Hanya ada empat tim tersisa di FIBA EuroBasket 2025, dan mereka akan bersaing untuk meraih hadiah sesungguhnya, yaitu tiket Final dan podium. Semifinal akan dibuka dengan pertandingan Finlandia melawan Jerman, yang sudah pernah bertemu di babak penyisihan. Laga hari Jumat (12/9) nanti, akan menentukan siapa yang akan bersaing memperebutkan gelar juara EuroBasket yang didambakan. Finlandia akan kembali menghadapi Jerman yang masih belum terkalahkan.

Tak seorang pun menyangka Lauri Markkanen dan kolega akan sampai sejauh ini. Tetapi inilah kenyataannya, bahwa Finlandia ada di situasi di mana mereka ikut dalam perebutan podium FIBA EuroBasket 2025. Finlandia telah mencatat sejarah dengan penampilan pertama mereka di Semifinal, dan mereka ingin memanfaatkannya sebaik mungkin.

"Saya sangat bersemangat untuk bermain di pertandingan sistem gugur bersama tim ini. Ini sangat menyenangkan dan akan menyenangkan pada hari Jumat. Kami melakukannya selangkah demi selangkah," ungkap Lassi Tuovi, kepala pelatih Finlandia.

Namun di sisi lain, ada tim favorit turnamen, setidaknya setelah Serbia tersingkir. Semua orang menempatkan Jerman di podium dalam prediksi mereka, dan sang juara dunia bertekad untuk membuktikannya. Mesin serangan supersonik mendominasi selama enam pertandingan dan kemudian lolos dari pertarungan sengit melawan Luka Doncic dan Slovenia.

Finlandia meraih impian mereka dengan mengalahkan Georgia dan kini ingin menulis ulang sejarah. Namun, Finlandia sendiri tahu betapa tangguhnya melawan juara dunia karena kedua tim ini pernah berhadapan sebelumnya pada Babak Penyisihan Grup B, dengan Jerman menang mudah 91-61 di Tampere.

"Saya rasa pertandingan pertama tidak penting sama sekali. Kami mengalami situasi serupa di Olimpiade tahun lalu melawan Prancis. Kami tahu Finlandia mengincar pertandingan itu, mereka akan berusaha membalas dendam. Ini pertandingan besar bagi kami berdua, tetapi kami masih punya dua kemenangan lagi," ujar punggawa Jerman, Daniel Theis.

Ini akan menjadi penampilan kelima Jerman di Semifinal EuroBasket, tetapi mereka mencapai tahap ini dalam ajang beruntun untuk pertama kalinya. Fakta lainnya adalah ini merupakan pertandingan Semifinal EuroBasket pertama yang mempertemukan dua pelatih yang berusia di bawah 50 tahun sejak 2007. (tor)

Foto: fiba.basketball

Populer

Kegagalan De'Aaron Fox Picu Reaksi Keras
OG Anunoby Pahlawan Knicks
3-1! Knicks Cetak Comeback Terbesar Dalam Sejarah Final NBA
Dewa United Menelan Kekalahan Kedua, Pelita Jaya Semakin Dekat ke Final
Isu Positif dan Negatif Terkait Kemitraan Stephen Curry dan Li-Ning
Rajko Toroman Calon Pelatih Timnas Basket Putra Indonesia, Selain Brian Rowsom
Australia Raih Kemenangan Pertama atas Amerika Serikat Sepanjang Sejarah
Tyrese Haliburton Hanya Kena Teguran Karena Selebrasi Kontroversial
Jadi Musuh Baru di New York, Wemby: Belum Selevel Trae Young
NBA Pakai Bola Wilson Mulai Musim 2021-2022