Matas Buzelis Kesal Bulls Dituduh Melakukan Tanking

| Penulis : 

Chicago Bulls mengalami masa suram. Bulls kalah dari Portland Trail Blazers pada Kamis (26/2). Bulls tidak menang dalam sepuluh laga beruntun. Dugaan tanking menguat. Tapi hal tersebut dibantah oleh Matas Buzelis.

Buzelis merasa kesal karena Bulls “dituduh” melakukan taktik sengaja kalah. Setelah kekalahan dari Hornets pada 24 Februari lalu, Buzelis menolak anggapan bahwa Bulls, pelatih, maupun para pemain tidak berusaha menang.

“Saya tidak terlalu percaya pada hal-hal seperti itu. Setiap kali saya bermain untuk melakukan sesuatu yang kompetitif, saya berusaha untuk menang. Semua pemain berusaha untuk menang,” kata Buzelis.

Baca juga: Rick Carlisle Lontarkan Kritik Pedas Pada NBA Soal Denda "Tanking"

“Billy (Donovan, pelatih Bulls) berusaha untuk menang. Billy menekankan kepada kami bahwa kami akan bermain dan bersaing setiap malam. Menang, kalah, seri, kami akan bangkit di keesokan harinya dan berupaya lagi,” lanjutnya.

Tanking merupakan strategi untuk mengejar kekalahan. Tujuannya untuk meningkatkan peluang mendapatkan posisi memilih draft yang lebih baik di musim berikutnya. Tim sengaja kalah saat ini untuk masa depan yang lebih cerah.

“Saya sebenarnya tidak suka kata tanking itu. Dan orang mungkin berpikir bahwa kami sengaja kalah. Tapi saya akan berusaha menang setiap pertandingan. Semua pemain lain juga begitu,” ucap pemain 21 tahun itu.

Baca juga: NBA Jatuhkan Denda Untuk Jazz dan Pacers Karena Merugikan Liga

Bulls menelan kekalahan sepanjang Februari. Mereka terakhir kali menang atas Miami Heat 125-119 pada 31 Januari lalu. Bulls tumbang dari Heat, Milwaukee Bucks, Brooklyn Nets, Charlotte Hornets dan keempat tim tersebut menyalip Bulls di klasemen. Bulls (24-26) tenggelam di posisi ke-10.

Terlepas dari bantahan Buzelis, Bulls memang menunjukkan tanda-tanda melakukan tanking. Dalam batas pertukaran awal Februari, Bulls mengambil langkah untuk bersiap membangun kembali tim.

Nikola Vucevic ditukar dengan Anfernee Simmons dan pertukaran pilihan ronde kedua. Kevin Guerter dan Dario Saric ke Piston untuk Jaden Ivey dalam kesepakatan yang melibatkan Timberwolves.

Kemudian Coby White dan Ayo Dosunmu juga ditukar ke tim lain. Bersama dengan Vucevic, mereka merupakan tujuh besar pemain Bulls dengan menit bermain terbanyak. Dari pertukaran selama Februari, Bulls mendapatkan setidaknya enam hak pilih ronde kedua, Collin Sexton hingga Guerschon Yabusele.

Bulls selalu finis diantara peringkat keenam dan kesebelas sejak 2019. Bulls terakhir mendapat peringkat lebih dari 11 dalam NBA Draft 2020 yang menjadi Patrick Williams sebagai No. 4. (rag)

Foto: Kevin C. Cox/AFP

Populer

Tujuan LeBron James Mengerucut Jadi Tiga tim
Lee Hyun-jung Kembali Merajut Mimpi Masuk NBA
Victor Wembanyama Meniru Jalen Brunson
Clippers Tidak Berminat untuk Melepas Brandon Ingram
Kemunculan Perdana Ja Morant Sebagai Pemain Portland, Ungkap Nomor Punggung Baru
Alasan Knicks Mempertahankan Jordan Clarkson
Kolaborasi adidas dan Ryoko Rain, Hadirkan Sepatu Ikonik Kareem Abdul-Jabbar
Gara-gara Luka Doncic, Nomor Punggung 77 Jadi Favorit Pemain
Musim Sempurna Travin Thibodeaux: Juara, MVP IBL, Sekaligus MVP Final
Patrick Ewing Terima Tawaran Wizards Sebagai Asisten Peltaih