Kota New York acapkali dikaitkan dengan mimpi-mimpi besar. Gaya hidup mewah berbanding lurus dengan gedung pencakar langit nan megah dan tempat-tempat ikonik memukau. Berbagai aspek menjadi barometer kota ini sering terlihat sulit dijangkau. Keterkaitan emosional di setiap sudut kota dengan segala aktivitas di dalamnya, menambah erat romantisme itu.
Identitas Kota New York.
Tentu saja dari berbagai aspek tersebut, bola basket menjadi salah satu identitas di kota New York.
Mereka memiliki klub dengan valuasi tinggi dan termasuk salah satu pasar terbesar (big market) di kancah NBA. New York Knicks. Warga New York seolah ditahbiskan memiliki ikatan romantisme dengan New York Knicks.
Bermarkas di Madison Square Garden (MSG), bahkan kawasan sekitarnya disebut NoMad (North of Madison Square Park). Sebuah kawasan elit, modis, dan bergengsi. Sangat glamor dan elegan. Dikelilingi gedung bersejarah ikonik seperti Flatiron Building, New York Life Building, MetLife Tower, dan gedung-gedung mewah lainnya. Seakan makin memperkuat nuansa romantisme kota New York dengan olahraga bola basket.
Bukan hal mudah menjadi pendukung setia New York Knicks, walaupun menjadi salah satu big market di NBA. Prestasi bukanlah hal lumrah bagi kota ini. Salah satu franchise tertua di NBA ini “hanya” 9 kali menembus babak final dan 2 kali menjadi juara (1970 dan 1973). Bahkan Terakhir kali mereka menginjakan kaki ke partai puncak sudah 27 tahun yang lalu (1999). Saat itu, mereka takluk kepada dominasi awal San Antonio Spurs era Gregg Popovich dan Tim Duncan.
Legasi Bertumbangan.
Ada era dimana legasi hanya bisa didengar dari orang tua ataupun senior-senior yang terlebih dahulu menjalani “Takdir Kuning”-nya. Kini dalam hitungan beberapa hari ke depan, semua lintas generasi akan mencapai puncak tertinggi dalam mengarungi romantisme bersama klub kebanggaan mereka. New York Knicks.
Sebelumnya, tahun 1994 pelatih legendaris Pat Riley pernah berjarak satu kemenangan untuk membawa Knicks berjaya di partai puncak. Hanya saja Patrick Ewing dkk takluk 3-4 dari Houston Rockets.
Tahun 1999 Latrell Sprewell dan Allan Houston bersama pelatih Jeff Van Gundy pun menjadi elemen terakhir yang berhasil merasakan atmosfer partai puncak. Mereka kembali digagalkan oleh dua menara David Robinson dan Tim Duncan.
Februari 2011, antusiasme besar kembali melanda Knicks. Salah satu bintang besar NBA, kelak akan menjadi top three pencetak poin terbanyak bagi New York Knicks. Carmelo Anthony. Sosok yang kemudian pernah mencetak 62 poin saat melawan Charlotte Bobcats. Rekor tertulis abadi di MSG, tetapi hingga akhir pengabdiannya di Knicks (2017), Carmelo gagal memenuhi ekspektasi tinggi publik New York.
Poros Brunson dan puzzle pelengkap tim.
Knicks kembali mencoba membangun kekuatan kembali (rebuilding). Jalen Brunson, bintang baru Dallas, kalah bersaing dengan anak ajaib Luka Doncic, akhirnya resmi pindah ke New York Knicks pada Juli 2022 setelah kontraknya bersama Mavericks habis, melalui kesepakatan pemain bebas (free agent) senilai 104 juta dolar AS selama 4 musim.
Sejak kepindahannya, Brunson menjadi poros baru bagi Knicks. Pada musim keempatnya Brunson telah menjadi bintang utama dan membawa kebangkitan bagi Knicks. Manajemen Knicks pun secara bertahap melengkapi kepingan puzzle pendukung bagi Brunson dengan mendatangkan OG Anunoby, Mikal Bridges, dan terakhir Karl-Anthony Towns. Knicks Akhirnya menembus Final NBA 2026.
Berjarak 4 kemenangan lagi.
Final NBA musim ini, Knicks kembali ditakdirkan untuk berkesempatan menjemput gelar ketiga mereka. Spurs adalah tim terakhir yang menggagalkan mimpi Knicks 27 tahun lalu. Memiliki alur cerita hampir serupa, Tim Duncan dan penerusnya Wembanyama sama-sama berhasil masuk final NBA di play off perdana mereka.
Pada Final NBA Cup 2026 melawan Spurs, Brunson dan kawan-kawan melakukan aksi memutarbalik keunggulan (comeback) sempurna di kuarter 4. Gelar juara NBA Cup tentu saja menambah rasa kepercayaan diri bagi tim menjelang laga-laga panas di final NBA musim ini.
Mencatatkan sejarah menjadi tim pertama yang berhasil meraih gelar ganda (NBA dan NBA Cup) dalam satu musim dan melepas dahaga selama 53 tahun adalah amarah terpendam yang harus dituntaskan pasukan Mike Brown.
Berjarak 4 kemenangan lagi, Gemuruh MSG beserta para fan militan New York Knicks siap menjadi saksi sejarah, bahwa kota New York dan olahraga bola basket menuju kekekalan romantisme nan abadi. (Garry Gumilar)
Foto: Orlando Sentinel