Nicolas Batum resmi menutup perjalanan kariernya di NBA. Pemain asal Prancis itu memilih tanggal 21 September sebagai hari perpisahannya. Ada alasan personal yang membuat Batum memilih tanggal tersebut. Keputusan Batum ini berkaitan dengan kenangan emosionalnya dengan sang ayah, Richard Batum.
Batum mengumumkan keputusan tersebut melalui sebuah video bersama putranya, Ayden. Video itu direkam di sebuah gedung olahraga di Pont-l'Évêque, Prancis, tempat Batum tumbuh dan mulai mengenal basket.
Dalam video tersebut, Batum menjelaskan kepada Ayden bahwa waktunya bermain basket telah berakhir. Setelah 18 musim di NBA dan lebih dari dua dekade sebagai pemain profesional, ia ingin pulang dan menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarganya.
Baca juga: Nicolas Batum Pensiun
Tanggal 21 September pun bertepatan dengan meninggalnya Richard di lapangan basket. Pada 21 September 1991, Richard Batum meninggal dunia ketika sedang dalam pertandingan basket profesional.
Ia tiba-tiba jatuh di lapangan akibat aneurisma yang pecah. Saat itu, Nicolas Batum masih berusia dua tahun dan berada di tribun menyaksikan ayahnya bermain. "Itu satu-satunya kenangan yang saya miliki tentangnya,” ucap Batum dilansir melalui Sports Illustrated.
Richard menjadi alasan Batum mengenal dan mencintai basket hingga membawanya menjadi pemain NBA dan punggawa Les Bleus. Namun, kehilangan sang ayah di lapangan juga meninggalkan pengalaman yang terus melekat sepanjang hidupnya.
Karena itulah, keputusan Batum untuk pensiun pada tanggal yang sama dari insiden 35 tahun silam, terasa seperti sebuah lingkaran yang lengkap. Batum gantung sepatu pada usia 37 tahun.
Baca juga: Chris Paul Masuk, Clippers Jadi Tim Tertua Dalam Sejarah NBA
"Saya bisa melakukan apa yang tidak bisa dilakukan ayah saya. Dan itu juga alasan saya bahagia hari ini, dan mengapa saya melakukan ini hari ini. Karena ini adalah tanggal ketika kakekmu meninggal,” kata Batum kepada Ayden.
Batum sendiri menghabiskan 18 musim di NBA. Ia dipilih sebagai No. 25 NBA Draft 2008 dan mengawali kariernya bersama Portland Trail Blazers. Karier Batum berlanjut dengan memperkuat Hornets, Clippers, Sixers, dan kembali ke Clippers dalam dua musim terakhirnya.
Sepanjang kariernya di NBA, Batum mencatat rata-rata 9,6 poin, 4,7 rebound, dan 3,0 asis per gim dengan akurasi 37,1 persen tripoin. Ia juga tampil dalam lebih dari 1205 pertandingan musim reguler.
Batum juga memiliki perjalanan panjang bersama Timnas Prancis. Ia meraih medali perak Olimpiade pada Tokyo 2020 dan Olimpiade Paris 2024 serta menjadi bagian dari generasi emas basket Prancis.
Kini, Batum memilih meninggalkan lapangan bukan karena kehilangan kecintaannya terhadap basket. Ia hanya merasa waktunya sudah tiba untuk menjalani peran yang dulu tidak sempat ia rasakan sebagai seorang anak.
"Saya akan merindukannya, tetapi bukan itu yang saya cari lagi. Saya mencari sesuatu yang lain. Saya melanjutkan hidup," ujar Batum dalam video perpisahannya. (rag)
Foto: NBA