Tanggung jawab seorang wasit pada malam pertandingan tertentu tidak terbatas, dan keahlian yang dibutuhkan untuk memimpin pertandingan dengan bersih meluas jauh melampaui lapangan, itulah sebabnya NBA membuat Referee Development Program (RDP) sebagai sarana untuk menyiapkan wasit baru.

Menjadi wasit NBA membutuhkan banyak hal. Seorang wasit, perlu bertahun-tahun meniup peluit di level perguruan tinggi dan G League sebelum melangkah ke lapangan NBA. 

Mereka dituntut untuk mengetahui buku peraturan dan ratusan istilah dengan sangat baik. Melatih mata untuk memindai setiap gerakan dan setiap permainan. Selain itu, harus pintar mencari posisi yang tepat, dan tanggung jawab yang berbeda berdasarkan tempat mereka berdiri. Dan kemudian ada jam-jam yang harus dihabiskan setiap hari untuk evaluasi kinerja di NBA Replay Center. 

Foto: nba.com

Setiap tahun, pemimpin program ini, wasit veteran NBA James Capers Jr., menemukan cara-cara baru untuk meninjau sejumlah besar materi. Dengan urutan langkah yang telah ditetapkan untuk setiap langkah di lapangan, waktu yang dihabiskan di ruang Operasi Liga di dalam kantor NBA di New York City sangat penting untuk kesuksesan jangka panjang di bidang ini. 

Ada rapat sebelum pertandingan, menonton rekaman pertandingan, dan bekerja secara langsung dengan Pusat Tayangan Ulang. Ada sesi latihan satu lawan satu mingguan dengan para pemain Capers untuk melatih segala hal, mulai dari tantangan hingga mengumumkan aba-aba di arena. Mereka bahkan memiliki laporan pengamatan untuk tim-tim yang sering mereka lihat. Jumlah persiapan yang dilakukan di luar lapangan seringkali lebih banyak daripada waktu yang dihabiskan untuk berlari dari ujung ke ujung lapangan. 

Foto: Basketball Without Borders

Pat O'Connell, anggota angkatan pertama RDP, mengetahui pentingnya jabatan tersebut secara langsung sebagai anggota terbaru dari daftar mantan RDP yang kini menjadi wasit NBA penuh waktu.

"Ini cukup membuka mata saya karena awalnya, yang benar-benar saya inginkan hanyalah turun ke lapangan dan menjadi wasit. Tetapi program RDP mempersiapkan Anda untuk menjadi wasit profesional, dan Anda belajar bahwa ada banyak hal lain dalam pekerjaan ini selain hanya menjadi wasit di lapangan," kata O'Connell.

RDP berfungsi sebagai jalur menuju NBA, menghasilkan generasi wasit baru dengan mengajarkan seluk-beluk perwasitan NBA. Di lingkungan ini, calon wasit mengikuti kursus kilat tiga tahun yang terdiri dari pengajaran proses seorang wasit NBA sambil memberikan pengalaman seperti G League Winter Showcase dan Basketball Without Borders untuk mempraktikkan pengetahuan yang baru diperoleh tersebut.

Program tiga tahunan ini lebih dari sekadar jalur menuju menjadi wasit dan bekerja dalam seluk-beluk NBA, tapi juga ini membantu meletakkan dasar untuk pertandingan yang dimulai setiap malam. (tor)

Foto: SLAM Online

Populer

Clippers Melepas Yuki Kawamura
Draymond Green Bela LeBron James Soal Bepergian Naik Helikopter
Dampak Positif Kehadiran LaMelo Ball di Ruang Ganti Timberwolves
Nikola Jokic Tegaskan Syarat Nuggets Juara Lagi
Cedera Jadi Kendala di Pramusim, Lakers Masih Cari Susunan Starter
LeBron James Yakin Victor Wembanyama Bisa Raih MVP Musim Ini
London Lions Dapat Pelajaran Berharga dari Portland Trail Blazers
Seragam Tandang Michael Jordan di Final NBA 1998 Laku 251 Miliar Rupiah
Puma Rilis Paket Khusus 'Championship Ceremony' New York Knicks
IBL 2027 Tetap Kandang-Tandang, Kurangi Jumlah Pemain Asing