WNBA dan WNBPA Masih Belum Sepakat Soal CBA

| Penulis : 

Tahun baru telah tiba, tetapi WNBA dan WNBPA (Asosiasi Pemain WNBA) masih belum menyelesaikan perbedaan mereka dalam negosiasi Collective Bargaining Agreement (CBA). WNBA dan WNBPA mendekati tenggat waktu 9 Januari 2026 untuk negosiasi CBA, dan kedua belah pihak masih berbeda pendapat mengenai beberapa isu kunci.

Alexa Philippou dari ESPN melaporkan bahwa kedua pihak tetap berselisih bukan hanya mengenai model pembagian pendapatan, tetapi juga tentang apa yang harus dianggap sebagai pendapatan, dan bagaimana cara mencatat pengeluaran.

Proposal terbaru yang diketahui dari WNBPA mengusulkan sistem pembagian pendapatan yang akan mengalokasikan rata-rata 30 persen dari pendapatan kotor kepada pemain selama masa kontrak dan akan menetapkan batasan gaji sebesar 10,5 juta Dolar AS pada tahun pertama. Menurut ESPN, proposal ini merupakan revisi dari proposal yang diajukan oleh serikat pekerja pada tanggal 28 November 2025.

Dalam proposal tersebut, WNBPA mengusulkan batas gaji sebesar 12,5 juta olar AS untuk musim 2026, yang akan lebih dari delapan kali lipat batas gaji tahun 2025. Proposal sebelumnya ini juga menampilkan gaji rata-rata pemain sekitar 1 juta Dolar AS dan gaji maksimum pemain sebesar 2,5 juta Dolar AS, atau 20 persen dari batas gaji yang diusulkan. Ini adalah satu-satunya angka gaji yang diketahui diusulkan oleh para pemain dalam negosiasi.

Menurut Philippou, proposal terbaru dari liga tersebut menguraikan model keuangan di mana para pemain akan diberikan lebih dari 50 persen dari pendapatan bersih, yang didefinisikan sebagai pendapatan setelah dikurangi pengeluaran.

Sumber-sumber liga telah menyampaikan kepada Philippou bahwa proposal terbaru WNBPA akan mengakibatkan kerugian sebesar 700 juta dolar AS selama masa berlakunya perjanjian. Prediksinya, kerugian semacam itu akan membahayakan kesehatan keuangan liga, dan jumlahnya akan lebih besar daripada gabungan kerugian liga dan tim-timnya dalam 29 tahun keberadaan WNBA. Kerugian sebesar 700 juta Dolar AS, menurut sumber Philippou, diproyeksikan berdasarkan informasi keuangan liga yang telah diaudit sebelumnya. 

Dalam pernyataan yang dibagikan kepada ESPN, Asosiasi Pemain WNBA menegaskan kembali penekanan mereka pada keadilan, dengan bersikeras, "Para pemain tetap sepenuhnya terlibat dan fokus untuk mengamankan kesepakatan transformatif yang memberikan bagian yang berarti dari pendapatan yang dihasilkan dari kerja keras mereka." (tor)

Foto: wnbpa.com

Populer

Ruki Hornets Kon Knueppel Dapat Pengakuan dari Stephen Curry
Kawhi Leonard Bermain di Level Elite, Clippers Lepas dari Masa Sulit
Tinggalkan Bangku Cadangan, Anthony Edwards Kena Teguran Pelatih Timberwolves
League Shift Insane, Buah Kerja Keras Richard Leo Latunusa
Kevin Durant Prihatin Nikola Jokic Cedera
Austin Rivers Minta Klub NBA Berhenti Mencari "Tiruan" Kevin Durant
Hakeem Olajuwon: James Harden Sejajar dengan Michael Jordan dan Wilt Chamberlain
Adrian Griffin Buka Suara Usai Tak Jadi Pelatih Bucks
Jayson Tatum Komplet, Celtics Sembilan Gim Tak Terkalahkan!
Victor Wembanyama Tidak Cedera Parah, Tapi Absen Lawan Pacers