Joe Mazzulla berhasil membawa Boston Celtics menjadi juara NBA 2024. Tetapi Mazzulla enggan menyandang status pelatih juara. Bagi Mazzulla, satu cincin juara belum cukup untuk menentukan nilai seorang pelatih.
Saat hadir dalam siniar No Show Dogs, Mazzulla menuturkan tidak ingin mendefinisikan kariernya hanya berdasarkan pengalaman memenangkan Final NBA 2024. Dalam seri tersebut, Celtics menundukkan Dallas Mavericks 4-1.
“Kesuksesan tidak bisa dinilai hanya dari itu. Saya memenangkan gelar bersama sebuah tim dan kami melakukannya bersama-sama. Jadi, identitas saya tidak boleh terikat pada gelar tersebut. Kalau tidak, kamu akan merasa gagal sepanjang sisa hidupmu,” ucap Mazzulla.
Baca juga: Justin Tatum Sebut Susunan Pemain Celtics Buruk
Mazzulla tidak hanya mengakhiri puasa gelar Celtics selama 16 tahun. Ia juga menjadi pelatih termuda dalam sejarah setelah Bill Russell (1968) yang meraih cincin juara. Saat Celtics meraih gelar ke-17 itu, Mazzulla berusia 35 tahun. Ia terpaut 11 bulan dari rekor Russell, yang juga legenda Celtics sebagai pemain dan pelatih itu.
“Saya bukan sekadar pelatih kepala juara, saya hanya seseorang yang memenangkan kejuaraan bersama banyak orang. Ini soal identitas. Ada pelatih yang lebih baik dari saya, tetapi mungkin belum pernah membawa timnya ke playoff,” ujarnya.
Pandangan tersebut sejalan dengan sikap Mazzulla terhadap penghargaan individu. Pada musim 2025-2026, ia memang dinobatkan sebagai Coach of the Year setelah membawa Celtics meraih 56 kemenangan. Tapi Mazzulla malah menyebut sebagai sesuatu yang tidak perlu.
Baca juga: Payton Pritchard Sedih Ditinggal Jaylen Brown, Tapi Siap Jadi Lawan
Mazzulla memulai karier sebagai pelatih sejak 2011. Ia masuk ke Celtics pada 2019 sebagai asisten dari Brad Stevens yang berlanjut ke Ime Udoka. Saat Udoka dipecat karena masalah indisipliner pada 2022, Mazzulla mengambil peran sebagai pelatih interim. Kemudian ditetapkan sebagai kepala pelatih di musim berikutnya.
Meski tidak mau menyebut dirinya sebagai pelatih juara, bukan berarti Mazzulla kehilangan ambisi membawa Celtics meraih kesuksesan. Sebaliknya, pengalaman memenangkan gelar justru membuatnya semakin memahami betapa sulitnya kembali mencapai titik tersebut.
Sementara itu, Celtics menghadapi perubahan signifikan di NBA 2026-2027. Celtics menukar salah satu pemain terbaik dan juga MVP Final NBA 2024, Jaylen Brown, ke Philadelphia 76ers. Persaingan Wilayah Timur diprediksi semakin panas dengan skuad yang dimiliki oleh Sixers dan menjadi tantangan berat bagi Celtics untuk kembali mendominasi. (rag)
Foto: NBA