Load management mendadak menjadi perbincangan sangat hangat dalam dua musim terakhir. Frasa yang dalam Bahasa Indonesia bisa diartikan manajemen beban kerja ini mulai dipikirkan seluruh tim NBA berkaca pada keberhasilan Toronto Raptors menjadi juara musim lalu. Ya, dalam perjalanannya, Raptors menerapkan load management kepada Kawhi Leonard sehingga ia dalam kondisi prima di playoff.

Load management memang cukup membantu Kawhi musim lalu yang masih sering bermasalah saat cedera. Dalam kasus Kawhi, Raptors memastikan bahwa pemain yang akrab dengan juluka “Fun Guy” ini tidak bermain dalam laga back to back (dua laga beruntun dalam dua hari).

Dalam NBA Media Day 2019 lalu, beberapa tim sudah mulai membicarakan hal tersebut, utamanya tim-tim yang memiliki pemain yang baru sembuh dari cedera. Dallas Mavericks berencana melakukan hal ini kepada Kristaps Porzingis. Tim baru Kawhi, Los Angeles Clippers juga ingin meniru perlakuan Raptors kepada Kawhi dan bintang baru Clippers lainnya, Paul George.

Di tengah cukup semangatnya tim NBA dengan load management, satu suara menentang hadir. Menariknya, suara menentang ini justru datang dari pemain yang masih aktif bermain. Pemain sekaligus kapten Portland Trail Blazers, Damian Lillard, baru saja menentang kebijakan load management dalam sebuah perbincangan dengan Bleacher Report.

“Saya suka bermain basket dan ini adalah yang saya lakukan selama ini. Jika saya sehat, saya ingin terus bermain. Saya ingin bermain satu musim penuh jika memungkinkan,” ujarnya. Di sisi lain, pemain yang akrab disapa Dame ini juga menyebut faktor kedalam skuat juga berpengaruh besar dalam load management.

“Kami (Blazers) bukanlah tim super seperti beberapa tim. Kami tidak punya kemewahan skuat yang berlapis-lapis. Saya rasa, fakta itu membuat saya memang harus terus bermain untuk tim saya demi menjaga persaingan ketat di Wilayah Barat ini,” tututpnya.

Musim lalu, Dame hanya absen dua gim sepanjang musim reguler. Ia memimpin Blazers meraih 53 kemenangan dan melaju hingga final Wilayah Barat. Di musim reguler, ia mengemas rataan 25,8 poin, 4,6 rebound, dan 6,9 asis per gim. Akurasi keseluruhannya mencapai 44 persen. Akurasi tripoin di angka 37 persen sementara dari tembakan gratis, ia memasukkan 91 persen tembakannya. (DRMK)

Foto: NBA

 

Populer

Jadi Satu-satunya Pemain AS, Tyrese Maxey Masuk Lima Besar Klasemen MVP
Kemampuan Tripoin Masih Kurang, Dirk Nowitzki Membela Cooper Flagg
Real Madrid Kemungkinan Besar Akan Jadi Klub Pertama NBA Eropa
Pesan Michael Jordan Untuk Derrick Rose
Tanpa Drama Air Mata, Luka Doncic Cetak 33 Poin di Dallas
Stephen Curry, Pemain Pertama yang Mencoba 10.000 Tembakan Tripoin Dalam Sejarah
16 Tripoin Pacers Hentikan Ledakan Shai Gilgeous-Alexander
Peringatan 20 Tahun Kobe Bryant Mencetak 81 Poin
Desmond Bane Ingin Membela Nigeria di Olimpiade
Warriors Bersiap Mencari Pengganti Steve Kerr