Chicago Bulls resmi menunjuk Tiago Splitter sebagai kepala pelatih baru. Penunjukkan Splitter tersebut menandai babak baru bagi salah watu waralaba legendaris NBA. Bulls menjalani proses pencarian panjang untuk menemukan sosok yang tepat untuk proses jangka panjang tim.
Pemilihan Splitter menjadi langkah strategis Bulls. Bulls hanya meraih 31 kemenangan dan menelan 51 kekalahan pada musim ini. Mereka membutuhkan sosok dengan visi jangka panjang untuk kembali bersaing di Wilayah Timur.
Splitter membangun reputasi sebagai pelatih yang cakap mengembangkan pemain muda. Sebelum ke Chicago, Splitter merupakan pelatih interim Portland Trail Blazers. Splitter menangani Blazers dalam sebagian besar musim 2025-2026.
Baca juga: Billy Donovan Meninggalkan Bulls Setelah Enam Musim
Pelatih asal Brasil itu membawa Blazers mencapai 42 kemenangan dan lolos ke playoff untuk pertama kali setelah lima musim. Perjalanan Blazers di playoff memang tidak lama setelah tumbang 4-1 dari San Antonio Spurs.
“Situasinya tidak mudah. Seiring musim berjalan menuju akhir, kami hampir melupakan semua hal yang terjadi di luar lapangan. Itu hal yang luar biasa. Bagi saya, yang terpenting adalah menyingkirkan segala kebisingan dan tetap fokus pada permainan. Kami punya tujuan jelas dan mampu menutup musi dengan cara yang kami inginkan,” kata Splitter.
Dalam sesi perkenalan resmi tim, Splitter mengelak dri pertanyaan tentang masalah gaji yang membuatnya tidak melanjutkan perjalanan dengan Blazers. Saat ini Splitter ingin fokus pada apa yang ada di depannya dengan tim baru di bawah kepemimpinannya.
Baca juga: Chicago Bulls Merekrut Mantan Eksekutif New Orleans Pelicans dan Atlanta Hawks
“Saya menghormati semua pendapat. Saya pikir sudah terlalu banyak hal yang dibicarakan dan saya pikir itu sudah cukup. Saya sudah melewati itu. Saya ingin memikirkan Chicago Bulls,” ucap pelatih 41 tahun tersebut.
Bulls menjadi tim pertama Splitter sebagai kepala pelatih di NBA. Ia mengawali karier kepelatihan sejak 2019 dengan menjadi asisten pelatih untuk Brooklyn Nets dan Houston Rockets. Saat menjadi pemain, Splitter masuk roster Spurs dan meraih gelar juara pada 2014.
Bulls menghadapi tantangan besar musim depan. Bulls kebobolan rata-rata 121,5 poin per gim yang merupakan rekor pertahanan terburuk ke-28. Bulls hanya meraih menang-kalah 31-51 dan gagal ke playoff empat musim beruntun.
Bulls masih menyimpan harapan. Mereka memiliki hak pilih No. 4 dan No. 15 di NBA Draft 2-26. Serta adanya ruang gaji (salary cap) yang cukup besar untuk aktif di bursa pemain bebas.
“Saya menjamin satu hal, kami akan menjadi tim yang kompetitif. Kami akan menetapkan standar yang tinggi dalam segala hal yang kami lakukan,” tegasnya. (rag)
Foto: NBA