Ja Morant akan menghadapi mantan timnya, Memphis Grizzlies, untuk pertama kalinya sejak ditukar ke Portland Trail Blazers. Meski perpisahan mereka diwarnai ketegangan, Morant menegaskan tidak menyimpan dendam kepada rumah pertamanya di NBA itu.
Pertandingan melawan Grizzlies itu berlangsung pada Kamis (29/10) di Moda Center, Portland. Setelah menghabiskan tujuh musim dengan Grizzlies, kini Morant akan berhadapan dengan mantan rekan setimnya sebagai lawan.
Morant tidak ingin menjadikan pertandingan tersebut sebagai ajang balas dendam. “Tidak ada perasaan buruk dari saya terhadap Memphis. Sama sekali tidak,” ujar Morant kepada The Athletic.
Baca juga: Luka Doncic 41 Poin, Namun Lakers Menelan Kekalahan Perdana Musim Ini
Morant juga menegaskan bahwa dirinya bukan tipe orang yang gemar menyimpan dendam. Rookie of the Year 2020 itu menganggap duel melawan Grizzlies tidak lebih dari pertandingan biasa dalam kalender NBA.
“Saya masih berbicara dengan rekan-rekan yang memang dekat dengan saya di sana. Saya berbicara dengan mereka kemarin. Bagi saya, ini tidak berbeda dari pertandingan basket lainnya dalam jadwal,” kata pemain 27 tahun itu.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa hubungan Morant dengan Grizzlies tidak sepenuhnya terputus setelah kepindahannya ke Portland. Namun, situasi yang mengiringi kepergiannya dari Memphis memang tidak selalu berjalan mulus.
Morant bergabung dengan Memphis setelah dipilih sebagai No. 2 NBA Draft 2019. Ia kemudian berkembang menjadi wajah utama Grizzlies dan salah satu pemain paling populer dalam sejarah modern klub tersebut.
Baca juga: Damian Lillard Kembali Merasakan Hangatnya Portland Setelah Absen 18 Bulan
Bersama Memphis, Morant meraih penghargaan sebagai ruki terbaik dan Most Improved Player pada 2022. Ia juga dua kali terpilih sebagai NBA All-Star serta masuk All-NBA Second Team pada 2022.
Namun, perjalanan tersebut diwarnai sejumlah persoalan. Morant dua kali menerima skorsing. Termasuk 25 gim di awal musim 2023-2024. Ditambah masalah cedera juga menghambat konsistensinya di lapangan.
Ketegangan semakin terlihat pada musim terakhirnya bersama Grizzlies. Morant dilaporkan berselisih dengan staf pelatih. Terutama setelah komentarnya mengenai pelatih kepala Tuomas Iisalo.
Pada November 2025, Grizzlies menjatuhkan skorsing satu pertandingan kepada Morant karena perilakunya yang dinilai merugikan tim. Kejadian itu menambah panjang daftar persoalan yang membayangi kedua belah pihak.
Situasi tersebut kemudian berujung pada keputusan Grizzlies melepas Morant ke Portland pada Juni 2026. Grizzlies menerima Jerami Grant dan Kris Murray sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran tersebut.
Morant mengaku merasa nyaman bersama Blazers. Ia juga menikmati suasana baru di Portland dan berharap bisa membangun pencapaian berbeda. Morant datang dengan rata-rata 16,3 poin dan 6,3 asis per pertandingan dalam tiga penampilan awalnya bersama Blazers. (rag)
Foto: Harry How/Getty Images