Paolo Banchero sedang berada dalam kepercayaan diri yang tinggi. Menatap musim 2026-2027, Rookie of the Year 2023 itu memasang target ambisius untuk dirinya dan Orlando Magic. Ia ingin membawa Magic menjadi penantang gelar.
Banchero melihat perkembangan besar dalam Magic. Setelah beberapa tambahan penting dalam roster, Banchero menilai timnya memiliki kombinasi pemain muda berbakat dan pengalaman yang cukup untuk bersaing di level elite.
“Saya meningkatkan semua aspek. Persentase tembakan, tripoin, tembakan gratis. Intinya saya ingin menjadi pemain yang lebih efisien. Saya merasa bisa menjadi pemain yang mencatat rata-rata 25 poin, 8 rebound, dan 7 asis per gim,” kata Banchero dalam wawancara dengan Yahoo Sports.
Baca juga: Orlando Magic Memecat Pelatih Jamahl Mosley
Banchero membukukan rata-rata 22,2 poin, 8,4 rebound, dan 5,2 asis per gim pada musim lalu. Ia memiliki akurasi tembakan 45,9 persen dan tripoin 30,5 persen. Meski termasuk produktif mencetak angka, Banchero masih bisa meningkatkan performa melalui efisiensi tembakan yang lebih baik.
Namun, statistik pribadi bukanlah tujuan akhir bagi Banchero. Pemain 23 tahun itu ingin membawa Magic kembali menjadi kekuatan besar di NBA. Menurutnya, dengan meningkatkan keterampilan individu, performa tim juga ikut terangkat.
“Saya hanya ingin fokus pada proses, bagaimana saya bermain, dan bagaimana saya bisa membantu tim meraih kemenangan. Kalau saya melakukan itu, semua akan mengikuti dengan sendirinya,” tutur pemain dari Duke University tersebut.
Magic memasuki musim baru dengan optimisme tinggi setelah memperkuat roster. Kehadiran Desmond Bane dan Tyus Jones dinilai memberikan tambahan kualitas serta kedalaman bagi tim yang telah memiliki fondasi melalui Banchero, Franz Wagner, dan Jalen Suggs.
Baca juga: Spurs Dengan Senang Hati Melepas Sean Sweeney ke Orlando
Dengan kombinasi tersebut, Magic berharap bisa hanya menembus playoff. Tetapi juga mampu melangkah lebih jauh dibanding musim sebelumnya. Musim lalu Magic meraih persentase kemenangan 50 persen (41-41). Tapi perjalanan mereka terhenti di ronde pertama setelah menghadapi Celtics.
Banchero menilai persaingan di Wilayah Timur cukup terbuka. Apalagi banyak pemain free agent memilih bergabung ke Wilayah Timur. Kemudian berubahnya peta kekuatan tim setelah pertukaran besar.
“Musim lalu tidak berjalan sesuai harapan kami. Hasilnya jauh dari yang kami inginkan. Mungkin banyak yang kami bukan lagi penantang. Sekarang tugas kami adalah membuktikan diri kami tetap tim elite. Kami punya peluang meraih juara Wilayah Timur,” pungkasnya. (rag)
Foto: Gregory Shamus/AFP