Mengejar ketertinggalan di Mandiri Kejurnas Antarklub 2025 U18. Rong Qing Basketball Banjarmasin menjadi satu-satunya klub asal Banjarmasin yang terjun di Kejurnas U18.
Bertemu dengan Mataram Muda pada gim pertama Mandiri Kejurnas Antarklub 2025, Rong Qing Basketball tumbang dengan skor akhir 28-59. Seluruh pemain Rong Qing merasakan bermain di level kejuaraan nasional. Sebanyak lima pemain utama mereka mencatatkan namanya pada lembar statistik bagian poin.
Rong Qing Basketball sendiri awalnya terbentuk karena kepedulian Yayasan Fu Qing terhadap pengembangan basket Banjarmasin. Saat pandemi kemarin Yaysan Fu Qing sempat viral dengan aksi sosialnya terkait menyumbang 10 ton beras agar roda kehidupan masyarakat Banjarmasin tetap berputar.
"Yayasan Fu Qing ini seperti perkumpulan masyarakat Tionghoa di Banjarmasin yang memang peduli banget di basket. Istilahnya itu mereka memang bakar uang untuk pembinaan," buka Ahmad Maulana, pelatih Rong Qing Basketball.
Fokus utamanya adalah menjadi wadah anak-anak muda Banjarmasin untuk mengembangkan minat dan bakatnya di bidang basket. Pasalnya di Banjarmasin tak banyak klub yang menaruh fokus di sana. Hanya ada hitungan jari.
"Di Banjarmasin itu kejuaraan-kejuaraan kelompok umur sedikit. Banyak kejuaraan seniornya. Sekarang sudah lumayan kah karena mulai banyak bibit-bibit muda juga," ceritanya.
Bukti fokus utama Rong Qing pada pengembangan usia muda adalah ada satu pemainnya yang masih duduk di bangku SMP.
"Sebenarnya yang berangkat ini rata-rata baru naik SMA. Paling muda ada yang masih kelas sembilan SMP," ceritanya.
Hadirnya Rong Qing Basketball pada dinamika bola basket di Banjarmasin bukan soal prestasi. Melainkan juga soal mendidik pemain-pemainnya menjadi pribadi yang bisa menjadi teladan untuk lingkungannya kelak.
"Main basket kan bukan cuman soal menang-kalah aja. Melainkan soal menjadi pribadi yang sportif. Hal itu kami tanamkan ke anak-anak,"
"Agar nantinya waktu di masa mendatang mereka bisa menjadi teladan. Menjadi pribadi yang matang juga," terangnya.
Semua berawal dari kepedulian sebuah yayasan sosial akan perkembangan basket Banjarmasin. Awalan yang sederhana untuk memulai babak baru perjalanan mereka. Semoga semakin banyak yang bisa mencontoh.(*)
Foto: Perbasi