Kepergian LeBron James membuat masa depan Los Angeles Lakers dipertanyakan. Tetapi Derek Fisher justru menilai sebaliknya. Sebagai mantan pemain Lakers, Fisher yakin Lakers tetap baik-baik saja karena masih ada Luka Doncic yang akan memimpin tim menghadapi persaingan papan atas NBA.
LeBron meninggalkan Lakers setelah delapan musim. Selama periode tersebut, LeBron mempersembahkan gelar juara pada 2020 dan satu gelar NBA Cup pada 2023. MVP NBA empat kali itu pergi melalui free agency pada musim panas ini dan bergabung dengan Philadelphia 76ers.
Sebelum bergabung dengan Lakers, LeBron tiga kali pindah tim. Dari Cleveland Cavaliers, Miami Heat, kembali ke Cleveland, dan akhirnya ke Los Angeles. Cavaliers dan Heat punya nasib yang sama setelah ditinggal LeBron: terpuruk dan kesulitan memenangkan gelar.
Baca juga: Pimpin Era Baru Lakers, Luka Doncic Semakin Fit dan Bugar
“Kalau melihat beberapa organisasi yang pernah dibela LeBron, coba sebutkan tim mana yang catatannya menjadi jauh lebih baik setelah dia pergi. Jadi, Lakers tidak akan mengalami penurunan yang terlalu besar karena masih ada Luka di sana,” ucap Fisher dalam 97.1 The Fan LA.
Saat LeBron meninggalkan Cleveland pada 2010, Cavaliers anjlok dari rekor menang-kalah terbaik 61-21 menjadi 19-63 di musim berikutnya. Tanpa LeBron, Cavaliers juga belum pernah mencapai Final NBA lagi. Pencapaian terbaik mereka Final Wilayah Timur musim lalu.
Heat juga demikian. Heat meraih gelar pada 2012 dan 2013. Dalam musim terakhir LeBron di Miami, mereka mencatat hasil 54-28. Setelah LeBron pergi, Heat hanya mencapai 37-45. Sepanjang periode setelah LeBron tidak ada, Heat dua kali mencapai Final NBA dan selalu kalah. Salah satunya pada 2020 dan kalah dari LeBron yang memperkuat Lakers.
Meski tanpa LeBron, Fisher justru percaya Lakers punya modal yang cukup kuat untuk tetap bersaing. Keberadaan Doncic membuat situasi Lakers berbeda dibandingkan nasib Cavaliers dan Heat setelah ditinggal LeBron.
Baca juga: Kisruh Keluarga Buss Makin Rumit, Jeanie Gugat Penjualan Saham Lakers
Keyakinan itu tidak lepas dari performa Doncic dan Reaves yang membantu Lakers meraih 53 kemenangan dan finis di posisi keempat Wilayah Barat musim lalu. Keduanya bahkan membuat rata-rata gabungan 56,8 poin per gim.
Selain itu, Lakers membuat perombakan besar di jeda musim ini. Pemain baru Lakers antara lain Walker Kessler, Quentin grimes, Sandro Mamukelashvili, Collin Sexton, Kevon Looney, hingga Matisse Thybulle.
“Saya pikir Luka dan Austin adalah duo guard selevel All-Star. Sementara Walker Kessler punya potensi menjadi big man All-Star dengan pertahanan dan rebounding elite. Lakers punya peluang meraih 45-50 kemenangan. Meski banyak hal harus berjalan sesuai rencana. Menurut saya, target itu cukup masuk akal,” imbuh mantan pelatih Los Angeles Sparks itu. (rag)
Foto: Getty Images