"Aku Mau!" Selamat Hari Kartini

| Penulis : 

Tahukah engkau semboyanku? ‘Aku mau!’ Dua patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata ‘aku tiada dapat!’ melenyapkan rasa berani. Kalimat ‘aku mau!’ membuat kita mudah mendaki puncak gunung.”

Paragraf di atas, bagi saya sangat menggugah. Sedikit banyak juga mengubah paradigma saya.

Selama ini, saya kerap menganggap bahwa kata-kata “aku bisa!” akan membawa seseorang menggapai keinginannya atau melewati tantangannya. Tapi rasanya memang “aku bisa” saja tidak cukup. Harus ada “aku mau!”.

Ada orang yang “bisa” atau sebenarnya “bisa” tapi “tidak mau”. Maka perubahan atau apapun itu tak akan terjadi. Sebaliknya, ada yang mungkin merasa “tiada dapat!” (baca: tidak bisa), tetapi akhirnya “dapat” karena “mau”.

Kita pasti bisa mengalahkan basket Filipina, kalau kita mau. Kita pasti bisa jadi jawara basket dunia, kalau kita mau. Tetapi kadang-kadang, kita lebih dulu membunuh keberanian kita dengan mengatakan, “Ah, kita tiada dapat melakukan itu.”

Teruslah bermimpi, teruslah bermimpi, bermimpilah selama engkau dapat bermimpi! Bila tiada bermimpi, apakah jadinya hidup?

Paragraf di atas, juga menggugah saya. Ketika banyak orang mengatakan bahwa impian-impian saya absurd dan tak mungkin diraih, kalimat di atas mengingatkan saya, “Bila tiada bermimpi, apakah jadinya hidup?

Tapi seriusan. Realistis. Tidakkah beberapa impian kita (saya) terkadang –memang terdengar- tidak realistis? Indonesia jawara basket dunia? Serius? Seriusan?

Saat ini, saya tidak tahu bagaimana caranya. Tapi saya menolak mengatakan bahwa kita “tiada dapat”. Karena saya jadi punya keyakinan baru, “aku mau” maka “aku dapat”.

Dan biarpun saya tiada beruntung sampai ke ujung jalan itu, meskipun patah di tengah jalan, saya akan mati dengan rasa berbahagia, karena jalannya sudah terbuka dan saya ada turut membantu mengadakan jalan yang menuju ke tempat perempuan bumiputra merdeka dan berdiri sendiri.”

Yup, paragraf di atas menunjukkan betapa indahnya mengejar cita-cita, keinginan, harapan atau obsesi. Tapi, tunggu, kenapa ada kata-kata “perempuan bumiputra” di sana?

Karena tiga paragraf kutipan di atas dikatakan oleh satu sosok yang sama. Sosok yang selama ini kita kenal dengan kalimat, “Habis gelap terbitlah terang.”

Selamat merayakan hari 21 April. I love you.

Populer

Memahami Pertukaran LaMelo Ball
Dampak Pertukaran LaMelo Ball dan Naz Reid pada Wolves dan Hornets
Janji Stephen Curry kepada Yaxel Lendeborg
Daftar Pemain Undrafted dengan Kontrak Terbesar Dalam Sejarah
Masuk Musim ke-20, Al Horford Tetap Bersama Warriors
Kontrak Fantastis dari Lakers, Austin Reaves Pasang Target Juara dengan Doncic
Becky Hammon Mengaku Salah, Tapi Tolak Minta Maaf ke Jalen Brunson
Austin Reaves Dapat Kontrak Senilai 185 Juta Dolar AS
Branch Menggila 37 Poin, Hornbills Menyeret Pelita Jaya ke Gim 5
Asosiasi Pelatih NBA Menyoroti Kontrak Micah Nori dengan Portland Trail Blazers