangnya, Doncic mengalami cedera hamstring tingkat dua yang membuatnya menepi di akhir musim reguler dan sepanjang babak playoff.

Kolaborasi Reaves dan Doncic membawa Lakers menutup musim reguler dengan 53 kemenangan. Tim asuhan JJ Redick itu menjadi unggulan keempat Wilayah Barat. Absennya Doncic mempengaruhi Lakers di akhir musim. Mereka tersingkir 4-0 dari Thunder di semifinal.

Lakers masih memiliki sejumlah pekerjaan di jeda musim. Salah satu kebutuhan utamanya adalah menambah pemain tengah berkualitas dalam bursa transfer musim panas. Permintaan itu juga ditegaskan oleh Doncic. (rag)

Foto: Sean M. Haffey/AFP

Populer

Austin Reaves Dapat Kontrak Senilai 185 Juta Dolar AS
Hasil Putaran Pertama Draft NBA 2026
Daftar Pemain Undrafted dengan Kontrak Terbesar Dalam Sejarah
Tyler Herro Senang Bisa Pulang Kampung ke Milwaukee
Setelah Menukar Giannis, Bucks Merekrut Burries dan Ament
Becky Hammon Mengaku Salah, Tapi Tolak Minta Maaf ke Jalen Brunson
Hasil Putaran Kedua Draft NBA 2026
Alasan Boston Celtics Gagal Mendapatkan Giannis
Knicks Harus Segera Ambil Keputusan Terkait Kontrak Robinson dan Shamet
AJ Dybantsa Jadi Pilihan Pertama dalam Draft NBA 2026