Spanyol memiliki tantangan besar dalam Piala Dunia FIBA 2023 ini. Mereka merupakan juara bertahan dan menjadi tim nomor satu dunia. Tetapi mereka tidak datang dengan kekuatan penuh.

La Familia tidak diperkuat oleh bintang Ricky Rubio. Pemain Cleveland Cavaliers itu rehat karena kesehatan mental.

Dari roster Piala Dunia FIBA 2019 lalu, hanya tersisa lima pemain yang masih bertahan. Mereka adalah Sergio Llull, Rudy Fernandez, Victor Claver, Juan Hernangomez, dan Willy Hernangomez.

Baca juga: Prediksi Pau Gasol di Piala Dunia FIBA 2023, Siapa Favoritnya?

Pada Piala Dunia 2019 yang berlangsung di Cina itu, Spanyol tak terkalahkan dalam delapan pertandingan. Pada babak gugur Spanyol menumbangkan Polandia, Australia (melalui 2 overtime), dan Argentina.

Dua pemainnya saat itu, Rubio dan Marc Gasol, masuk dalam All-Tournament Team. Rubio juga terpilih menjadi MVP.

Dalam sesi jumpa pers di Indonesia Arena, Jakarta pada Kamis (24/8) itu, pelatih Sergio Scariolo tidak ingin status juara bertahan menjadi beban. Pelatih asal Italia itu juga mengaku keberatan dengan sebutan tersebut. Menurutnya tidak pas.

“Saya tidak suka dengan sebutan juara bertahan. Kami tidak mempertahankan apapun. Setiap tim memulai kompetisi baru. Semua dimulai dari nol. Kami bangga bisa melebihi target dari edisi sebelumnya dimana tidak ada yang memprediksi kami juara,” ujar Scariolo.

Dalam Piala Dunia FIBA 2023 ini Spanyol masuk grup G. Mereka bersaing dengan Iran, Brazil, dan Pantai Gading.

Spanyol akan menjalani pertandingan pertama pada Sabtu (26/8) mendatang. Mereka akan melawan Pantai Gading pada pukul 20.30 WIB.

Scariolo tidak ingin berpikir terlalu jauh. Ia menargetkan timnya lolos fase grup terlebih dahulu. Jika lolos fase grup pertama, Spanyol berpeluang melawan tim dari grup H yang terdiri dari Prancis, Kanada, Lebanon, dan Latvia.

Sebelum berlaga di Jakarta, Spanyol menjalani lima laga uji coba. Mereka memenangkan tiga pertandingan masing-masing dari Venezuela, Slovenia, dan Republik Dominika. Sedangkan dua kekalahan dari Amerika Serikat dan Kanada. (rag)

Foto: FIBA, Eurohoops

Populer

11 Juni Ditetapkan Sebagai Hari Apresiasi OG Anunoby
3-1! Knicks Cetak Comeback Terbesar Dalam Sejarah Final NBA
NBA: Blok Anunoby Terhadap Tembakan Fox Sah
Kegagalan De'Aaron Fox Picu Reaksi Keras
Saga Ballooners Bangun Kekuatan Baru Dengan Masukkan Derrick Michael Xzavierro
Fans Knicks Rusuh! Wembanyama Dilempar Telur, NYPD Tangkap Puluhan Orang
OG Anunoby Pahlawan Knicks
Dewa United Menelan Kekalahan Kedua, Pelita Jaya Semakin Dekat ke Final
Isu Positif dan Negatif Terkait Kemitraan Stephen Curry dan Li-Ning
Jadwal Final NBA 2026, Spurs vs Knicks Mengulang Sejarah