Idola dari SMA, Jayson Tatum Antusias Bermain dengan Paul George

| Penulis : 

Jayson Tatum akhirnya merasakan pengalaman yang sudah lama dinantikannya. Bintang Boston Celtics itu kini bisa berbagi lapangan dengan Paul George yang menjadi inspirasinya sejak masih duduk di bangku SMA.

Momen tersebut terjadi saat Celtics menghadapi Philadelphia 76ers dalam laga pramusim NBA 2026-2027 di TD Garden, Boston pada Sabtu (10/10) lalu. Celtics tampil dominan dan menang telak 144-106 atas Sixers.

Tatum menjadi salah satu pemain yang paling menonjol dengan torehan 23 poin, 5 rebound, dan 4 asis selama 27 menit. Sementara itu, George menyumbangkan 13 poin, 5 rebound, 4 asis, dan 5 steal dalam debut pramusimnya bersama Celtics.

Bagi Tatum, pertandingan tersebut memiliki arti lebih dari sekadar kemenangan. Untuk pertama kalinya, ia bisa merasakan langsung bagaimana rasanya bermain satu tim dengan pemain yang selama ini dikaguminya.

Baca juga: Situasi Canggung Jaylen Brown dan Jayson Tatum

"Rasanya luar biasa bisa bermain dengannya. Paul adalah seseorang yang sudah saya kagumi sejak lama. Saya ingin melihat hal-hal istimewa yang bisa dia bawa ke dalam tim," ujar Tatum.

Kekaguman Tatum terhadap George bukanlah sesuatu yang baru. Sebelum menjadi salah satu bintang utama NBA, Tatum sudah mempelajari permainan veteran tersebut untuk mengembangkan kemampuannya sendiri.

Tatum bahkan mengaku pernah menjadikan gaya bermain George sebagai salah satu referensi ketika masih mengenyam pendidikan di Chaminade College Preparatory School. Kebiasaan itu berlanjut ketika ia bermain untuk Duke University sebelum menjadi No. 3 NBA Draft 2017.

Kini Tatum itu tidak hanya bisa mempelajari permainan George melalui rekaman pertandingan. Ia berkesempatan berlatih dan bertanding bersama sang idola. Sekaligus mendapatkan pengalaman langsung dari salah satu pemain veteran paling berpengalaman.

Baca juga: Jayson Tatum Ambil Peran Lebih Besar di Celtics

Celtics mendapatkan George setelah melepas Jaylen Brown ke Sixers dalam pertukaran besar pada awal Juli lalu. Celtics juga memperoleh empat pilihan draft yang terdiri atas dua hak pilih masing-masing di putaran pertama dan kedua.

Pertukaran itu mengakhiri duet Brown dan Jayson Tatum yang membawa Celtics menjuarai NBA 2024. Sekaligus mengubah peta kekuatan di Wilayah Timur. Salah satunya kehadiran Brown mempengaruhi keputusan LeBron James untuk bergabung ke Sixers.

George datang dengan catatan yang cukup menjanjikan meski musim terakhirnya bersama Sixers tidak berjalan mulus. Musim lalu George membukukan rata-rata 17,3 poin, 5,3 rebound, dan 3,6 asis per gim dalam 37 gim. Ia juga mencatat akurasi tripoin 39,2 persen.

Namun, George melewatkan sejumlah pertandingan akibat cedera dan menjalani skorsing 25 pertandingan karena melanggar kebijakan antidoping NBA. Kondisi itu membuat kontribusinya sepanjang musim tidak maksimal. (rag)

Foto: Brian Babineau/NBAE via Getty Images

Populer

Shai Gilgeous-Alexander Menggambar Sendiri Desain Nike SHAI 002
Situasi Canggung Jaylen Brown dan Jayson Tatum
Austin Reaves Pakai Nike Kobe. Ada Apa?
VJ Edgecombe Pilih Bawa Bahama ke Olimpiade ketimbang Juara NBA
Kyrie Irving Tampil Memukau Setelah Absen 586 Hari
Tyrese Haliburton Ingin Berdamai dengan Damian Lillard
Stephen Curry Realistis, Warriors Tak Lagi Favorit Juara
Target NBA 2026-2027, Kevin Durant Bidik Rekor Poin Kobe Bryant
Kevin Durant Menyayangkan Keputusan Pensiun Russell Westbrook
Knicks Tunda Negosiasi Kontrak, Karl-Anthony Towns Kecewa