Tak ingin ketinggalan momen, legenda Knicks, Jeremy Lin, akan menyaksikan Gim 3 Final NBA 2026, pada hari Senin (8/6) waktu AS. Lin akan menambah keseruan di Madison Square Garden saat New York unggul 2-0 atas San Antonio Spurs.

Suasana di Kota New York mencapai puncaknya saat Final NBA kembali ke Madison Square Garden untuk pertama kalinya sejak 1999, dan antisipasinya sangat terasa. Dengan New York Knicks unggul 2-0 atas San Antonio Spurs setelah kemenangan menegangkan 105-104 di Gim 2, para penggemar bersiap untuk Gim 3 yang menjanjikan akan menjadi pertandingan bersejarah. Yang menambah keseruan, salah satu tokoh paling dicintai dalam sejarah Knicks, Jeremy Lin, akan datang ke The Garden sebagai penonton untuk Gim 3 dan mungkin juga termasuk Gim 4.

"Saya akan kembali sebagai penonton untuk pertama kalinya," kata Lin. "Setelah meninggalkan Knicks, saya memang beberapa kali bermain melawan Knicks, tetapi saya belum pernah kembali ke Madison Square Garden sebagai penonton. Ini akan menjadi pertama kalinya dalam 14 tahun saya kembali ke Madison Square Garden, bukan sebagai pemain lawan. Saya tidak sabar. Saya benar-benar tidak sabar untuk Gim 3 dan 4."

Kisah Jeremy Lin bersama Knicks adalah bagian dari legenda bola basket. Pada musim 2011-2012, Lin, seorang garda yang tidak terpilih dalam draft dari Harvard University, muncul di kancah NBA dalam periode yang terkenal dengan julukan "Linsanity." Selama satu bulan yang ajaib, Lin memikat New York, berubah dari pemain cadangan yang tidak dikenal menjadi sensasi olahraga terbesar di kota itu. 

Kebangkitan Lin yang tak terduga membangkitkan semangat para penggemar Knicks, dan warisannya di New York tetap bertahan, meskipun waktunya bersama tim itu singkat. Kini, setelah bertahun-tahun menerima undangan dari tim, Lin akhirnya dapat menghadiri pertandingan sebagai penggemar. 

"Terima kasih banyak kepada Knicks. Knicks sangat gigih dan konsisten dalam upaya membujuk saya untuk kembali menonton pertandingan. Saya selalu memiliki keinginan itu. Bukan karena saya tidak mau, hanya saja saya masih bermain dan masih aktif sebagai pemain. Musim-musim saya bermain selalu berakhir setelah musim Knicks. Dan sekarang, ini adalah musim pertama saya setelah pensiun. Saya memiliki waktu dan kesempatan untuk benar-benar hadir. Jadi saya tidak sabar, dan Knicks sangat hebat," kata Lin kepada Stefan Bondy dari New York Post.

Kembalinya Lin bukan hanya reuni dengan arena, tetapi juga kepulangan simbolis bagi seorang pemain yang dampaknya jauh melampaui statistik pertandingan. Hanya dalam 35 pertandingan bersama Knicks, Lin mencetak rata-rata 14,6 poin, 3,1 rebound, 6,2 asis, dan 1,6 steal. Statistik yang hanya sedikit menggambarkan kegilaan yang ia ciptakan di New York. Peningkatan kariernya yang tiba-tiba menginspirasi banyak penggemar, termasuk bintang NBA saat ini, Karl-Anthony Towns. 

"Saya benar-benar ingin memberikan penghargaan kepada Jeremy Lin karena dia benar-benar membuat saya menjadi penggemar Knicks dan membuat saya jatuh cinta di Modell's. Sulit sekali menemukan jersei-nya. Saya sangat menyukai Jeremy Lin. Dia adalah salah satu pemain Knicks favorit saya sepanjang masa, salah satu pemain favorit saya sepanjang masa," kata Towns.

Bagi Lin, kembalinya ke Madison Square Garden ini lebih dari sekadar perjalanan nostalgia. Perpisahan Lin dengan Knicks pada tahun 2012, dalam banyak hal, sama dramatisnya dengan kebangkitannya. Setelah memukau penonton di Madison Square Garden, perannya berkurang ketika Carmelo Anthony kembali dari cedera. Knicks akhirnya menolak untuk menyamai tawaran menggiurkan dari Houston Rockets dalam bursa pemain bebas terbatas, yang menyebabkan Lin melanjutkan kariernya di tempat lain. 

Terlepas dari sifat kontroversial kepergiannya, Lin tetap menjaga hubungan baik dengan franchise dan para penggemarnya. Dia bahkan pernah menjadi analis NBA tamu untuk ESPN selama babak playoff, yang membuatnya tetap terhubung erat dengan permainan dan perjalanan Knicks saat ini. (tor)

Foto: themirror.com

Populer

Hanya 5 Tim yang Bisa Bangkit dari Defisit 0-2 di Final NBA
Charles Barkley Pilih Karl-Anthony Towns Sebagai MVP Final Dari Knicks
Victor Wembanyama Menyesal Karena Gagal Memenangkan Gim 2 Final NBA 2026
Knicks vs Spurs Tegang Sampai Akhir, Fans NBA Jakarta Saksikan Drama Gim 2
Knicks Bawa Pulang Dua Kemenangan dari San Antonio di Final NBA 2026
Investigasi Berlanjut, Kawhi Leonard dan Pamannya Dipanggil Penyelidik NBA
Dua Kemenangan Tandang Tidak Membuat Knicks Terlena
Pelita Jaya Mengejar, Layup Gillenwater Jadi Penyelamat Dewa United
Prediksi Kontrak Baru LeBron James dan Lakers
Gim 1 Final NBA 2026 Cetak Rekor Penonton Terbanyak Sejak 2018