Dennis Schroder memimpin Jerman meraih gelar EuroBasket keduanya dan dinobatkan sebagai MVP turnamen tersebut. Bagi Schroder, ini adalah medali ketiganya, mewakili Jerman. Ia juga menjadi Juara Dunia pada tahun 2023 dan meraih medali perunggu di EuroBasket 2022. Dirinya mendedikasikan kemenangan ini untuk legenda Jerman, Dirk Nowitzki.

Schroder, sang jantung dan jiwa tim Jerman, MVP FIBA EuroBasket 2025, sekali lagi menunjukkan kualitasnya dengan memimpin sang juara dunia meraih gelar ganda FIBA Basketball World Cup dan FIBA EuroBasket yang langka. Meskipun hanya bermain sedikit di Fase Grup, sang kapten menunjukkan peningkatan performa di Fase Final dan meningkatkan catatannya menjadi 20,3 poin, 3,4 rebound, dan 7,2 asis per pertandingan.

Penampilan gemilangnya di Final dengan 16 poin dan 12 asis, mengantarkan Jerman meraih gelar juara, sekaligus meraih penampilan All-Star kedua berturut-turut setelah 2022. Namun Schroder mengatakan negara ini belum selesai menang.

"Kami ingin mempertahankan standar ini dan memenangkan lebih banyak penghargaan," ujar Schroder, setelah kemenangan Jerman 88-83 atas Turki di Final.

Jerman meraih juara ketiga di FIBA EuroBasket 2022 dan kemudian memenangkan gelar di FIBA Basketball World Cup 2023. Disusul dengan juara keempat di Olimpiade 2024 dan kini kejuaraan di Riga, menjadikan Jerman dua kali juara EuroBasket, selain tahun 1993. Kemenangan ini berarti Jerman memegang gelar juara EuroBasket dan Basketball World Cup secara bersamaan.

Ini grup yang spesial. Rasanya seperti kunjungan lapangan. Semua orang senang datang dan bermain. Dua kemenangan sekaligus sungguh luar biasa. Kami benar-benar tim yang solid, tim terbaik yang pernah saya bela. Orang-orangnya luar biasa dan karakternya luar biasa. Tak ada yang lebih dari itu.

"Kami tak pernah ragu menghadapi momen-momen penting. Bukan hanya saya, tapi seluruh tim. Itu sungguh luar biasa," ujar Schroder, yang merayakan ulang tahunnya yang ke-32.

Sementara Dirk Nowitzki tetap menjadi pemain terbaik basket Jerman yang tak terbantahkan, Schroder ditanya apa yang diperlukan untuk memicu percakapan tentang apakah orang lain suatu hari nanti dapat mengklaim gelar itu. Akan tetapi, Schroder jelas tidak mengejarnya.

"Dirk adalah orang yang mengubah dunia basket menjadi dunia yang lebih besar," kata Schroder. "Jadi, pada akhirnya, saya Dennis Schroder, dan setiap orang punya warisannya masing-masing."

"Dirk, apa yang telah ia lakukan untuk tim nasional Jerman, di NBA, dan di tim nasional, membuat kami datang ke tim nasional dan mewakili negara kami," tambah Schroder.

MVP EuroBasket 2025 itu juga mencatat bahwa ia ingin menciptakan warisannya sendiri, daripada mengejar status GOAT.

"Pada akhirnya, nama saya Dennis Schroder, dan saya hanyalah Dennis Schroder, dan itulah warisan saya. Apa pun yang bisa saya berikan untuk memastikan rekan satu tim saya bermain bagus dan kami bersaing di level tertinggi serta memenangkan medali emas. Itulah yang akan saya lakukan. Selebihnya tidak penting," pungkas Schroder. (tor)

Foto: fiba.basketball

Populer

Spurs Melaju ke Semifinal Wilayah Barat Setelah Menyingkirkan Trail Blazers 
Shai Gilgeous-Alexander: Dillon Brooks Bukan Penjahat
Devin Booker Akui Kehebatan Shai Gilgeous-Alexander
Joel Embiid Gagalkan Upaya Celtics Mengeliminasi 76ers
Detroit Pistons Di Ambang Eliminasi
LeBron James Memecah Kesunyian Dengan Pendapat Tentang Perdebatan GOAT
Dominan di MSG, Knicks Unggul 3-2
Nikola Jokic Bantu Nuggets Perpanjang Nafas
Cooper Flagg Memenangkan Penghargaan Rookie Of The Year NBA 2026
Satria Muda Lanjutkan Dominasi Atas Hornbills di IBL