Sudah 32 tahun sejak Mark Aguirre gantung sepatu. Atau 36 tahun setelah Aguirre meninggalkan Dallas. Akhirnya Dallas Mavericks mempensiunkan No. 24. Aguirre tak kuasa menahan air mata saat menyaksikan prosesi tersebut pada Kamis (29/1) di American Airlines Center, Dallas.

Acara tersebut diadakan saat jeda pertandingan Mavericks melawan Charlotte Hornets. Aguirre menjadi pemain kelima Dallas yang namanya dipasang di langit-langit arena. Terjadi dua tahun setelah Mavericks melakukan hal yang sama untuk Dirk Nowitzki.

Aguirre merupakan top draft pertama dalam sejarah Mavericks. Aguirre menjadi No. 1 NBA Draft 1981. Ia menjalani empat musim di NCAA bersama DePaul University of Chicago. Aguirre menjalani delapan tahun pertamanya dengan Mavericks.

“Saya tidak pernah menyangka hal ini akan terjadi. Karena kepergian saya, pertukaran pemain yang saya alami. Rasanya saya terpisah dari Dallas. Dan saya tidak tahu bagaimana saya akan kembali,” ucap Aguirre.

Baca juga: Kemampuan Tripoin Masih Kurang, Dirk Nowitzki Membela Cooper Flagg

Aguirre memperoleh tiga All-Star selama bermain untuk Mavericks. Meskipun Aguirre berupaya maksimal, tapi prestasi Mavericks memang kurang bersinar. Hal itu menimbulkan perselisihan dengan tim.

Puncaknya membuat Mavericks menukar Aguirre ke Detroit Pistons. Ini tidak lepas dari konflik Aguirre dengan rekan setimnya yaitu Rolando Blackman, Derek Harper, dan James Donaldson hingga pelatih Dick Motta. Kepergian Aguirre pada 1989 menyisakan getir hingga tiga dekade. Pemilik Maverick saat itu, Donald Carter, berharap Aguirre bisa kembali ke Dallas.

Baca juga: Luka Doncic Merasa Spesial Bisa Mengalahkan Mavericks

Tapi konflik itu tidak bisa diredakan. Aguirre ditukar ke Pistons dengan imbalan Adrian Dantley yang merupakan salah satu pencetak skor terbaik liga dan hak pilih pertama. Aguirre bergabung dengan Isiah Thomas, yang menjadi No. 2 NBA Draft 1981. Keduanya berhasil membawa Pistons berjaya dengan memenangkan NBA 1989 dan 1990.

Konflik itu membuat Aguirre “terlupakan” dalam waralaba. Mavericks lebih dulu menggantung No. 22 Blackman pada 2004. Kemudian No. 12 Harper pada 2018. Mavericks juga mempensiunkan No. 15 Brad Davis pada 1992.

Setelah puluhan tahun berlalu, Aguirre kembali lagi ke Dallas. Dalam momen penggantungan jersei itu, Aguirre ditemani oleh Blackman dan Harper. Suasana berubah menjadi haru. Hubungan mereka yang renggang karena kesalahpahaman semasa muda, kini telah membaik.

“Saya rasa kata pertama yang akan saya gunakan adalah disalahpahami. Entah karena alasan apa, Mark mendapat reputasi buruk yang tidak adil. Dengan menaruh rasa hormat, saya tidak setuju menyebut Mark sebagai orang jahat. Biarlah masa lalu berlalu,” ucap Harper.

Momen itu juga istimewa. Ada Cooper Flagg yang merupakan top draft kedua Mavericks. Flagg terpilih sebagai No. 1 NBA Draft 2025. Berselang 44 tahun setelah Aguirre mengalami hal serupa. (rag)

Foto: NBA

Populer

Bucks Sudah Setuju, Giannis Bersiap Mencari Rumah Baru
Berbagai Reaksi dan Prediksi Tentang Pertukaran Giannis Antetokounmpo
Lakers Mempersiapkan Austin Reaves Tampil di Washington atau New York
Poin Stephen Curry Bisa Melebihi Tim Duncan Hingga Hakeem Olajuwon Musim Ini
LeBron James Menangis Saat Video Playoff 2007 Diputar
Kunjungan LeBron James ke Clevaland Bangkitkan Semangat Donovan Mitchell
LeBron James Memperingatkan Risiko Penerapan Aturan 65 Gim
Jayson Tatum Khawatir Mengganggu Ritme Celtics
Houston Rockets Tanpa Steven Adams Sampai Akhir Musim
Joel Embiid Jadi Pemain Spesial Bagi Doc Rivers, Tapi…