Becky Hammon menjadi sorotan. Bukan tentang kiprahnya dengan Las Vegas Aces di WNBA. Tapi komentarnya yang meragukan Jalen Brunson tiga tahun lalu. Setelah New York Knicks menjadi juara, Hammon meralat ucapan meski merasa tidak perlu minta maaf.
Kontroversi bermula pada Desember 2023. Saat itu Hammon menjadi analis ESPN. Ia menyatakan bahwa Knicks tidak memiliki sosok “1A Player” atau bintang utama yang memimpin tim meraih gelar juara.
Hammon secara khusus meragukan kemampuan Brunson untuk memimpin Knicks meraih gelar. Keraguan itu muncul karena ukuran tubuh Brunson yang relatif kecil dibandingkan bintang NBA pada umumnya.
Baca juga: Koleksi Trofi Jalen Brunson pada Musim Ini
Brunson merupakan garda dengan tinggi 188 cm. Jauh dari rata-rata pemain NBA yang mencapai 2 meter. Brunson memang tidak sendiri. Masih ada superstar dengan postur serupa seperti Stephen Curry dan Isiah Thomas.
Komentar Hammon itu terus diungkit seiring dengan perkembangan karier Brunson. Meski begitu, Brunson tidak membalas berbagai kritik itu secara langsung. Pamin dari Villanova itu membuktikan melalui aksi di lapangan.
Puncaknya saat keberhasilan Knicks menjadi juara NBA 2025-2026. Gelar tersebut telah dinantikan oleh New York selama 53 tahun. Pencapaian Brunson juga semakin komplet karena ia meraih total tujuh trofi pada musim ini.
Brunson memimpin Knicks mengalahkan San Antonio Spurs 4-1 di Final NBA 2026. Termasuk menorehkan 45 poin di Gim 5. Brunson tidak hanya meraih trofi Larry O’Brien. Pada hari yang sama, Brunson juga dinobatkan sebagai MVP Final NBA 2026.
Baca juga: Karl-Anthony Towns Siap Berkorban untuk Menjaga Knicks Utuh
Akhirnya Hammon buka suara setelah berbagai sindiran dan kemarahan dari penggemar Knicks. Termasuk dari Josh Hart, rekan setim Brunson, yang secara tidak langsung menunggu permintaan maaf dari Hammon.
Hammon mengakui bahwa Brunson telah membuktikan dirinya salah. “Jalen, yang dia lakukan hanyalah membuktikan bahwa sejarah itu salah. Dia membuktikan bahwa dirinya adalah pengecualian. Jadi sekarang namanya bisa disejajarkan dengan Steph Curry dan Isiah Thomas,” kata Hammon melalui New York Post.
Tapi Hammon menegaskan bahwa dirinya tidak akan minta maaf hanya karena memiliki opini yang berbeda. Menurutnya, sudah tugasnya sebagai analis menyampaikan pendapat berdasarkan fakta dan tren historis NBA saat itu.
“Maksud saya, Jalen benar-benar sosok pemain 1A yang pernah saya pertanyakan itu. Tapi minta maaf? Saya tidak akan pernah minta maaf karena memiliki sebuah pendapat. Itulah alasan saya dibayar oleh ESPN.”
Hammon memang bersikeras tidak perlu minta maaf. Tapi Brunson telah memberikan jawaban terbaik dengan membawa Knicks juara NBA dan membuktikan segala keraguan yang pernah ditujukan kepadanya. (rag)
Foto: Ethan Miller/AFP