Mari sejenak meletakkan hingar-bingar NBA di mana Under Armour sedang berjuang mempertahankan eksistensi. Mereka baru saja mengumumkan telah membuat satu setel baju luar angkasa dan sneaker yang khusus dibuat untuk kelompok astronot dari Virgin Galactic.

Sebagai informasi, Virgin Galactic adalah perusahaan pesawat luar angkasa komersial Britania Raya yang bernaung di bawah Virgin Group. Kegiatan mereka menyediakan wahana antariksa sub-orbital untuk kepentingan wisata luar angkasa, misi sains antariksa, dan peluncuran satelit-satelit kecil untuk kebutuhan lain.

Virgin Group sendiri dimiliki oleh Richard Branson. Seorang pebisnis yang pundi keuangannya didapat dari 400-an bisnis di berbagai bidang. Namanya dikenal setelah maskapai Virgin Atlantic miliknya mendapatkan banyak penumpang.

Branson sedang berada dalam misi besar. Yaitu menyediakan wisata luar angkasa yang bisa diakses secara komersial. Sudah 17 tahun ia menjalankan penelitian untuk proyek tersebut. Maka, wajar bila mereka membuat kerjasama dengan Under Armour. Tujuannya agar astronot yang berada di bawah naungan Virgin Galactic bisa tampil lebih necis meski bertugas layaknya astronot di bawah komando NASA.

Kolaborasi ini terbilang unik dan menantang bagi Under Armour. Mereka merupakan produsen perlengkapan olahraga. Dalam rilis pers, dijelaskan bahwa ada proses penelitian terlebih dahulu untuk membuat gulungan kain yang sesuai dengan kebutuhan astronot di luar angkasa. Secara resmi Under Armour menegaskan posisi mereka sebagai Exclusive Technical Spacewear Partner.

Baju lapisan terdalam (Base Layer) dibuat dengan menerapkan teknologi RUSH. Sebuah kain yang diberikan titik logam ramah kulit yang dipercaya dapat memperlancar peredaran darah bila terkena panas tubuh. Sementara bahan dasar kainnya dibuat dari UA Intelliknit. Inovasi benang yang dibuat dengan ramah lingkungan tanpa menghasilkan limbah.

Lalu seragam luar angkasa (Spacesuit) dibuat dari bahan UA Clone dengan standar yang dikembangkan dari jaket pilot. Bagian pundak dan leher diberi panel berbahan bantalan HOVR untuk menambah kenyamanan. Bagian dalamnya memuat bahan-bahan yang sudah biasa dipakai di baju astronot pada umumnya. Seperti Tencel Luxe, Spinit, dan Nomex.

Sneaker pun dibuat dengan sentuhan serupa. Desain secara umum mengambil benang merah dari tampilan sepatu balap berpotongan tinggi. Bagian atasnya terbuat dari bahan UA Clone, sama seperti seragam. Bantalan HOVR dipasang untuk menambah kenyamanan. Serta sol karet dengan desain yang sama seperti sepatu basket UA HOVR Havoc ditempatkan.

Paket pakaian tersebut pun sudah dipakai dalam proyek peluncuran bulan ini. Branson sekaligus menjadi pengawas uji coba perjalanan luar angkasa komersial untuk perusahaan miliknya. Perjalanan mereka bisa jadi langkah awal pembukaan wisata luar angkasa ke depannya.

Belum ada informasi apakah edisi kolaborasi dengan VIrigin Atlantic akan dijual ke publik atau tidak. Tapi, langkah Under Armour ini bisa membuka jalan kerjasama sportswear dengan perusahaan luar angkasa untuk menyediakan pakaian taktis. Bukan sekadar membuat merchandise dengan tema luar angkasa seperti yang sudah dilakukan NASA dengan sejumlah merek seperti Vans, H&M, Nike, dan lain sebagainya. (ajb)

Foto: Under Armour

Populer

Alasan Nikola Jokic dan Luka Doncic Hanya Tampil "Sebentar" di NBA All-Star Game
Kawhi Leonard Juga Ingin NBA All-Star Game Kembali Ke Format Lama
LeBron James Kurang Suka Dengan Format Baru NBA All-Star Game
76ers Rela Bayar Kompensasi Untuk Kembalikan Cameron Payne ke NBA
Tak Mau Kalah Dengan Damian Lillard, Steph Curry Ingin Tampil di Kontes Tripoin
USA Stars Memenangkan NBA All-Star Game 2026, Anthony Edwards Jadi MVP
Cita-cita Mulia Draymond Green
Victor Wembanyama Tepati Janji di NBA All-Star Game 2026
Giannis Antetokounmpo Tegaskan Kesetiaannya Pada Milwaukee Bucks
Kemenangan Tim USA Stars Atas Tim World Membuka Keseruan NBA All-Star 2026