Penyiar olahraga legendaris Ernie Johnson mengumumkan bahwa musim 2026-2027 akan menjadi musim terakhirnya di "Inside the NBA". Johnson, membawakan "Inside the NBA" selama 37 musim, yang membuatnya jadi pembawa acara paling dikenal untuk program studio NBA ikonik tersebut.

Johnson, pemenang enam kali Emmy Award, memulai kariernya di Georgia di bidang berita lokal sebelum bergabung dengan "superstation" Ted Turner, TBS, pada tahun 1989. Ini menandai awal kiprahnya bersama Turner Sports (sekarang TNT Sports), yang membawa suara, bakat, dan gaya Johnson ke seluruh negeri di berbagai cabang olahraga, termasuk NBA, MLB, dan NCAA March Madness.

Ia menjadi pembawa acara tetap "Inside the NBA" pada tahun 1990. Acara studio olahraga yang inovatif ini berkembang menjadi puncak format tersebut, sebagian besar berkat etos kerja Johnson yang tak kenal lelah dan chemistry-nya dengan para analis Kenny Smith, Charles Barkley, dan Shaquille O'Neal.

"Ini akan menjadi musim terakhir saya," kata Johnson dalam sebuah video yang diunggah pada hari Rabu (28/10) waktu AS, di media sosial. "Ini sepenuhnya keputusan saya. Sudah waktunya. Suatu kehormatan untuk berbagi begitu banyak malam, bahkan puluhan tahun, di meja komentator bersama saudara-saudara saya, Kenny, Charles, dan Shaq, serta dengan kru produksi kami, yang sangat berbakat dan berdedikasi."

"Jadi mengapa sekarang? Jujur saja. Saya selalu bangga dengan persiapan saya. Jam-jam yang saya habiskan setiap hari, bersiap untuk pertunjukan berikutnya. Saya selalu menyukai bagian pekerjaan saya itu. Tetapi saya selalu berjanji bahwa jika itu menjadi lebih menantang daripada menyenangkan, maka saya akan tahu sudah waktunya untuk mundur. Saya tahu setelah 37 musim, sudah waktunya."

Johnson menyebutkan masalah kesehatan dan keinginan untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarganya sebagai alasan lain mengapa ia memutuskan untuk mundur dari acara tersebut. Ia menegaskan bahwa ia tidak pensiun dari televisi dan masih akan tampil di NCAA March Madness dan proyek TNT dan CBS lainnya. Ia juga memulai perusahaan produksi bernama "32 Bowties", yang akan "berfokus pada menceritakan kisah-kisah yang membangkitkan semangat dalam olahraga."

"Ini sama sekali bukan akhir," kata Johnson. "Ini hanya sebuah lembaran baru. Dan saya akan selalu menghargai setiap bab yang telah kita tulis bersama 'Inside the NBA'. Dan terakhir, saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada Anda. Terima kasih atas kesetiaan, cinta, dan dukungan Anda. Dan pada hari ini, terima kasih atas pengertian Anda. Sampai jumpa di TV malam ini." (tor)

Foto: fadeawayworld.net

Populer

Heat Belum Menang, Bam Adebayo Tidak Terima Dijadikan Kambing Hitam
Luka Doncic 41 Poin, Namun Lakers Menelan Kekalahan Perdana Musim Ini
Baru Sepekan NBA Bergulir, Anthony Edwards Menepi Dua Bulan
Jubilee ke Final DBL Jakarta Lagi, Al-Maruf Memperpanjang Napas
Knicks Hindari Rekor 0-4 Setelah Menang Lawan Pistons
Buzzer-beater Spektakuler Jayson Tatum
Kawhi Leonard Mengalami Masalah Lutut Lagi
Tyrese Maxey Bawa 76ers Sudahi Perlawanan Pacers
Nikola Jokic Jadi Pemain Kedua yang Mencetak 200 Tripel-dobel di NBA
Warriors Pecah Telur