Terkena Serangan Jantung, Paul Silas Meninggal di Usia 79 Tahun

| Penulis : 

Kabar duka kembali datang ke NBA. Legenda NBA Paul Silas meninggal dunia pada usia 79 tahun. Kepada The New York Times, Paula Silas-Guy, putri Paul Silas, mengatakan ayahnya meninggal pada Sabtu (10/12) malam karena serangan jantung. Kabar tersebut diumumkan pihak keluarga sehari kemudian.

“Kami berduka atas meninggalnya Paul Silas. Ia merupakan seorang pemimpin dan motivator yang luar biasa yang menjabat sebagai pelatih kepala kali dalam dua kali kesempatan. Ia menggabungkan kedisiplinan dan sikap yang positif dari pengetahuan yang ia kembangkan selama 40 tahun sebagai pemain dan pelatih,” ujar pemilik Hornets Michael Jordan.

Setelah menjadi pilihan kesepuluh pada putaran kedua NBA Draft 1964, Silas menjalani 16 tahun kariernya sebagai pemain. Ia memenangkan dua gelar bersama Boston Celtics (1974 dan 1976) serta satu gelar dengan Seattle SuperSonics pada 1979 silam.

Silas gantung sepatu pada 1980. Ia langsung melanjutkan kariernya sebagai pelatih kepala San Diego Clippers. Lalu menghabiskan 11 musim sebagai asisten pelatih untuk New York Jersey Nets, New York Knicks, Phoenix Suns, dan Charlotte Hornets.

Lulusan Creighton University itu ditunjuk sebagai pelatih kepala Horneta pada 1998. Ia membawa tim tersebut ke melalui tiga kali playoff, termasuk dua semifinal wilayah Timur pada 2000-01 dan 2001-02.

Silah kemudian menjadi pelatih kepala untuk Cleveland Cavaliers pada 2003-05. Silas juga yang menjadi pelatih pertama LeBron James pada musim 2003-04. Pada tahun yang sama LeBron memenangkan Rookie of the Year. Selama 12 tahun menjadi pelatih kepala di NBA, Silas memiliki rekor 387-488.

Saat ini putra Silas, Stephen Silas menjadi pelatih kepala Houston Rockets. Stephen mengawali karier sebagai asisten ayahnya saat di Charlotte Hornets pada 2000-03 dan New Orleans Hornets.

“Ayah saja adalah mentor nomor satu. Ia adalah seseorang yang dapat saya andalkan. Kami saling berdiskusi. Dia sangat menghargai pendapat saya. Ini terlihat aneh karena saya masih sangat muda dan tidak memiliki banyak pengalaman,” kata Stephen dalam film dokumenter Rockets pada 2021.

Sebelum direkrut oleh St. Louis Hawks di putaran kedua NBA Draft 1964 silam, Silas tampil gemilang di NCAA bersama Creighton. Saat itu Silas memiliki rata-rata 20,5 poin dan 21,6 rebound. Ia menjadi salah satu dari lima pemain NCAA yang mencetak rata-rata lebih dari 20 angka seperti Bill Russell, Julius Erving, Kermit Washington, dan Artis Gilmore. (rag)

Foto: ESPN, Los Angeles Times

Populer

Tyler Herro Tidak Tempuh Jalur Hukum Usai Ditonjok Bam Adebayo
Austin Reaves Beri “Diskon” Demi Masa Depan Lakers
Walker Kessler Siap Memberikan Segalanya untuk Lakers
VJ Edgecombe Dukung Kedatangan LeBron, Sixers Siap Memburu
Derrick White Jadi Sorotan Usai Ambil Peran Pelatih Celtics di Summer League
Austin Reaves Siap untuk Era Baru Lakers
Raptors dan Warriors Berminat Mendatangkan DeMar DeRozan
Tujuan LeBron James Mengerucut Jadi Tiga tim
Chris Finch Menyindir Hornets Karena Melepas LaMelo Ball
Timberwolves Resmi Memperkenalkan LaMelo Ball dan Josh Green