Paolo Banchero mengungkap perbedaan perjalanan dirinya dengan Zion Williamson dan Cooper Flagg sebagai top pick NBA. Meski sama-sama menjadi pilihan teratas NBA Draft, Banchero menyebut dirinya tidak mendapat sorotan sebesar dua nama tersebut.
Banchero merupakan No. 1 NBA Draft 2022 oleh Orlando Magic. Sebelum mengikuti draft, ia tampil impresif dengan Duke. Tetapi eksposur kedatangan Banchero ke NBA tidak sebesar Williamson maupun Flagg. Dua nama tersebut bahkan mendapat sorotan sejak berada di level sekolah.
Dalam wawancara di Dawg Talk, Banchero menjelaskan alasan yang membuatnya kurang disorot dibandingkan dengan dua nama lain yang sama-sama berasal dari Duke University. Tidak lain karena adanya pandemi Covid-19 yang terjadi pada 2020.
Baca juga: Paolo Banchero Yakin Orlando Magioc Siap Bersaing di Puncak Wilayah Timur
“Saya rasa situasi saya jauh berbeda. Saya datang pada masa Covid dan menurut saya itu memberi dampak besar. Saya tidak mendapatkan tahun terakhir di SMA. Seluruh tahun terakhir saya itu berlangsung secara online. Sekolah ditutup,” kata Banchero.
Situasi tersebut membuat Banchero kehilangan sejumlah panggung penting untuk menunjukkan kemampuannya kepada publik. Padahal, sebelum pandemi, ia termasuk salah satu prospek elite di Amerika Serikat.
“Tidak ada seorang pun dari kelas saya yang benar-benar mendapatkan sorotan tersebut. Hanya Chet dan saya. Tetapi Covid mengaburkan semua itu. Kami tidak mendapatkan McDonald's All-American Game,” tuturnya.
Berbeda dengan Banchero. Williamson mendapatkan sorotan luar biasa sejak SMA. Ia kemudian meniadi No. 1 NBA Draft 2019 oleh New Orleans Pelicans. Kemampuan atletiknya yang spektakuler membuat Williamson diperbincangkan sebelum melangkah ke NBA.
Baca juga: Orlando Magic Pilih Sean Sweeney Ketimbang Billy Donovan
Sementara itu, Cooper Flagg juga hal serupa sebelum Dallas Mavericks memilihnya menjadi No. 1 NBA Draft 2025. Flagg tampil dominan yang semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu prospek terbaik. Flagg mendapatkan penghargaan Rookie of the Year 2026.
Terlepas dari “kekalahan” eksposur, Banchero tetap mampu membuktikan kualitasnya setelah menjadi pemain NBA. Ia mengawalinya dengan Rookie of the Year 2023. Banchero berkembang sebagai pemain utama Magic.
Musim lalu banchero mencatat rata-rata 22,3 poin, 7,4 rebound, dan 4,8 asis per gim. Banchero juga terpilih sebagai All-Star di musim keduanya.
Pemain 23 tahun itu juga mungkin tidak mendapat sorotan sebesar dua koleganya dari Duke sejak usia muda. Namun, hal tersebut tidak menghalanginya untuk membuktikan bahwa ia tetap layak menjadi bintang di generasinya. (rag)
Foto: NBA