Jerman mempermalukan Amerika Serikat 113-111 di semifinal. Hasil ini membuat Jerman akan lolos ke final menghadapi Serbia sedangkan Amerika Serikat dan Kanada akan berduel untuk medali perunggu. 

Gim memang berjalan ketat dan fisikal, namun Jerman selalu dalam posisi unggul sejak dua menit pertama kuarter tiga berjalan. Agresivitas Jerman dalam rebound membuat gim ini akhirnya jatuh ke tangan mereka. Ada 12 offensive rebound yang berhasil direbut Jerman. 

Separuh dari 12 offensive rebound itu didapatkan oleh duet bigman mereka Johannes Voigtmann dan Daniel Theis (masing-masing tiga rebound). Dari 12 offensive rebound itu, Jerman berhasil menghasilkan 25 second chance points. 

Amerika Serikat memulai pengejaran mereka di empat menit terakhir. Jarak 10 poin terus mereka pangkas menjadi hanya dua poin melui tembakan tripoin Anthony Edwards. Sayangnya, Edwards juga yang melakukan turnover di sisa 27 detik membuyarkan harapan Amerika Serikat untuk menang. 

Enam pemain Jerman mencetak dua digit poin. Menariknya, Jerman turun hanya dengan rotasi delapan pemain. Maodol Lo dan Niels Giffey memang mendapatkan menit bermain, namun kecil sekali untuk ukuran mereka. Maodo bermain tujuh menit dan Niels tak sampai semenit. Keduanya tak melepaskan satupun tembakan. 

Dari enam pemain yang mencetak dua digit angka, tiga di antaranya membukukan lebih dari 20 poin. Andreas Obst dengan tangan panasnya mencetak 24 poin dan 6 asis. Obst memasukkan 4/8 tripoin. Franz Wagner menyusul dengan 22 poin dan 5 rebound. Daniel Theis membantu melalui 21 poin plus 7 rebound. Ini kali pertama Jerman memiliki tiga pemain mencetak 20+ poin dalam satu gim. 

Dennis Schroder tak tinggal diam. Datang dari gim terburuknya sepanjang turnamen melawan Latvia, Dennis bangkit dan mencetak 17 poin dan 9 asis. Johannes Thiemann dan Moritz Wagner masing-masing menambahkan 10 poin. 

"Kemenangan Lituania atas Amerika Serikat jelas memberi inspirasi kami untuk kemenangan hari ini," terang Thiemann usai gim kepada kami. "Kami melihat bagaimana Lituania bermain fisika dan itu juga kami lakukan di hari ini. Mereka menunjukkan cara untuk mengalahkan Amerika Serikat," imbuhnya. 

Di Amerika Serikat, Edwards jadi top skor tim dengan 23 poin dan 8 rebound. Austin Reaves mengikuti dengan 21 poin. Hanya dua pemain ini yang melepaskan 10 tembakan atau lebih untuk Amerika Serikat hari ini. Edwards 10/17 sedangkan Reaves 7/10. 

Bantuan datang dari Mikal Bridges yang sejatinya cukup efektif dengan 17 poin dari 6/7 tembakan. Ia tak meleset dari tripoin (3/3). Jalen Brunson menyusul dengan 15 poin plus 7 asis. 

"Mereka benar-benar mengalahkan kami hari ini," terang Bobby Portis Jr., kepada kami setelah laga. "Kami tidak bisa mengembangkan permainan kami sepanjang pertandingan. Mereka benar-benar layak mendapatkan kemenangan ini," tutupnya. 

Ini adalah final Piala Dunia FIBA perdana Jerman sepanjang sejarah basket mereka. Sampai sekarang juga Jerman belum terkalahkan. Tujuh gim mereka mainkan, tujuh gim mereka menang. (DRMK)

Foto: FIBA

Populer

Alperen Sengun Kecewa Tidak Masuk NBA All-Star 2026
Steve Kerr Menanggapi Gejolak Warriors Menjelang Batas Pertukaran
Kawhi Leonard, James Harden, dan Pemain Unggulan Yang Tidak Masuk All-Star 2026
Clippers Ingin Melepas James Harden
LeBron James Dapat Predikat All-Star Dengan Penampilan Terburuk di NBA 2025-2026
Heat Kalahkan Bulls Dengan Margin Terbesar Ketiga Sepanjang Sejarah Klub
Jason Kidd Tanggapi Kritik Tentang Cooper Flagg
NBA Umumkan Pemain Cadangan All-Star Game 2026
Yao Ming Beberkan Penyebab Minimnya Pemain Tiongkok di NBA
Pelatih Hornets, Charles Lee Minta Maaf Karena Bertabrakan Dengan LaMelo Ball