Brooklyn Nets mesti menjamu Toronto Raptors dalam pertandingan terakhir mereka di pramusim 2019. Saat itu, produser film Andrew Duncan melakukan sebuah langkah berani. Ia membeli 300 tiket pertandingan untuk aktivis prodemokrasi Cina.

Ratusan aktivis kemudian hadir di Barclays Center, Brooklyn, New York, Amerika Serikat, Jumat 18 Oktober 2019. Mereka mengenakan kaus hitam bertuliskan “Stand with Hong Kong”. Beberapa melengkapinya dengan penutup wajah seperti masker. Persis seperti demonstrasi yang terjadi di Hong Kong belakangan ini.

Langkah Duncan membeli tiket sebanyak itu ditengarai oleh sikap Joseph Tsai. Pemilik Nets tersebut sempat menyesalkan cuitan Manajer Umum Houston Rockets Daryl Morey karena berpihak kepada demonstrasi prodemokrasi di Hong Kong. Tsai bahkan menulis surat terbuka kepada penggemar untuk menjelaskan sejarah Negeri Tirai Bambu. Surat itu sekaligus membuatnya cenderung menegaskan posisi sebagai pendukung pemerintah Cina daripada demonstrasi di Hong Kong.

(Baca juga: Daryl Morey dalam Pusaran Amuk Geopolitik Cina)

Duncan lalu meresponnya dengan mengundang aktivis prodemokrasi untuk datang ke markas Nets. Ia membeli 300 tiket agar mereka bisa unjuk diri di hadapan pemilik klub. Satu tiket bisa mencapai AS$100. Itu artinya, Duncan menghabiskan banyak uang untuk sebuah satire.

Masalah cuitan Morey itu sendiri kini sudah melebar ke mana-mana. Hubungan NBA dan Cina jadi buruk. Beberapa sponsor menarik diri untuk membiayai kegiatan. Pemerintah Cina kabarnya juga meminta Morey dipecat. Namun, segera menepis isu itu setelah banyak beredar di media.

Sementara itu, dalam situasi yang buruk, NBA tidak banyak bergerak. Mereka cukup galau menentukan posisi karena masalah itu melibatkan banyak pihak, terutama sponsor. Chief Communications Officer Mike Bass sempat menyesalkan cuitan Morey lewat surat resmi karena menyebabkan masalah. Namun, hal itu menuai sejumlah kritikan. Sebab, selama ini, NBA selalu hormat pada kebebasan berpendapat. Komisioner Adam Silver kemudian merespon itu dengan mengatakan pihaknya tidak akan mengatur pemain, karyawan, dan pemilik tentang masalah Cina.

Hubungan NBA dan Cina dalam masalah ini masih terus bergejolak. Langkah Duncan mengundang aktivis prodemokrasi seperti bumbu di tengah gejolak itu. Setelah ini, langkah-langkah yang sama bisa saja terjadi. Karena Tsai, nama Nets terpaksa tertarik arus dalam pusaran amuk geopolitik Cina. (put)

(Baca juga: NBA China)

Foto: NBA

Populer

Stadion Pindah (Wani Piro)
Draymond Green dan Steve Kerr Sepakat Mengakui Dinasti Warriors Memudar
Pistons Mengalahkan Lakers di Hari Ulang Tahun LeBron James
LeBron James Dapat Kejutan Dari Lakers di Ulang Tahun ke-41
Efek Domino Nikola Jokic yang Absen Satu Bulan
Baru Bermain Dua Kali, Jalen Green Sudah Kena Denda
Julian Champagnie Bantu Spurs Membalas Kekalahan Atas Knicks
League Shift Insane, Buah Kerja Keras Richard Leo Latunusa
Cavaliers Stop Laju Kemenangan Suns
Lewati Kevin Garnett, Stephen Curry Menatap 20 Besar Poin Terbanyak NBA