Nasib Cleveland Cavaliers akan dipertaruhkan pada pertandingan hari Minggu, waktu AS. Karena mereka tidak siap menghadapi tantangan di Gim 6, pada hari Jumat (15/5) waktu AS. Cavs kehilangan kesempatan terbaik untuk melaju ke Final Konferensi Timur sejak 2018 dengan kekalahan 115-94 di Gim 6.
Sejak awal Cavs tidak menghargai penguasaan bola sebagaimana mestinya, dan secara keseluruhan tidak memiliki perhatian terhadap detail yang dibutuhkan untuk mengalahkan lawan yang telah memenangkan 60 pertandingan. Hal itu berbalik merugikan mereka.
Cavaliers sekali lagi memulai pertandingan dengan buruk, yang telah menjadi tren sepanjang babak playoff. Kesalahan operan kembali menjadi penyebabnya. Tembakan tiga angka yang bagus memungkinkan mereka menutup kuarter pertama hanya tertinggal satu poin, tetapi kesalahan operan tersebut akhirnya merugikan mereka di kuarter kedua.
Detroit memperbesar keunggulan mereka menjadi 12 poin sebelum Cleveland membalas. Sebuah laju 7-0, yang diakhiri dengan tripoin dari Max Strus, memperkecil selisih menjadi hanya tiga poin saat jeda.
Cavaliers memiliki momentum yang bagus menjelang jeda babak pertama. Tampaknya mereka akan membalikkan keadaan dan mengambil alih kendali permainan setelah kuarter ketiga. Namun, justru Pistons yang berhasil melakukannya.
Detroit memulai kuarter ketiga dengan unggul 14-4 untuk memperbesar keunggulan mereka menjadi 13 poin dan memasuki kuarter keempat dengan keunggulan 14 poin.
Cleveland tidak pernah melakukan upaya comeback yang serius di kuarter keempat. Mereka tidak mampu memperkecil selisih poin di bawah dua digit, sementara Detroit melaju menuju kemenangan yang relatif tanpa tekanan.
Sebelumnya, Cavaliers telah berbicara sepanjang seri ini tentang membiarkan siapa pun kecuali Cade Cunningham mengalahkan mereka. Namun, mereka tidak mampu melakukannya. Sebaliknya, Cade dan juga semua pemain lainnya yang mengalahkan mereka.
Cunningham sekali lagi menjadi pemain terbaik di lapangan. Dia mampu mencapai posisinya dan memanfaatkan peluang yang didapatnya dengan efisien. Hal ini menghasilkan 21 poin dengan 7 dari 19 tembakan yang masuk dan 8 asis.
Sebelum Gim 6, kepala pelath Detroit Pistons, JB Bickerstaff, mengatakan bahwa timnya harus "dicekik sampai kehabisan napas". Kata-kata itu terbukti menjadi kenyataan. Karena Pistons dalam keadaan terjepit bisa mengalahkan Cleveland Cavalies
Hal ini sangat kontras dengan para garda bintang Cleveland. Donovan Mithell kesulitan menemukan ritme permainan. Ia kesulitan menyelesaikan serangan saat masuk ke area dalam, hanya berhasil mencetak 3 dari 12 tembakan di sana, termasuk 3 dari 9 tembakan di area tiga angka. Hal ini mengakibatkan ia hanya mencetak 18 poin dengan 6 dari 20 tembakan yang masuk, 3 asis, dan 3 turnover.
Kesalahan operan menjadi masalah sepanjang malam. James Harden menjadi pusat perhatian. Sulit untuk memiliki serangan yang berfungsi ketika point guard utama malah melakukan kesalahan operan sebanyak delapan kali. Kesalahan operan tersebut menghapus semua hal baik yang dihasilkan dari 23 poinnya yang dicetak dengan 6 dari 13 tembakan.
Sementara itu, Sam Merrill adalah satu-satunya pemain Cavaliers di luar empat pemain inti yang mencetak poin dua digit. Max Strus, yang mencetak beberapa tembakan krusial di Gim 5, hanya mencetak enam poin dengan catatan 2-9 tembakan masuk.
Sekarang, semuanya akan ditentukan pada Gim 7 di Detroit, pada hari Minggu, waktu AS. (tor)
Foto: nba.com