Bucks Tak Kunjung Membaik, Posisi Doc Rivers Mulai Goyah

| Penulis : 

Milwaukee Bucks menelan kekalahan dalam tiga pertandingan terakhir. Kekalahan 101-119 di pertandingan tandang melawan San Antonio Spurs membuat Bucks semakin merana di papan bawah Wilayah Timur. Kekalahan demi kekalahan juga berdampak pada posisi Doc Rivers sebagai kepala pelatih Bucks.

Para penggemar Bucks sudah kecewa berat. Bahkan kekecewaan itu terluapkan saat Bucks keok 106-139 dari Minnesota Timberwolves pada Selasa (13/1) di Fiserv Forum. Pendukung Bucks mencemooh tim kesayangannya sendiri karena hasil yang memalukan tersebut.

Pelatih Bucks Doc Rivers juga menjadi sasaran. Para penggemar Bucks menyatakan kekecewaannya melalui media sosial. Mereka bahkan ingin Bucks memberhentikan Rivers setelah melihat penampilan tim yang tidak sesuai harapan di NBA 2025-2026.

Baca juga: Kalah Telak dari Timberwolves, Bucks Dicemooh Pendukungnya Sendiri

“Jika Doc tidak dipecat malam ini, artinya kita sedang melakukan aksi ‘tanking’ secara diam-diam,” ujar penggemar Bucks Justin Wills. Tanking diartikan sebagai strategi sengaja kalah agar memperbesar peluang mendapatkan lottery pemilihan draft.

Setelah kekalahan dari Spurs kemarin, Rivers menyadari bahwa tekanannya semakin berat. Tapi Rivers tetap tenang karena masih separuh perjalanan. Bucks memiliki 41 pertandingan sisa di musim reguler.

“Saya rasa orang-orang di luar sana lebih memperhatikan hal itu daripada para pemain. Sejujurnya, kami masih punya setengah musim lagi. Saya rasa orang-orang tidak diam saja dan melihat rekor kami saat ini,” kata Rivers.

Baca juga: Doc Rivers Nilai Bucks Belum Perlu Perubahan Total

Bucks juga diprediksi sulit bersaing untuk sekadar lolos ke playoff pada musim ini. Jangankan meramaikan papan tengah. Bucks (17-24) saat ini di posisi ke-11 Wilayah Timur. Terpaut dua kemenangan dari Chicago Bulls (19-22) yang berada di posisi terakhir play-in.

Kondisi ini jelas berbeda dengan musim sebelumnya. Meski tidak berada di posisi teratas, setidaknya Bucks masih menghuni papan atas. Musim lalu Bucks menutup musim reguler dengan rekor 48-34 di posisi kelima.

“Saya rasa mereka berusaha untuk memperbaiki keadaan. Jadi kesitulah arahnya. Jika Anda melihatnya, saya bahkan tidak memperhatikan selisihnya, dua atau satu pertandingan dari babak play-in, masih ada setengah musim lagi. Jadi sama sekali tidak melihat hal itu terjadi pada kami,” lanjut Rivers.

Perolehan Bucks terus menurun setelah mereka menjadi juara NBA 2021. Bucks juga sudah melakukan tiga pergantian pelatih dalam, tiga tahun terakhir. Mulai dari Mike Budenholzer, Adrian Griffin, hingga Rivers. (rag)

Foto: Ronald Cortes/AFP

Populer

Indonesia Tak Berdaya di Hadapan Malaysia
Siapkan Kehidupan Setelah NBA, Harrison Barnes Beli Bank di Iowa
Michael Jordan Masih Pegang Kendali Produk Air Jordan
Kevin Durant Bongkar Penyebab Proyek Besar Phoenix Suns Gagal Total
Victor Wembanyama Penyelamat Prancis di Lima Menit Terakhir
Kai Sotto Makin Dekat Dengan Miami Heat
Damian Lillard Pamer Akurasi Tembakan 94 Persen Setelah Cedera Achilles
AS Monaco Dikeluarkan dari Kompetisi Bola Basket Kasta Tertinggi Prancis
Dua Kali Gagal ke Lakers, Mychal Ungkap Alasan Klay Thompson Pilih Heat
Jerman Putus Tren Positif Polandia Lewat Drama Overtime