Lonjakan kasus cedera Achilles di NBA memunculkan temuan yang menarik. Studi tersebut dilakukan oleh para dokter dan peneliti yang diterbitkan dalam Orthopaedic Journal of Sports Medicine. Namun, NBA membantah bahwa beban bermain yang tinggi menjadi penyebab utama cedera tersebut.
Dalam laporan Mike Vorkunov dari The Athletic, tim peneliti dari University of California San Francisco menganalisis 19 kasus cedera Achilles yang terjadi dalam kurun waktu satu dekade. Mulai dari musim 2014-2025 hingga 2024-2025.
Hasil penelitian itu menunjukkan para pemain rata-rata mencatat menit bermain lebih tinggi dalam rentang 10 hingga 15 pertandingan sebelum cedera dibandingkan rata-rata menit bermain mereka sepanjang musim.
Baca juga: Donte DiVincenzo dan Kutukan Cedera Achilles Pemain No. 0
Dalam 10 pertandingan sebelum cedera, para pemain rata-rata bermain 29 menit per laga, lebih tinggi dibanding rata-rata musim mereka yang berada di angka 27,4 menit. Pada periode 15 pertandingan sebelum cedera, rata-ratanya mencapai 28,6 menit per laga.
Peneliti juga menemukan pemain veteran cenderung memiliki akumulasi beban kerja lebih besar. Sedangkan pemain yang lebih muda dapat mengalami cedera meski dengan beban bermain yang relatif lebih ringan.
Meski demikian, studi tersebut menegaskan hasil temuan hanya menunjukkan korelasi. Bukan hubungan sebab-akibat. Penelitian ini bersifat eksploratif dan dimaksudkan sebagai dasar untuk penelitian lanjutan mengenai faktor risiko cedera Achilles di NBA.
NBA pun memberikan respon terhadap hasil penelitian itu. Direktur Sports Medicine NBA, Dr. John DiFiori, menyatakan bahwa liga telah melakukan analisis internal yang lebih luas. Pihaknya tidak menemukan hubungan antara menit bermain dengan risiko cedera Achilles.
Baca juga: Tyrese Haliburton Siap Kembali, Pacers Incar Kebangkitan Musim Depan
“Selama setahun terakhir, kami telah berupaya memahami cedera Achilles melalui kelompok kerja kesehatan tendon dan penelitian tambahan. Kami menyambut setiap temuan baru. Tetapi kami menilai makalah terbaru ini memiliki keterbatasan metodologi yang penting,” kata DiFiori dalam pernyataan resminya melalui Bleacher Report.
Menurut DiFiori, penelitian internal NBA melibatkan epidemiolog independen. Mereka mengambil data sejak musim 2012 hingga sekarang. Meski memiliki hasil temuan yang berbeda, NBA menegaskan akan terus mendukung penelitian untuk meningkatkan kesehatan, performa, dan pencegahan cedera.
Pembahasan soal cedera Achilles mencuat sejak lonjakan kasus pada musim 2024-2025. Ada tujuh pemain yang mengalaminya pada musim tersebut. Termasuk Jayson Tatum, Damian Lillard, dan Tyrese Haliburton di babak playoff. Kemudian turun drastis pada musim berikutnya dengan satu kasus yang dialami Donte DiVincenzo. (rag)
Foto: ESPN