Legenda Boston Celtics Paul Pierce mendukung penuh agar Jaylen Brown masuk nominasi atau bahkan bisa terpilih menjadi MVP NBA untuk musim 2025-2026. Namun Pierce juga tidak yakin Brown bisa mendapatkan gelar tersebut, dan alasan utamanya adalah dia pemain Celtics. 

Bagi setiap pemain yang berharap untuk meraih penghargaan individu di NBA, kriteria standar tetap sama, yaitu memimpin tim untuk meraih posisi tinggi di klasemen konferensi. Mencetak rata-rata hampir 30 poin per pertandingan, dan membuat pemain lain di sekitarnya menjadi lebih baik. 

Dengan setiap standar yang terukur, maka Jaylen Brown telah memenuhi, atau bahkan melampaui semua harapan ini. Sebagaimana dibuktikan oleh rata-rata poin dan asisi tertinggi dalam kariernya sambil memimpin Boston Celtics meraih posisi ketiga di Wilayah Timur.

Namun, terlepas dari prestasi-prestasi ini, Brown sama sekali tidak masuk dalam pembahasan MVP 2026, dan menurut Paul Pierce, itu hanya karena "kebencian" terhadap tim Boston Celtics.

Selama beberapa musim, ketika Celtics secara konsisten melaju jauh di babak playoff dan mengejar dua posisi teratas di Wilayah Timur, sebagian besar pujian diberikan kepada Jayson Tatum. Tetapi sekarang dengan absennya JT, kemungkinan besar, sepanjang musim 2025-2026, Brown telah tampil sensasional dalam memimpin tim Celtics yang berpenampilan baru.

Dia tidak hanya muncul sebagai pemimpin tim di lapangan dengan kontribusinya, tetapi juga sebagai pemimpin emosional tim di ruang ganti, dengan rata-rata 29,5 poin dan 5,0 asis per pertandingan, membantu pemain lain untuk memberikan dampak kemenangan dengan kekuatan masing-masing.

Namun, yang mengejutkan adalah justru Victor Wembanyama dan Cade Cunningham, melakukan hal yang sama dengan tim mereka, dimasukkan dalam diskusi MVP 2026. Oleh karena itu, Pierce merasa aneh bahwa ini merupakan penghinaan terhadap Brown.

"Semua orang membenci Celtics," kata Pierce. "Tidak ada yang memperkirakan Celtics akan berada di posisi ketiga tanpa Tatum. Pemain ini (Jaylen Brown) mencetak 30 poin secara konsisten. Tapi semua orang membicarakan Cade, mereka (Detroit Pistons) adalah tim nomor 1, saya mengerti. Semua orang membicarakan Wemby, saya mengerti. Tapi Brown harus mendapatkan pengakuan."

Meskipun demikian, situasi ini menyoroti pola yang lebih luas di mana kontribusi Brown terus diremehkan. Pemain All-Star empat kali ini secara konsisten tampil di level All-NBA sambil membawa timnya melewati kesulitan, dan musim ini, ia telah melampaui semua harapan. Pengabaiannya dari pembicaraan MVP terasa seperti kelalaian dan lebih seperti kelanjutan dari kebencian terhadap Celtics, dan tentu saja Paul Pierce sudah lelah dengan hal itu. (tor)

Foto: Boston.com

Populer

Stadion Pindah (Wani Piro)
Austin Rivers Minta Klub NBA Berhenti Mencari "Tiruan" Kevin Durant
League Shift Insane, Buah Kerja Keras Richard Leo Latunusa
Pistons Mengalahkan Lakers di Hari Ulang Tahun LeBron James
Paul Pierce Ungkap Alasan Jaylen Brown Tak Mungkin Terpilih Sebagai MVP
Julian Champagnie Bantu Spurs Membalas Kekalahan Atas Knicks
Pengalaman Jason Kidd Bakal Berguna Untuk Menghentikan Tatum dan Brown
Mario Lawalata: Basket adalah Inspirasi Saya dalam Berbusana
Nike Air Force 1, Siluet Klasik Modern yang Tak Lekang oleh Waktu
Kareem Abdul-Jabbar: Pemain yang Tidak Vaksin Sebaiknya Dikeluarkan dari Tim