Stacey King, juara NBA tiga kali bersama Chicago Bulls yang menjadi favorit penggemar dan memenangkan Emmy di tim siaran mereka setelah karier bermainnya, telah meninggal dunia pada usia 59 tahun, demikian diumumkan tim tersebut pada hari Minggu (7/6) waktu AS. King adalah anggota dari tiga tim juara Bulls pertama dan setelah karier bermainnya, ia mungkin bahkan lebih dikenal sebagai komentator untuk tim tersebut.

Kabar duka menyelimuti dunia NBA pada hari Minggu (7/6) waktu AS, ketika penyiar Chicago Bulls yang dicintai dan juara NBA tiga kali, Stacey King, dilaporkan meninggal dunia pada usia 59 tahun. King dikenal luas oleh banyak penggemar sebagai salah satu suara paling ikonik dalam dunia bola basket Bulls, yang membawa energi dan kepribadian ke ruang siaran setelah karier bermainnya berakhir.

Sebelum menjadi penyiar populer, King menghabiskan delapan musim di NBA, termasuk lima musim bersama Chicago Bulls. Ia dipilih oleh Chicago dengan pilihan keenam dalam Draft NBA 1989. Selama masa baktinya bersama Bulls, King adalah bagian dari tiga tim juara pertama franchise tersebut, memenangkan gelar NBA bersama Michael Jordan dan Scottie Pippen pada tahun 1991, 1992, dan 1993.

Menurut Kantor Pemeriksa Medis Cook County, King dijadwalkan menjalani otopsi kepala. Ia dinyatakan meninggal dunia pada Minggu pagi di blok 500 Bonnie Brae di River Forest, tempat ia juga tinggal. Tidak ada detail lain yang segera tersedia.

Ketua Jerry Reinsdorf dan presiden/COO Michael Reinsdorf menyampaikan pernyataan simpati menyusul berita tersebut.

"Stacey King adalah anggota keluarga Bulls yang sangat disayangi dan salah satu kepribadian yang benar-benar unik dalam sejarah organisasi kami," kata Jerry Reinsdorf. "Hubungannya dengan Chicago, Bulls, dan penggemar kami berlangsung lebih dari tiga dekade pertama sebagai pemain dan kemudian sebagai suara yang tak salah lagi yang membantu membawa bola basket Bulls ke rumah-rumah generasi penggemar. Kami akan sangat merindukannya dan akan selalu mengingat kegembiraan, energi, humor, kejujuran, dan semangat yang ia bawa ke organisasi kami, siaran kami, dan penggemar kami setiap hari. Doa kami bersama keluarga dan orang-orang terkasihnya."

King, seorang forward/center dengan rata-rata mencetak 6,4 poin dan 3,3 rebound dalam karir bermain selama delapan musim yang kemudian mencakup singgahan bersama Timberwolves, Heat, Celtics, dan Mavericks.

Namun, awal karier profesionalnya bersama Bulls-lah yang menjadi titik balik kesuksesan King. Sebagai pilihan keenam secara keseluruhan dalam draft 1989 dari Oklahoma, King bermain di semua 82 pertandingan sebagai pemain rookie, masuk dari bangku cadangan dengan rata-rata 8,9 poin dan 4,7 rebound sambil bermain bersama Michael Jordan saat Bulls meraih tiga gelar juara berturut-turut dari tahun 1991 hingga 1993.

Sebagai seorang komentator, King berhasil memikat hati generasi baru pendukung Bulls. King menghabiskan lebih dari dua dekade sebagai komentator pertandingan Bulls dan menghibur para penggemar dengan seruan dan julukan-julukannya yang tak terlupakan.

"Kami menikmati apa yang kami lakukan," kata King bulan lalu di podcast "Gimme the Hot Sauce" miliknya, merujuk pada komentar yang sering ia lontarkan setelah permainan-permainan besar. "Ini pekerjaan yang menyenangkan. Rasanya tidak pernah seperti bekerja bagi saya. Setiap malam, saya pergi bekerja, menang, kalah, atau seri, saya tetap bersenang-senang."

Bulls berencana untuk menghormati King sepanjang musim depan dan akan membuat pengumuman tentang hal itu dalam waktu dekat. (tor)

Foto: chicagotribune.com

Populer

Hanya 5 Tim yang Bisa Bangkit dari Defisit 0-2 di Final NBA
Knicks Terapkan Pengamanan Berlapis di Madison Square Garden
Domantas Sabonis Menarik Minat Banyak Tim Jika Dilepas Kings
Victor Wembanyama Menyesal Karena Gagal Memenangkan Gim 2 Final NBA 2026
Investigasi Berlanjut, Kawhi Leonard dan Pamannya Dipanggil Penyelidik NBA
Balas Hornbills di Gim 2, Satria Muda Samakan Kedudukan
Jeremy Lin Bakal Hadir di MSG Untuk Mendukung Knicks di Gim 3 Final NBA 2026
Charles Barkley Pilih Karl-Anthony Towns Sebagai MVP Final Dari Knicks
Knicks vs Spurs Tegang Sampai Akhir, Fans NBA Jakarta Saksikan Drama Gim 2
Victor Wembanyama Tetap Fokus Di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Gim 3 Final NBA 2026