Ketika manajer umum Rob Pelinka mengirim Anthony Davis ke Dallas Mavericks, dan mendapatkan Luka Doncic, pada tanggal 2 Februari, banyak penggemar Los Angeles Lakers mengkriti keputusan tersebut. Namun sekarang justru sebaliknya, Pelinka terlihat sebagai sosok yang jenius, mengingat kondisi Davis yang semakin tidak jelas. 

Los Angeles memiliki fondasi yang kokoh bersama Davis dan memenangkan kejuaraan pada tahun 2020 dengan pemain berusia 32 tahun itu sebagai pemain terbaik kedua mereka. Namun, statistik penting yang melibatkan Davis dan Mavericks membuktikan Pelinka adalah seorang jenius karena cukup berani untuk menyelesaikan transaksi bersejarah itu.

"Anthony Davis hanya bermain dalam 14 dari 52 pertandingan sejak pertukaran (dengan) Luka Doncic," demikian pernyataan Mark Jackson Burner di X.

Sudah menjadi fakta umum bahwa ketersediaan adalah kemampuan terbaik di liga seperti NBA, yang sayangnya tidak dapat dipahami oleh Davis. Pelinka tahu ke mana arahnya dengan Davis, karena produk Kentucky itu, yang tidak asing dengan cedera serius saat berseragam Lakers. 

Davis yang awalnya bagus mulai berubah menjadi pemain yang hampir mustahil untuk diharapkan karena cedera. Davis menderita cedera otot perut selama pertandingan tanggal 28 Januari melawan Philadelphia 76ers yang memaksanya keluar dari pertandingan lebih awal, yang terbukti menjadi titik terakhir bagi Pelinka dan Lakers.

Dengan Davis yang terus mengalami masalah kesehatan di rumah NBA barunya, tidak diragukan lagi bahwa Pelinka tahu apa yang dia lakukan sembilan bulan lalu. Sebaliknya, meski Doncic absen dalam pertandingan bersama Lakers karena cedera, ia lebih dapat diandalkan, serta membuat masa depan Los Angeles tampak lebih cerah daripada Dallas.

Sebagai bukti, Davis hanya mencetak 12 poin dan 5 rebound saat Mavericks kalah dari Lakers dengan skor 129-119. Sementara Doncic mencetak 35 poin dan 11 asis. Davis terlihat bersemangat, dan ingin menunjukkan kepada Rob Pelinka dan Lakers apa yang sebenarnya dia miliki. Tapi di sisi lain, Mavericks dianggap ceroboh karena terburu-buru untuk mengembalikan Davis ke permainan tingkat tinggi. 

Meski begitu, kepala pelatih Mavericks, Jason Kidd, tetap positif terhadap permainan Davis. Ia berkata, "Saya pikir dia bagus untuk pertandingan pertamanya setelah kembali. Berusaha menemukan ritmenya. Berusaha menemukan alurnya."

"Hanya dengan bermain bersama mereka di lapangan, saya pikir dia bagus di kedua sisi lapangan. Seiring berjalannya waktu, dia terus mendapatkan menit bermain yang bagus, dan dia berhasil melakukannya," imbuhnya.

Pelatih Kidd mungkin sepenuhnya benar, tetapi tidak di pertandingan ini. Davis hanya ingin bermain melawan Lakers, untuk menunjukkan dirinya sendiri. Bukan untuk membuat Mavericks menang. (tor)

Foto: Jevone Moore - Icon Sportswire

Populer

LeBron James Hampir Menciptakan Sejarah Baru Di NBA
Kalah Telak dari Timberwolves, Bucks Dicemooh Pendukungnya Sendiri
Thunder Menang Atas Spurs, Shai Gilgeous-Alexander: Ini Bukan Puncak Pencapaian
Rekor Bersejarah Bam Adebayo Mewarnai Kemenangan Heat Atas Suns
Penjelasan Manajemen Hawks Setelah Melepas Trae Young
Pesan Mike Brown Sebelum Kembali ke Sacramento Sebagai Lawan
LeBron Sebut Kekalahan Lakers Karena Tidak Bisa Mengimbangi Tripoin Kings
Comeback Epic Dewa United! Taklukkan Hangtuah Setelah Tertinggal 24 Poin
Carmelo Anthony, Vince Carter, Hingga McGrady Jadi Pelatih di Rising Stars 2026
Jamal Murray Kembali Dan Memimpin Nuggets Kalahkan Pelicans