Cabang olahraga basket menjadi ajang pembuka Musim 1 Campus League. Basket merupakan salah satu dari tiga cabor utama di antara 11 cabor Campus League tahun ini. Menariknya, universitas yang juara basket itu nanti akan mewakili Indonesia di kompetisi tingkat Asia.
“Campus League ini merupakan sesuatu yang kita sudah ditunggu-tunggu untuk basket Indonesia. Campus League menjadi jembatan yang selama ini hilang antara level SMA dan profesional. Ini jembatan yang sangat baik,” kata Christopher Tanuwidjaja selaku Waketum Bidang SDM DPP Perbasi 2024-2028.
Campus League 2026 bola basket berlangsung pada 22-29 April di GOR Basket Universitas Negeri Surabaya. Ada 16 tim putra dan 8 tim putri dari 17 perguruan tinggi yang berasal dari Jawa, Papua, dan Sulawesi. Tercatat Universitas Cendrawasih dan Universitas Ciputra Makassar ikut serta.
Baca juga: Musim Pertama Campus League Digelar! Sistem Baru Masa Depan Atlet Mahasiswa
Kompetisi menggunakan sistem round robin. Dari kategori putra hanya juara grup yang lolos ke semifinal. Dari kategori putri, ada juara grup dan runner ip yang ke empat besar melalui sistem gugur.
Juara dan runner up regional Surabaya akan berlaga The National yang menjadi puncak kompetisi. The National dijadwalkan pada 6-13 Juni 2026 di Jakarta. Juara nasional akan mewakili Indonesia di ajang Asian University Basketball League 2027.
Wasit Nasional dari Perbasi Jawa Timur Arnas Anggoro menuturkan bahwa Campus League mengadopsi regulasi FIBA. Termasuk sistem waktu bersih 4x10 menit dan aturan jersei.
“Tim dengan jersey berwarna terang akan disebut pertama, diperlakukan sebagai ‘tuan rumah’, dan menempati sisi kiri lapangan. Setelan jersey atas dan bawah harus berwarna sama dan solid,” kata Arnas dalam keterangan resmi Campus League.
Baca juga: Shaquille O’Neal Buat Kompetisi Slam Dunk Berhadiah Rp8,5 Miliar
Perbasi memantau secara langsung kompetisi Campus League. Sebab, kompetisi ini relevansinya dengan pembentukan talent pool untuk timnas. Batas usia maksimal pemain yang diizinkan adalah mahasiswa kelahiran 2003.
Head of Competition Campus League Dave Leopold menjelaskan pada Musim 1 ada pembaruan regulasi yang mengizinkan setiap tim mendaftarkan satu pemain profesional dan satu pemain asing.
Kebijakan ini memberikan menit bermain yang memadai bagi para pemain. Pemain asing juga harus berstatus mahasiswa reguler. Bukan sekadar pertukaran mahasiswa. Serta wajib memenuhi syarat administrasi.
“Pemain profesional seringkali memiliki menit bermain yang minim di klubnya. Sesuai arahan dari Perbasi, kami membolehkan setiap tim menggunakan satu pemain pro. Terlebih jika pemain tersebut menerima beasiswa jalur prestasi dari kampusnya, sudah selayaknya ia diberi wadah untuk membela almamaternya,” kata Dave. (rag)
Foto: Ragil Putri Irmalia