Fanbo Zeng Berjuang Menembus NBA

| Penulis : 

Pemain muda Tiongkok Fanbo Zeng akan kembali berjuang untuk bisa menembus NBA. Setelah gagal di tahun 2022, Zeng dengan dilaporkan menandatangani kontrak Exhibit-10 dengan Brooklyn Nets sebelum Pramusim NBA 2025. Zeng makin bersemangat karena Nets akan memainkan laga pramusim di Makau. 

Zeng, menandatangani kontrak dengan NBA G League Ignite pada tahun 2021. Kemudian pada bulan Juli 2022, Zeng mendapatkan kontrak Exhibit-10 dari Indiana Pacers. Tapi dia tidak mendapatkan tawaran lanjutan dari kontrak tersebut. 

Kini mantan prospek NBA G-League berusia 22 tahun, akan mengambil bagian dalam kamp pelatihan pramusim klub yang bermarkas di Brooklyn itu dan mungkin akan bergabung dalam perjalanannya ke Makau pada bulan Oktober untuk memainkan dua pertandingan eksibisi melawan Phoenix Suns, tim Zeng mengonfirmasi pada hari Minggu (3/8) waktu Amerika Serikat.

Michael Scotto dari HoopsHype melaporkan bahwa Nets telah menyetujui kesepakatan untuk menambahkan pemain nasional Tiongkok yang menjanjikan itu ke daftar pemain kamp pelatihannya untuk musim 2025-2026. Kontrak Exhibit-10 adalah kesepakatan tanpa jaminan yang memungkinkan seorang pemain untuk bergabung dengan kamp pramusim tim untuk latihan dan pertandingan persahabatan, dengan klub berhak untuk mengesampingkan pemain tersebut atau mengontraknya sebelum musim reguler dimulai.

Zeng cukup tekenal di Tiongkok. Dia bermain untuk Beijing Ducks di CBA musim 2024-2025. Zeng mencatatkan rata-rata poin tertinggi dalam kariernya yaitu 14,7 poin, dengan akurasi tembakan tiga angka sebesar 41 persen, 4,7 rebound, dan 1,9 asis dalam 37 pertandingan musim reguler. Hal ini menandai tahun terbaiknya di liga domestik sejak bergabung dengan Beijing pada tahun 2022. Zeng memenangkan penghargaan Most Improved Players CBA, dan terpilih ke dalam All-CBA First Team dan muncul sebagai pemain peran "3D" yang solid dengan kekuatan dalam pertahanan perimeter, blok, dan tembakan tripoin.

Zeng menjadi terkenal di Amerika Serikat karena bermain dalam 22 pertandingan bersama G-League Ignite selama musim 2021-2022, di mana ia mencetak rata-rata 5,0 poin dan 2,3 rebound meski terhambat cedera. Dia kemudian tidak terpilih dalam draft pada tahun 2022, setelah juga mewakili Indiana Pacers di liga musim panas tahun itu, sebelum menandatangani kontrak dengan Ducks untuk memulai karier profesionalnya di CBA.

Nets, yang dimiliki oleh Joe Tsai, ketua raksasa e-commerce Tiongkok, Alibaba, mengontrak rekan setim nasional Zeng, Cui Yongxi, dengan kontrak dua arah (two-way contract) sebelum musim 2024-2025 sebagai bagian dari upaya tim untuk lebih merambah pasar Tiongkok. Namun, Cui dicoret oleh tim pada bulan Desember setelah mengalami cedera lutut kiri serius yang membuatnya absen hingga saat ini.

Dengan mendatangkan prospek muda Tiongkok lainnya, franchise tersebut diharapkan menarik perhatian lebih luas saat bermain melawan Suns di Venetian Resort berkapasitas 14.000 tempat duduk di Makau, pada tanggal 10 dan 12 Oktober.

Tiongkok berupaya keras untuk bergabung dengan NBA dalam latihan tingkat tinggi yang akan membantu mereka berkembang dan berkontribusi lebih baik bagi tim nasional di ajang-ajang internasional besar. Dengan persetujuan dan dukungan dari CBA, baik Hansen Yang, pilihan ke-16 Portland Trail Blazers tahun ini, maupun Zeng, yang melewatkan kesempatan bermain untuk Tim Tiongkok di FIBA Asia Cup 2025. Mereka diizinkan bergabung dengan kamp pelatihan tim NBA masing-masing. (tor)

Foto: Chinadaily.com

Populer

Dennis Schroder Ditukar Untuk Kedelapan Kalinya
Rumor Gim Terakhir LeBron di New York, Tiket Knicks vs Lakers Melonjak
Meski Bermain Sebentar, Yuki Kawamura Buat Momen Berkesan
Paul George Diskors 25 Laga Karena Penggunaan Zat Terlarang
Shaquille O’Neal Tidak Ingin LeBron Masuk NBA All-Star 2026
NBA Memperingati 75 Tahun Kehadiran Pemain Kulit Hitam Pertama
Hawks Tebar Ancaman Pada Celtics Jelang Playoffs
Nikola Jokic Kembali Seperti Sedia Kala
Kristaps Porzingis dan Mereka yang Tak Akan Tampil Lagi Musim Ini -Karena Cedera
Usaha Boston Celtics dan Houston Rockets Mengakhiri Dominasi