IBL menjalani musim kedua secara penuh dengan format kandang-tandang. Final IBL 2025 mempertemukan Pelita Jaya Bakrie Jakarta dan Dewa United Banten. Keduanya pun sama-sama memiliki arena sendiri dan akan memakainya untuk menggelar laga puncak perebutan gelar juara.

“Tentunya kalau untuk tahun ini, pastinya enggak. Terutama Pelita Jaya yang punya keuntungan dua laga kandang di final. Saya pikir masing-masing dari kami pun akan memaksimalkan home game kami,” ungkap Manajer Dewa United Zaki Iskandar usai jumpa pers pada Senin (14/7) di CGV Fx Sudirman, Jakarta Pusat.

Baca juga: Final IBL 2025 Pelita Jaya vs Dewa United! Bentrok Tim dari Era yang Berbeda

Pelita Jaya memiliki GOR Soemantri Brodjonegoro yang telah direnovasi. Mereka menggunakan arena tersebut selama musim ini. Berbeda dengan musim sebelumnya dimana Pelita Jaya menjadi tim musafir karena berpindah-pindah venue kandang.

Pelita pernah menggunakan Hall Basket A Senayan, Tennis Indoor, hingga Britama Arena sebagai kandang pada musim lalu. Mereka bahkan merayakan gelar IBL 2024 di Indomilk Arena yang merupakan kandang Tangerang Hawks di musim reguler.

Baca juga: Pelita Jaya Menetap di GOR Soemantri, Tapi Bisa Pindah Saat Playoff

GOR Soemantri Brodjonegoro terletak di Plaza Festival di kawasan H. R. Rasuna Said, Jakarta Selatan. Pelita Jaya telah merenovasi arena tersebut dengan menambahkan jumlah tempat duduk dan pendingin ruangan. Arena itu memiliki kapasitas mencapai 2000 penonton.

“Apalagi Pelita Jaya sudah banyak merombak venue. Tentunya mereka nggak akan mau, menurut saya. Kami semua tim IBL, maunya memanfaatkan home advantage kami masing-masing,” sambung Zaki.

Dewa United juga memiliki kandang sendiri sejak 2023. Mereka membangun Dewa United Arena yang berada di daerah Pagedangan, Kab. Tangerang, Banten. Arena tersebut menjadi kandang Dewa United dalam dua musim terakhir.

Dengan adanya arena-arena tersebut, opsi untuk menggelar Final IBL 2025 di tempat netral dengan kapasitas besar urung dilakukan. Sebut saja Indonesia Arena atau Istora Senayan yang berada di kawasan Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat.

Indonesia Arena sendiri merupakan venue yang dibangun khusus dengan supervisi dari FIBA. MVP NBA 2025 Shai Gilgeous-Alexander pernah melantai di Indonesia Arena saat membela Kanada di Piala Dunia FIBA 2023. Sebagai arena multifungsi, Indonesia Arena hingga saat ini belum pernah digunakan untuk event IBL.

Dari unggahan Mainbasket, opsi menggelar Final IBL di Indonesia Arena bisa saja dilakukan dengan cara menyatukan atau tuan rumah bersama. Ide ini tercetus mengingat tingginya animo pendukung yang sepertinya tidak sepadan dengan kapasitas arena kedua finalis.

Lebih lanjut, menurut Zaki, opsi penyatuan itu bisa saja dilakukan asal IBL juga mengawal melalui sebuah kebijakan tertentu. Misalnya, khusus final ditentukan di sebuah tempat khusus.

“Nah, itu yang memungkinkan dengan kebijakan di final. Misalnya di Jepang, mereka home-away. Begitu final, mereka bermain di suatu tempat yang besar. Karena kita tahu penggemar basket di Indonesia mulai tumbuh,” jelas Zaki.

“Cuma perlu dipikirkan bahwa dengan adanya home-away ini, penggemar basket masing-masing daerah juga mulai tumbuh. Itu mungkin juga diperlukan,” pungkasnya. (rag)

Foto: IBL

Populer

Siklus Juara Baru NBA Berlanjut ke Musim Kedelapan
Dampak Panjang Persaingan MVP SGA dan Wemby
Wembanyama Ingin Temui Gregg Popovich Setelah Membawa Spurs Kembali ke Final NBA
SGA Janji Tak Ikut Campur Dalam Evaluasi Tim Meski Gagal ke Final NBA 2026
Victor Wembanyama MVP, Spurs Juara Wilayah Barat
Spurs Dengan Senang Hati Melepas Sean Sweeney ke Orlando
Air Mata Victor Wembanyama
Insiden Pemain di Semifinal Jakarta, Perbasi Panggil Panitia Campus League
Tumbangkan Thunder, Spurs ke Final NBA Untuk Pertama Kalinya Sejak 2014
Binus dan UPH Dominasi Campus League Jakarta 2026