Toronto Raptors menghadapi ancaman serius untuk tersingkir lebih awal dari babak playoff NBA 2026 setelah kalah di Gim 2 seri putaran pertama melawan Cleveland Cavaliers, dengan skor 115-105, pada Senin malam (20/4) waktu AS. Menariknya, justru banyak media Toronto, Kanada, yang menjadikan Brandon Ingram sebagai "kambing hitam" atas dua kekalahan Raptors di Cleveland.
Setelah penampilan buruk di Gim 1 akhir pekan lalu, kemerosotan terus berlanjut bagi Brandon Ingram. Apalagi karena sikap pasifnya berdampak pada kekalahan Raptors di Gim 2 melawan Cavaliers. Saat ini, semua mata tertuju pada Ingram dan kesulitan yang terus dialaminya bersama Raptors di awal seri tujuh pertandingan ini.
Ingram dinilai pasif di Gim 1, kemudian sekali lagi tidak terlihat kontribusinya bagi Raptors di Gim 2. Ingram, yang menjadi pencetak poin terbanyak Raptors sepanjang musim, benar-benar dikepung oleh pertahanan Cavaliers. Ia hanya mencetak tujuh poin dengan catatan 3 dari 15 tembakan masuk dan lima turnover dalam 36 menit bermain.
Ingram mencetak semua poinnya di babak kedua setelah tidak mencetak poin dalam 24 menit pertama pertandingan, dengan catatan 0 dari 6 tembakan yang masuk.
Menurut Keerthika Uthayakumar, selaku pakar statistik NBA, tingkat akurasi tembakannya sebesar 23,3 persen di Gim 2 adalah yang terburuk yang pernah dicapai oleh pemain Raptors dengan setidaknya 15 percobaan tembakan dalam pertandingan playoff sepanjang masa.
Dalam perjalanan pulang ke Toronto, mereka tertinggal dengan keunggulan telak 2-0 dari Cavaliers. Ingram akhirnya buka suara, dan berjanji akan memberikan respons saat Raptors terus berjuang di babak playoff.
"Blok, perhatian, mereka (Cavaliers) berpegang teguh pada rencana permainan itu. Mencoba bermain fisik, mengirimkan pemain yang berbeda. Dan mereka banyak menghalangi tembakan," kata Ingram, tentang apa yang salah baginya dalam kekalahan Gim 2.
"Saya pikir saya memiliki beberapa peluang bagus, tetapi beberapa tembakan tidak masuk. Tapi itu memang terjadi sepanjang pertandingan."
Terlepas dari penurunan performa yang dialami Ingram, Raptors tetap memberikan dukungan kepada bintang andalan mereka. Secara kepala pelatih Raptors, Darko Rajakovic, bahkan mengkritik para wasit karena kurangnya keputusan yang menguntungkan Ingram di tengah pertahanan fisik Cavs.
Sementara itu, Ingram tampaknya lega bahwa tim Raptors tidak ikut-ikutan menyalahkannya, dengan mengatakan, "Ini menunjukkan betapa tangguhnya kami, betapa solidnya kami. Saya sama sekali tidak akan menyerah, kami akan terus maju, mencoba mencari solusinya."
"Memiliki rekan setim yang mendukung saya, terutama di saat-saat ketika keadaan tidak berjalan baik, itu adalah berkah," pungkasnya. (tor)
Foto: basketusa.com